
Kamila masih belum bisa meredam emosinya, ia memiliki seribu cara untuk mencelakai ziah.
"kali ini aku harus menjebaknya" gumam kamila, ia menyunggingkan senyum nya.
Lalu ia memanggil anak buahnya.
"tarnoo.. Tarnooooooooo, kesini kamu" teriak kamila, dengan tergopoh-gopoh tarno yang tak lain adalah anak buah kamila menghampirinya.
"siap bu, ada apa bu?" tanya tarno.
"saya mau kamu cari tau nomor ponsel milik ziah, tapi awas jangan sampai kamu ketahuan oleh vano, kamu cari tahu saja ke sekolah nya, ke anak muridnya" perintah mila.
"siap akan saya laksanakan, tapi bagai mana mungkin harus saya yang pergi bu" ucap tarno dengan takut-takut.
" terus saya harus menyuruh siapa hah?" bentak kamila.
"sebaiknya kita cari orang saja bu, dan lebih baik perempuan, karna saya khawatir pak vano sudah memberi tahu pada pihak sekolah untuk berhati-hati" kamila berfikir sejenak, ada benarnya yang di ucapkan anak buah nya itu.
" ide bagus, segera kamu cari orang yang mau membantu kita, tenang saja soal uang jangan ragu." ucap kamila.
"tenang bu, biar anak saya saja yang menjalan kan nya" ucap tarno kembali.
"bagus, segera laksanakan! Karna lebih cepat lebih baik" perintah kamila, tarno hanya menganggukan kepalanya.
Tarno memiliki anak perawan yang masih sekolah menengah(SMP) dan kebetulan anaknya itu sekolah di tempat ziah mengajar.
"nak boleh ayah minta toong" ucap tarno pada putrinya. Sang putri yang sedang belajar pun menoleh.
"minta tolong apa pak?" tanya nya.
"kamu sekolah di SMP al-falah kan? Apa kamu mengenal guru yang nama nya bu ziah?" tanya tarno
"kenaall banget dong pak, beliau itu panutan banget bagi kita sebagai murid nya,beliau bukan hanya cantik wajahnya saja loh pak, tapi hatinya pun sangaaat cantik, beliau tak pernah marah pada anak didik nya, kalau pun kita membuat kesalah, beliau akan memberi tahu nya dengan lemah lembut, aaahhh poko nya mira sukaaaa banget sama bu ziah" putri tarno bercerita tentang ziah pada bapak nya itu,bahkan ia sangat memuji-muji guru nya, yang tak lain dan tak bukan adalah ziah.
"eeehh ngomong-ngomong kok bapak nanya-nanya tentang bu ziah sih? Biasa nya juga nggak pernah" tanya lagi putri tarno,membuat tarno glagapan untuk menjawab nya.
" nggak ada apa-apa kok mir, bos nya bapak katanya temen lama nya bu ziah, dia kangen katanya sama bu ziah, mau ketemu tapi dia lupa jalan ke rumah bu ziah, dia juga gak punya nomor nya, eeemmmhh apakah kamu punya nomor bu ziah?" tarno berbohong pada putrinya itu, dan putrinya dengan polosnya percaya saja.
"oohh ada dong pak, kan kami punya grup, dan kebetulan di grup nya ada nomor bu ziah, bapak mau?" tawar putrinya.
"boleh nak boleh, tapi kamu jangan bilang-bilang sama siapa-siapa ya, kalo kamu ngasih no guru mu ke bapak" pintanya.
"lho kenapa pak? Kan mira harus izin dulu sama bu ziahnya pak" ucap putrinya.
"enggak usah nak, biar nanti temen nya bu ziah aja yang ngomong kalau dia punya nomor nya dari kamu" akhirnya sang putri pun mengiyakan ucapan ayah nya itu.
Tarno pun segera memberi tahu hal tersebut pada bos nya itu.
"nak bapak mau ke rumah bos bapak dulu ya," pamit sang ayah.
"iya pak hati-hati"
Tarno pun pergi dengan wajah yang semuringah, ia tak sabar mendapatkan imbalan yang besar dari bos nya itu. Tak membutuhkan waktu lama, hanya setengah jam menuju rumah kamila, akhirnya tarno sampai.
"buuu, permissi" ucap tarno dari luar.
"ya sebentar" sang empunya rumah pun membuka piintu.
"tarno, ngapain kamu kesini?" tanya nya jengan muka judesnya.
" ada kabar baik bu" ucap tarno girang
__ADS_1
"kabar baik apa? Cepat katakan!" katanya. Tarno memperlihatkan ponsel nya, dan yang lebih tepat nya ia memperlihatkan nomor yang terpangpang di layar ponsel milik tarno.
