BUNGA MATAHARIKU

BUNGA MATAHARIKU
Liburan Berdua


__ADS_3

...🌻Selamat Membaca🌻...


Stela berdiri menatap pemandangan laut malam dari balik kaca kamar resort yang ia tempati. Kapal dan boat yang berjejer rapi di pelabuhan menjadi daya tarik tersendiri bagi kota yang kini disinggahinya.


Hakodate, di situlah ia berada saat ini. Setelah menempuh perjalanan udara yang melelahkan selama delapan jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan bis kurang lebih dua puluh menit, sampailah Stela dan Tristan di sebuah kota yang berada di ujung selatan pulau Hokkaido-Jepang, bernama Hakodate. Kota ini menjadi jantung dari segala aktifitas maritim selama berabad-abad, jadi jangan heran jika sejauh mata memandang, yang dapat dilihat, didominasi oleh laut luas berwarna biru jernih dengan berbagai macam kapal yang berlayar di atasnya.


.......


Liburan yang direncanakan Tristan dua hari lalu, akhirnya terealisasikan juga. Kenapa kekasih Stela itu memilih Hakodate-Jepang sebagai destinasi wisata? Alasannya adalah karena biar jauh saja, kapan lagi bisa jalan-jalan berdua keluar negeri, hahaha.


.......


Lamunan Stela buyar ketika mendengar suara ketukan di pintu kamar penginapannya. Ia yakin jika yang datang itu adalah Tristan. Lekas Stela membukakan pintu untuk kekasihnya. Tristan baru saja kembali dari mengurus suatu hal.


"Bersiaplah Hon, kita akan ke bawah untuk makan malam," katanya.


"Ya. Aku sudah menunggu itu sedari tadi. Perutku lapar sekali." Stela mengelus perutnya dengan tampang memelas.


Tristan gemas, ia mengusap kepala Stela dan tersenyum. "Maafkan aku karena meninggalkanmu terlalu lama," ucapnya sedikit menyesal.


"It's ok. Ayo kita pergi!" Stela langsung menggandeng lengan Tristan keluar dari kamar penginapannya.


...🏖️ 🏖️ 🏖️...


Pagi-pagi sekali Tristan sudah mengetuk pintu kamar penginapan kekasihnya. Stela yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung membukakan pintu.


"Ada apa?" tanyanya sembari membuka daun pintu lebih lebar agar Tristan bisa masuk.


"Aku mau mengajakmu ke suatu tempat," jawab pria itu.


"Sepagi ini? Ke mana?" Terlihat keantusiasan di wajah cantik Stela. Ia ingat, kemarin Tristan berjanji bahwa hari ini mereka akan pergi menjelajah semua tempat wisata di Hakodate dan Stela sudah tidak sabar untuk itu.


"Ke tempat yang bisa memanjakan perut." Tristan menepuk pelan perutnya seraya mengedipkan sebelah mata.


"Ok." Wajah Stela sumringah, ia segera bersiap. Membenahi sedikit penampilannya di cermin.


.......

__ADS_1


Mereka berdua sampai di Hakodate Asaichi atau pasar pagi Hakodate, yang terletak persis di depan Stasiun Hakodate. Sepagi ini sudah banyak orang yang memadati pasar.


Di pasar pagi itu terdapat beberapa restoran yang menyediakan Kaisenburi, yaitu Sashimi yang disajikan di atas nasi dalam mangkuk. Kemudian, beberapa restoran juga menyediakan kolam berisi cumi-cumi yang menjadi makanan khas Hakodate. Kita bisa memancing cumi-cumi dari kolam itu lalu meminta juru masak restoran untuk langsung mengolahnya menjadi Sashimi.


"Yeyy... dapat lagi." Stela bersorak riang kala pancingan ketiganya kembali membuahkan hasil. Kini sudah tiga ekor cumi-cumi ukuran jumbo yang ia kumpulkan.


"Sudah ya, kalau terlalu banyak nanti tidak habis." Sebenarnya Tristan tidak tega mengganggu kesenangan Stela, tapi jika dibiarkan terus kapan mereka bisa menikmati cumi-cumi hasil tangkapan kekasihnya itu.


Stela akhirnya menyudahi acara memancingnya. Ia masuk ke dalam sebuah restoran dan mencari tempat duduk yang kosong sementara Tristan memberikan cumi-cumi mereka tadi pada juru masak.


.......


Berbagai jenis Sashimi kini sudah terhidang di atas meja termasuk cumi-cumi hasil tangkapan Stela tadi. Hakodate memang terkenal dengan hasil laut mereka yang berlimpah.


"Woah... pasti sangat enak." Stela sudah tak sabar untuk mencicipi hidangan yang ada di depannya.


"Ayo makan!" kata Tristan.


"Ya ..." Stela mengangguk. Ia lantas mengambil sumpit dan mulai menikmati seafood segar itu.


.......


Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Goryokaku. Goryokaku adalah tempat wisata paling populer di Hakodate. Tempat itu adalah taman publik yang dulunya merupakan benteng yang dibangun pada akhir zaman Edo.


Ciri khas dari tempat itu adalah bentuknya yang seperti bintang raksasa. Katanya tempat itu dirancang demikian untuk mencegah terbentuknya blind spot saat musuh datang menyerang. Kemudian, di bagian sudut area bintang tersebut juga terdapat baterai artileri (kumpulan satuan senjata api, mortar, roket atau misil) yang digunakan untuk melawan serangan musuh pada zaman dulu.


