
Setelah 2 bulan ziah tidak mengajar akhirnya ziah bisa kembali mengajar, karna keadaan ziah berangsur-angsur membaik..
Para stap guru dan para murid berangtusias menyambut kembali kedatangan ziah. Semua guru dan para murid sangat merindukan kehadiran ziahh. Seperti biasa adit akan siap siaga menjemput ziah, terlebih ziah belum bisa membawa motor sendiri.
"sudah siap zi?" tanya adit, ziah menganggukan kepala.
"aku mau ketemu dulu hawa bang, aku kangen banget sama hawa bang" pinta ziah.
"sekarang udah siang zi, nanti saja pulang sekolah, kemaren kan baru ketemu"
"eemmhhh yaudah deh" ziah memasang wajah cemberut.
"nanti pulang sekolah puas-puasin deh ketemu nya ya, sekarang kita berangkat dulu, anak-anak sama para guru udah kangen banget sama kamu" goda adit.
"heeemmmm" ziah hanya bergumam.
"yaudah ayok, untuk sekarang kita pakee mobil dulu ya zi, agar kamu lebih nyaman"
"bang apa ini gak berlebihan? Apa wafda tidak marah? Mungkin dia tidak suka melihat abang terlalu perhatian sama aku bang, dia juga punya hati bang,aku takut wafda berfikir macam-macam tentang aku!" sebenarnya ziah merasa tidak enak kepada wafda, karna selalu merepotkan adit,termasuk wafda.
"zi, kamu gak usah berfikir kaya gitu! Perlu kamu tau ini semua itu keinginan wafda, karna kata dia, dia sangat sayang sama kamu, toh wafda mau nya kamu sama vano, dia terus saja mendesak vano, agar secepatnya menghalalkan kamu zi" memang benar itu semua keinginan wafda, wafda yang meminta pada adit, agar selalu terus menjaga ziah, agar tak kecolongan lagi oleh anak buah kamila.
"udah zi jangan ngobrol terus kesiangan kita nanti kalo kebanyakan ngobrol"
"iya-iya maaf, yaudah ayok" ziah pun berjalan mendahului adit, dan duduk di depan.
Ziah memang sudah menganggap adit itu seperti kakak kandungnya sendiri, begitu pun dengan adit.
Adit pun melajukan mobilnya menuju ke sekolah tempat mereka mengajarr. Sedangkan di sana para guru sudah menanti kedatangan ziah, mereka sangat-sangat merindukan ziah..
Sesampainya di sekolah ziah di sambut hangat dan haru oleh para guru dan siswa siswi.. Mereka begitu bahagia melihat sosok ziah berada di hadapan mereka..
"bu ziaaaaaahhhhh" teriak para murid dengan antusias.. Ziah hanya tersenyum manis, ia tak kuasa menahan air matanya.. Ziah merasa sangat beruntung berada di tengah-tengah orang yang sangat menyayangi nya..
Para murid sudah dari jauh hari menyiapkan hadiah untuk ziah, ketika mendengar ziah sudah membaik dan akan kembali mengajar, semua murid berantusias menyiapkan hadiah untuk ziah..
"bu ini untuk ibu, ibu jangan buat kami khawatir lagi ya kami sangat merindukan ibu, gak ada ibu kita merasa kesepian" ucap salah satu siswi pada ziah,dan ia menyodorkan kado tersebut pada ziah..
__ADS_1
"terima kasih semuanya, sama ibu juga sangat merindukan kalian semua disini" ziah mengambil kado yang di berikan muridnya, lagi-lagi air matanya kembali menetes,
Air mata yang ziah keluarkan bukan lah air mata kesedihan,namun air mata kebahagian,ia merasa bahagia, karna banyak sekali orang-orang yang mengkhawatirkan ziah..
"bu ziah, selamat datang kembali" zahra menghampiri ziah, lalu memeluk ziah.
"terimakasih banyak bu zahra" lirih ziah, zahra hanya mengangguk..
Di sisi lain agung menatap pekat kedekatan ziah dan zahra.. Tidak menamfik agung memang mengagumi keduanya, mereka sama-sama wanita hebat, dan sholehah. Bagi siapapun yang melihat nya akan jatuh hati pada keduanya..
Agung bisa di bilang orang paling beruntung di dunia ini, ia dapat menikahi wanita yang banyak di idamkan oleh para pria,namun hati zahra memilih agung, sangat beruntung bukan agung?