" kamu gak lagi main-main kan tarno? Ini real kan nomor nya si ziah?"
"iya dong bu, ternyata anak saya murid nya ziah bu, dan kebetulan ziah wali kelasnya anak saya, jadi saya bisa dengan mudah mendapatkan nomor nya" dengan bangga tarno berucap.
"mana sini nomornya?" pinta mila.
"eiiiissstt, ini gak gratis dong bu! Sesuai perjanjian dong bu" tarno menarik hp nya dari genggaman mila. Mila pun mengdengkus kesal.
"kamu gak percaya sama saya?" tanya kamila, kamila pun pergi meninggalkan tarno, ia masuk ke dalam rumah nya, dan tak lama ia keluar dengan membawa beberapa lembar uang merah, lalu menyodorkan nya pada tarno.
"kamu mau inikan?" mila menggibas-gibaskan uang yang di genggaman nya.
"ibu tau saja" tarno dengan cengengesan.
"niiiihhh, jangan lupa kirim nomor wanita itu ke saya" pesan mila.
"siaap bu, saya sudah kirim nomornya, kalo gitu saya pamit pulang bu,makasih banyak bu" dengan hati gembira tarno membawa uang yang di berikan oleh bos nya itu.
Begitu pun dengan kamila, ia sangat senang sekali karna mendapatkan yang ia ingin kan.
"dengan nomor ini, aku bisa melancarkan aksi ku,selamat datang ziah wanita yang telah merebut hati vano dari saya" kamila menyunggingkan senyum jahatnya.
"aaaahhh rasa nya udah gak sabar ingin segera menghubungi wanita itu" kamila terus menatap layar ponsel nya.
"hay zi" tanpa basa basi kamila mengirim pesan lewat chat hanya centang 2 abu saja. Kamila menunggu balasan dari ziah. Ia tak sabar ingin mendapatkan balasan dari ziah.
"siapa ini? Kok dia kenal sama aku,mana gak ada fotonya lagi" gumam ziah, ia mengerenyitkan dahinya, ziah tidak tau siapa pengirim pesan tersebut.
"siapa ya?" tanya ziah, membalas pesan tersebut. Melihat ziah membalas pesan kamila, membuat senyum kamila mengembang, dengan cepat ia membalas
"lho kamu lupa sama aku? aku temen kamu waktu di bangku SMA lho, masa kamu lupa" balas kamila. Ziah semakin kebingungan karna temen masa SMA nya itu bukan hanya 1 atau 2 orang saja tapi banyak.
"eeemmmhh ternyata kamu udah lupa ya zi sama aku, padahal dulu kita deket deh" tanpa menggubring pertanyaan ziah, kamila malah melontar pertaan lain, ziah berfikir keras, siapa temen dekatnya dulu, kenapa dia tak langsung memberi tahu saja. Fikir ziah.
"bikin orang penasaran aja deh" gumam ziah
"siapa dong? Ma'lum mungkin udah terlalu lama,jadi saya lupa-lupa ingat" balas ziah lalu ia menyematkan emoticon senyum.
"eeemmmhh gimana kalo besok kita ketemu aja, mau gak? Biar kejutan gitu kamu pasti kaget tau aku siapa" ajak kamila tak kehabisan akal, ziah berfikir sejenak....
"kayanya gak bisa deh, soalnya aku lagi gak di izinin keluar sendiri sama bunda" sebenarnya ziah penasaran siapa orang tersebut,kenapa susah sekali untuk sekedar memberi tahu siapa dia.
"oohh gitu ya,eemmh gimana kalo besok aku kesekolah mu? Bukan nya sekarang kamu mengajar ya? Soalnya aku kangen banget sama kamu zi" kamila terus berusaha meyakin kan ziah,kalo dia adalah teman masa SMA nya, bukan kamila namanya jika ia tak memiliki 1000 akal licik.
"kalo kamu gak mau ngasih tau nama, seengaknya kasih tau dulu, kamu cewe apa cowo?" tanya ziah, sebenarnya dalam hatinya sangat was-was dan takut.
"aku cewe zi,kamu santai aja kali, gimana nih, boleh gak besok aku kesekolahan mu?" tanya kamila kembali..
'gak papa kali ya kalo ketemu nya di sekolah, kan aman-aman aja' fikir ziah.
"ok, yaudah, besok kamu kesekolah aja sekitar jam 9 atau 10 lah, pokoknya jam istirhat anak-anak aja ya" tanpa berfikir panjang ziah menyetujuinya, melihat balasan dari ziah kamila semakin bahagia,
"hahahahahahahah ternyata kamu bodoh juga ziah, tunggu besok wanita si*lan, besok kau sudah tak akan nampak lagi di muka bumi ini" ucap kamila dengan di iringi gelak tawanya.