Puas menikmati pemandangan dan berfoto ria di taman unik itu, kini saatnya Stela dan Tristan mengisi perut. Sudah saatnya makan siang. Mereka memilih tempat makan yang tidak jauh dari Goryokaku.


.......


Jika tadi mereka bermain di taman, kini Tristan dan Stela mengunjungi sebuah gereja tua yang ada di Hakodate. Gereja Orthodox Ru sia itu terletak di area Motomachi.


Pada tahun 1859, pelabuhan Hakodate dibuka sebagai salah satu pelabuhan untuk perdagangan internasional pertama di Jepang. Akibatnya, banyak pendatang baru dari berbagai negara yang menetap di sana dan hal itu berpengaruh pada percampuran budaya Jepang dengan budaya asing khususnya di area Motomachi. Saat ini Motomachi menjadi daerah wisata dengan beragam bangunan peninggalan sejarah bergaya Amerika, Rusia, Inggris, dan lainnya yang menarik untuk didatangi.


Bangunan gereja Orthodox Rusia menjadi simbol dari keberadaan kota ini. Setiap minggunya pada hari Sabtu pukul 17.00 dan Minggu pagi, kita bisa mendengar alunan lonceng indah dari gereja ini yang termasuk ke dalam 100 Best Soundscapes of Japan.


Di dalam gereja, Tristan dan Stela tidak lupa berdo'a. Mereka memanjatkan segala do'a dan harap pada Tuhan. Satu yang pasti, dalam diamnya, kedua insan ini sama-sama berharap agar mereka selalu bersama dan berbahagia selamanya.

__ADS_1


Selain ke gereja, pasangan ini juga berjalan-jalan menyusuri Motomachi yang sangat identik dengan perpaduan budaya Jepang dan budaya asing. Tak lupa saat akan kembali, mobil Tristan menuruni jalan landai ternama di Jepang yaitu Hachiman-zaka Slope. Saat melewati jalan itu, pemandangan gunung dan pelabuhan yang indah terlihat sangat jelas.


.......


Sampainya di resort, Stela dan Tristan memilih untuk rehat sejenak. Tubuh mereka terasa lelah karena seharian ini berjalan-jalan di kota, tapi walaupun begitu hati mereka merasa senang dan puas.


.......


Selesai makan malam, Tristan mengajak Stela ke pelabuhan. Mereka berdua memakai jaket karena angin laut berhembus cukup kuat. Sampai di sebuah dermaga, sudah ada kapal yang menanti. Kapal bernama Blue Moon itu adalah sebuah kapal wisata yang bisa dinaiki untuk berlayar di laut sekitar pelabuhan Hakodate. Tristan sengaja menyewa kapal itu hanya untuk dirinya dan Stela.


"Kita naik ini?" tanya Stela tak percaya.


Tristan mengangguk dan tersenyum. Ia naik ke atas kapal terlebih dahulu kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Stela naik.


Kapal yang cukup besar itu akhirnya bergerak. Berlayar menyusuri perairan di sekitar pelabuhan. Tak ada satu pun orang yang berada di atas kapal kecuali mereka. Namun, di dalam sana pasti ada nahkoda yang menjalankannya.


Stela berdiri di ujung depan kapal, ia merentangkan kedua tangannya selebar mungkin persis seperti yang dilakukan Rose dalam film fenomenal berjudul Titanic. Gadis itu memejamkan mata, menikmati hembusan angin yang menerpa tubuh dan wajahnya.


Tristan yang berdiri cukup jauh di belakang Stela tersenyum lembut. Perlahan pria itu mendekat dan berdiri tepat di belakang Stela. Ia menggapai kedua tangan gadisnya dan membawanya ke depan tubuh. Tristan memeluk Stela dari belakang.


"Kau suka?" bisiknya. Napas pria itu berhembus hangat di tengkuk Stela, membuat si gadis pirang memejamkan mata menikmati sensasi menggelitik yang sudah sering ia rasakan jika berada di posisi seperti ini.


Lama terdiam, Stela kembali membuka mata. Ia memiringkan kepala untuk dapat melihat wajah kekasihnya. "Suka. Sangat suka," jawabnya.


Mendengar itu Tristan semakin mengetatkan pelukannya. Wajahnya kini tenggelam di lekukan leher jenjang nan putih Stela. Menghirup dengan rakus aroma menenangkan yang menguar dari sana.


Stela lagi-lagi memejamkan mata, menikmati posisi intim mereka saat ini ditambah dengan suasana tempat yang sangat mendukung.


Kapal berlayar semakin jauh meninggalkan pelabuhan. Pemandangan dari atas kapal terlihat begitu indah. Cahaya lampu warna-warni dari berbagai jenis bangunan seperti mengelilingi mereka.


"Terima kasih karena sudah hadir di hidupku, Auristela."


...🛥️ 🛥️ 🛥️...


Liburan mereka di Hakodate berakhir. Sebelum ke tempat tujuan selanjutnya, Tristan dan Stela membeli oleh-oleh dulu untuk dibawa pulang ke Indonesia. Mereka memilih Hakodate Meijikan sebagai tempat berbelanja. Di sana, semua oleh-oleh baik berupa barang ataupun makanan khas Hakodate lengkap tersedia.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa Like & Comment🙏🏻😊...


...Terima kasih...


__ADS_2