Meski awalnya agung sangat sulit melupakan ziah, bahkan sampai akhirnya zahra tau bahwa agung masih belum bisa melupakan ziah,namun zahra dengan memiliki hati yang sangat legowo, zahra dapat memaafkan agung, karna mungkin ziah hanya masa lalu agung, sekarang ia lah yang akan hidup bersama-sama agung,hingga akhir hayat..
Ziah pun menatap sekeliling ruangan, yang selama ini ia rindukan, tak ada yang berubah dari ruangan tersebut namun tempat inilah yang membuat ziah bahagia, bisa bersenda gurau, dengan para guru lain, meski sempat terjadi kecanggungan di antara agung dan ziah, namun semua itu kembali seperti semula, karna ziah tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, hingga akhirnya suatu hari hadirlah sosok vano di antara mereka, meski sempat ziah berlalu acuh tak acuh pada vano, namun vano berhasil membuat hati ziah luluh.
Dalam hati ziah terus mengucap syukur kepada allah,karna ia masih di beri kesempatan untuk kembali mengajar di sekolah ini.
"bu ziaahh" panggil seseorang pada ziah, ziah pun melirik ke arah suara yang memanggilnya.
"pak vano" ziah menyajikan senyum manis nya pada vano.
"me-menepati janji? Ma-maksud bapak?" ziah terbata-bata
" ya menepati janji saya, kalo saya akan membawa keluarga saya ke rumah bu ziah" vano menatap ziah
Mendengar vano berkata demikian, membuat ziah tercengang.
"apa ini tidak terlalu cepat pak?" tanya ziah ragu
"apa kamu masih meragukan saya zi?" vano mengintimidasi ziah.
"bu-bukan begitu pak,apa bapak yakin? Apa bapak tidak akan menyesal?" tanya ziah merendah
"sama sekali tidak, malah saya merasa menjadi pria yang sangat beruntung di dunia ini! Jadi gimana apa bu ziah akan menerima kedatangan saya dan keluarga?"
Ziah tak bisa berkata apa-apa hanya kepalanya yang memberikan jawaban.
__ADS_1
"alhamdulillah" lirih vano
"nanti sore saya beserta keluarga datang kesana" dengan penuh semangat vano berkata, namun berbeda dengan ziah,lagi-lagi ia di buat terkejut oleh vano.
"ini terlalu mendadak pak!" protes ziah.
"tidak.. Karna saya sudah menyiapkan nya dari jauh hari" kilah vano, lagi-lagi ziah hanya bisa pasrah..
***
Ziah pun telah tiba di rumahnya, ia menceritakan semua niat baik nya pada bunda nya itu..
"kamu serius zi? Mereka akan datang sore ini? Aduh gimana ini, bunda kan belum ada persiapan apa-apa zi" ucap bunda ziah dengan cemas.
"telpon saja ayah bund, suruh ayah pulang lebih awal, sekalian saja minta tolong ayah belanja" usul ziah, sang bunda mendelik ke arah ziah.
"zi.. Zii.. Kayak gak tau ayah mu saja, dia itu gak paham soal belanja, orang dia paling anti belanja" celoteh ibu ziah...
"Yah terus gimana bun?" dengan lunglai zia bertanya
"yasudah telpon saja abang mu adit, suruh dia belanja" usul ibu ziah, yang di setujui ziah.
Akhirnya ziah pun menelpon adit dan meminta bantuan adit, dengan senang hati adit membantu.
"bang adit bisa kan jemput dulu bunda kesini?" tanya ziah
"nggak usah sama bunda zi,biar abang berangkat sama wafda saja,"
"terus gimana sama hawa bang?"
"kebetulan ada ibu aku di sini zi, abang kasih tau ibu, kalo kamu mau lamaran" jelas nya.
"yasudah anterin dulu ibu bang adit kesini,sama hawa aku kangen sama hawa" rengek ziah.
"ntar aja deh zi" tolak adit
"nggak mau, mau nya sekarang,ayo dong bang anterin" rengek nya. Akhirnya adit pun mengalah dan mengantarkan ibu dan putrinya terlebih dahulu ke rumah ziah..
__ADS_1
"iya-iya baweeelll,dasar bocaaah" dengan nada sedijit jengkel adit berkata....
"makasih abang" ucap ziah dengan semuringaahh...