Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
23. Kembali mengajar


__ADS_3

Setelah beberapa hari cuti dari sekolah, hari ini agung dan zahra kembali lagi untuk menjalan kan tugas mengajarnya itu.


" Teh,aa maun mandi dulu ya" ucap agung pada istrinya itu, zahra menganggukan kepala


" iya a silahkan zahra mau siapin dulu baju untuk aa, stelah itu mau ke dapur liat ibu, malu zahra a. Dari kemarin gak bantuin ibu" zahra mengecutkan bibirnya dengan manja pada suaminya itu.


Agung merasa gemas pada istrinya itu, agung mencubit pipinya dengan gemas.


" Nggak papa sayang, kan ibu juga tau kemaren kamu gak enak badan, kenapa harus malu? Nggak ada yang malu-maluin istri aa kok" agung menggoda istrinya itu.


" iiisssh aa, cepetan mandi nya, zahra udah siapin baju nya tuh, sekarang zahra mau ke dapur dulu ya a" ucap zahra, lalu berlenggang pergi menuju dapur, di sana sudah ada sang ibu mertua sedang memasak.


" Bu zahra bantuin ya, ibu mau masak apa lagi?" tanya zahra pada ibu mertuanya itu.


Sang ibu mertua tersenyum dengan ramah


"Nggak usah neng, mending kamu mandi saja, takutnya nanti kesiangan lagian kan kamu baru sembuh" ucap sang ibu sambil memengang tangan mulus zahra.


Zahra merasa tidak enak hati. Zahra berinesiatif untuk mengerjakan pekerjaan rumah saja.


"yasudah bu, zahra mau beres-beres rumah saja ya" ucap zahra kembali, lagi-lagi sang ibu mertua melarangnya.


" Beres-beres rumah udah sama sahla,neng" ucap sang ibu, karna memang sebenarnya sebelum ada zahra sahla yang merapikan rumah, walaupun masih duduk di bangku SMP, namun sang ibu sudah mengajarkan banyak sekali perkerjaan rumah pada putri satu-satunya itu.


Hal tersebut semakin membuat zahra tidak enak pada keluarga suaminya itu.


"Maafin zahra ya bu, zahra selalu di merepotkan ibu" ucap zahra. Sang ibu mertua tersenyum dan menatap menantunya itu.


"Ibu sama sekali tidak merasa di repotkan nak, malah ibu seneng kamu mau di ajak tinggal di sini, walaupun suatu saat kamu dan suami mu harus kembali lagi ke rumah mu karna sebuah tanggung jawab" ucap sang ibu metua merasa sedih, ia tahu bahwa agung tak akan selama nya di sini karna ayah zahra sudah memerintahkan agung untuk kembali ke sana dan mengajar lagi,karna agung sudah bercerita akan hal itu pada tempo hari.


"Ibu jangan sedih walaupun zahra dan a agung sudah tidak tinggal di sini nanti, tapi zahra janji, zahra bakal sering nengokin ibu kesini" zahra memeluk sang ibu mertua. Ibu mertua pun menangis, karna terharu pada menantu nya itu.


"Udah ah bu jangan nangis, nanti zahra ikutan nangis" ucap zahra, ia menahan tangisan nya agar tidak tumpah, namun pertahanan nya gagal, air matanya lolos begitu saja.

__ADS_1


Ibu mertua pun mengusap air matanya dan tersenyum " Aduh pagi-pagi udah galau gini,kalo kata bahasa anak muda mah" ucap sang ibu mertua, zahra pun tersenyum dan izin pamit untuk mandi.


"Bu zahra ke kamar dulu ya mau mandi takut kesiangan " ucap zahra


"yaudah atuh neng iya,nanti di tinggalin sama suami mu" ucap sang ibu guyon.


Zahra pun pergi ke kamarnya dan langsung mandi, setelah selesai mandi dan berdandan rapi, zahra pun kembali ke ruang meja makan, di sama kelurga agung sudah menunggu.


"Maaf nunggu lama" ucap zahra merasa sungkan dan malu.


"tidak nak, kami juga baru duduk disini" ucap sang ibu mertua.


"ayo makan nanti kesiangan lagi"


Mereka menganggukan kepala. Mereka pun menikmati sarapan pagi dengan nikmat dan sederhana.


Stelah selesai makan kedua anak, bu halimah pamit untuk berangkat sekolah, tinggal lah agung dan zahra.


" Teh berangkat sekarang?" tanya agung.


"Aa gak akan pernah melarang teh, tapi ada baiknya mending sepulang sekolah kesana nya,jadi kangen-kangenan nya bisa lama" ucap agung, hal tersebut di setujui oleh zahra.


Mereka pun pamit untuk berangkat pada sang ibu.


"Bu kami pamit berangkat dulu ya" ucap agung. Lalu mencium tangan sang ibu dengan ta'dim begitu pun zahra.


" Iya hati-hati ya bawa motornya " pesan sang ibu.


"Siiap bu" ucap agung. Mereka pun pergi dari halaman rumah nya. Di sepanjang perlajanan mereka terus becanda, hingga tak terasa sudah tiba di sekolah.


Sesampainya di sekolah agung dan zahra berjalan beriringan, mata sudut mata yang memangdang agung dab zahra, mereka kagum dan merasa baper karna mereka sama-sama cantik dan tampan.


" sempurnaa" gumam salah satu murid, agung dan zahra yang mendengar hanya tersenyum lucu melihat tingkah mereka.

__ADS_1


Sesampai di ruang guru, semua orang heboh karna kedatang pengantin baru.


" waaahh ada pengantin baru, puas ya 1 minggu lebih cuti nya" guyon salah satu guru


" bukan puas lagi pak merdeka lah poko nya mah" timpal guru lain, yang di iringi gelak tawa para guru di sana.


Tentu saja hal tersebut membuat zahra dan agung malu.


"pak agung akhirnya udah nyoblos" ucap adit ingin puas. Agung mendelik pada sahabatnya itu.


" apaan sih pengen puas banget" gerutu agung.


Tanpa mereka sadari guyonan mereka membuat hati salah seorang wanita sakit, bagai di cabik-cabik.


" Bu ziah apa kabar,lama tak berjumpa kangeen bangeet" ucap zahra basa basi, ketika mendengar kata ziah agung melirik sekilas, masih ada rasa bersalah menyelinap dalam hati agung.


"sepertinya kamu sekarang membenciku zi" lirih aku dalam hati.


"Kabar baik bu, bu zahra sendiri bagaimana kabarnya?" tanya ziah kembali.


"alhamdulillah bu baiik" ucap zahra.


Zahra tidak menyadari bahwa hati ziah saat ini kembali sakit, ketika melihat mereka berduan berjalan beringin, bagaikan luka yang sudah sembuh, namun kembali menganga, seperti hati ziah yang sudah mulai sembuh dari luka itu, namun kembali terasa setelah melihat kebersamaan mereka.


"bu rinayah kemana?" tanya zahra


"udah cuti beberapa hari lalu bu" jawab ziah, zahra mengangguk-anggukan kepalanya.


"bu nanti kita ke kantin bareng ya" ajak zahra


ziah tersenyum " iya bu ayo" jawab ziah.


Meskipun hati ziah kini kembali sakit, namun ia tak boleh memperlihatkan nya, apalagi pada zahra, ziah tak akan mungkin sampai benci pada zahra,karna zahra tidak bersalah, dan ziah lah yang mundur dan mengalah.

__ADS_1


" Kamu harus bahagia zi, walau tanpa dia"lirih ziah...


__ADS_2