'gak sabar rasanya menunggu besok' ucap kamila.
hari pun sudah menjalang pagi, kamila bangun dengan perasaan senang dan bahagia. Tentu saja ia bahagia karna hari ini ia akan menemui ziah, lebih tepatnya membuat ziah celaka.
"zi jadikan?" tanya kamila so akrab.
__ADS_1
"iya boleh" balas ziah
"bun ziah berangkat dulu ya, bunda baik-baik di rumah ya" pamit ziah pada sang bunda, entah kenapa hari ini sang bunda merasa sangat berat melepaskan ziah.
"zi, kamu gak usah kesekolah dulu aja ya nak, perasaan bunda kok gak enak gini ya?" pinta sang bunda pada ziah. Ziah pun terkekeh.
"bunda kan biasanya juga setiap hari ziah pergi mengajar bun, ziah akan baik-baik aja bun, kan adang bang adit sama vano" ucap ziah, ntah kenapa hati sang bunda merasa tidak enak. Namun sang bunda hanya bisa menganggukan kepalanya dengan lemah.
Ziah pun berangkat menuju rumah adit, karna memang ziah belum di boleh kan membawa motor sendiri oleh siapa pun.
"maaf bang nunggu lama" ucap ziah, karna melihat adit sudah menunggu di teras rumah.
"iya gak papa, ayok berangkat" ajak adit, namun ziah menahan adit.
"eehh tunggu dulu bang, hawa mana aku mau ketemu sebentar kangeeenn banget" adit mengerenyitkan dahinya.
"ada di dalam, nanti juga pulang sekolah ketemu zi, kamu ini, orang sekarang tiap hari ketemu"
"iiiihh mau nya ketemu sekerang bang"rengek ziah, akhirnya adit masuk kedalam dan membawa hawa ke hadapan ziah.
Ketika melihat hawa ziah langsung mengambil hawa dari gendongan ayah nya, ziah terus menghujani ciiuman bertubi-tubi di pipi ziah, melihat hal tersebut membuat adit dan wafda kebingungan.
"ayo zi, nanti kesiangan" ajak adit, ziah pun menoleh lalu mengangguk.
"teh jagain hawa baik-baik ya" pesan ziah, membuat wafda semakin kebingungan. Namun wafda tetap menganggukan kepalanya.
***
Jam istirhat pun telah tiba. Karna penasaran ziah mencoba menghubungi orang yang mengaku-ngaku teman dekatnya itu. Yang tak lain adalah kamila.
"teh jadi ketemunya?" ziah memberi pesan pada kamila, yang tak ziah ketahui bahwa ia adalah kamila.
"jadi kok, ini aku lagi di jalan, ketemunya dimana?" basa basi mila membalas
"di kantin sekolah aja ya teh, biar deket aja" ajak ziah.
"aku malu zi, mending di sebrang sekolah aja, disana kan ada warung mau gak?" ajak mila, ia sudah sedari tadi sampai di sekolah ziah.
"tapi kamu sendiri ya zi" pesan mila, ziah tak memiliki fikiran jelek sedikitpun,yang ada di fikiran ziah mungkin teman nya itu ingin mengobrol berdua saja.
" oookk aku kesana ya" ziah pun berdiri dari duduk nya, dan mengayunkan kaki nya menuju sebrang sekolah.
" zi mau kemana?" tanya adit
"mau ke depan bentar bang"
"mau ngapain?"
"bentar doang kok bang," ziah tak menjawab pertanyaan adit,bisa-bisa ia gak di izinin pergi. Ziah pun pergi dengan tergesa-gesa.
"kamu dimana?" tanya ziah
"aku udah ada di warungnya zi" balas mila
Ziah pun bersiap untuk menyebarangi jalan tersebut, sebelumnya ia melirik ke kanan dan kekiri aman tidak ada mobil,namun saat ziah melagkah kan kaki nya, ada mobil yang di lajukan dengan kecepatan tinggi.
Orang-orang yang ada di sana pun berteriak histeris.
"AAWWWWWWAAAAAAAAAASSSSS" ucap orang tersebut. Ziah pun menoleh, namun entah kenapa kaki ziah begitu terasa kaku ia begitu sulit melangkahkan kakinya.
"aaaaaaaaaaaa" teriak ziah
__ADS_1
BRUUUUUUUKKKKKK, ziah pun tertabrak oleh mobil tersebut semua yang ada di sana histeris.