BUNGA MATAHARIKU

BUNGA MATAHARIKU
Kembali


__ADS_3

...🌻Selamat Membaca🌻...


"Tristan..."


Tristan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menghiraukannya, mencoba bersikap seakan-akan dia tidak mendengar suara itu, tapi sialnya si pemanggil malah berlari menghampirinya.


"Tristan, aku memanggilmu loh. Kok tidak berhenti, sih?" rajuk manja seorang wanita yang kini sudah melingkarkan tangannya di lengan Tristan.


"Maaf, saya tidak dengar dan tolong lepaskan tangan anda dari lengan saya!" pinta Tristan dengan suara dingin.


Wanita itu bukannya menuruti, malah tangannya semakin erat memeluk si pria. Penolakan Tristan adalah sebuah tantangan untuknya. "Jangan malu-malu begitu, semakin kau tolak, semakin aku bersemangat..." ucapnya tepat di telinga Tristan, membuat pria itu merinding. Bukan karena tergoda, bisikan itu terdengar seperti bisikan makhluk halus baginya.


"GILA!" umpatnya, di dalam hati tentu saja. Dengan paksa, ia melepas tangan wanita itu dan berlari ke arah parkiran di mana mobilnya berada.


Setelah masuk ke dalam mobil dan menguncinya, Tristan langsung menghembuskan napas lega. Akhirnya ia bisa terlepas dari jeratan janda agresif yang sedikit sinting itu.


"Ayo jalan, Tristan sayang!"


Deg


Hening...


Tristan terdiam, hawa di sekitarnya berubah dingin. Takut-takut, ia melirik ke arah kursi di samping kemudinya.


"SHIT!"  Ya Tuhan, sejak kapan wanita ini masuk ke dalam mobilnya.


"Tristan, antarkan aku pulang ya, kebetulan hari ini aku tidak bawa mobil," pintanya sambil mengedip-ngedipkan mata menggoda. Sama sekali tak dihiraukannya umpatan Tristan yang tertuju pada dirinya barusan.


"Memangnya aku supirmu, huh?" jerit hati Tristan.


Beberapa saat kemudian, pria itu menghela napas berat, Mau tak mau, ia menuruti saja permintaan wanita gila itu, dari pada panjang urusannya.


Selama perjalanan, wanita itu berceloteh ria, Tristan sama sekali tidak mendengarnya. Ia memilih fokus menatap jalanan.


Sekedar informasi, wanita itu adalah ibu dari teman ballet Ara. Mereka bertemu di tempat kursus. Entah kenapa, sejak pertemuan pertama mereka, si wanita yang merupakan janda muda beranak satu itu gencar mendekatinya. Sudah berulang kali ditolak, baik secara halus maupun kasar, tapi tidak mempan sama sekali. Tristan bingung, harus dengan cara apalagi dia mengusir makhluk halus satu itu dari kehidupannya.


"Oh God. Help me, please!" raung Tristan saat wanita itu sudah berani mencolek-colek bagian tubuhnya.

__ADS_1


Deg


CKITTTT


Tristan mengerem mendadak, wanita di sebelahnya menjerit kesakitan saat kepalanya terantuk pada dashboard. Tanpa mempedulikan si wanita, Tristan melepas sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil.


Setelah keluar, pria yang semakin terlihat tampan dan matang di usianya yang sudah memasuki 30 tahun itu, langsung berlari menuju sebuah mobil yang berhenti di tengah jalan. Selintas, ia seperti melihat seseorang yang dikenalnya ada di dalam mobil tersebut.


Sampai di sana, ia mengintip ke dalam mobil, tak ada siapapun. Namun, entah kenapa, jantung Tristan mulai berpacu dengan cepat, ia merasa seperti akan bertemu dengan seseorang yang selama ini dirindukannya.


Melihat kap mobil depan yang terbuka, Tristan segera melangkah ke sana. Seorang perempuan berambut panjang terlihat tengah meneliti mesin mobil yang sedikit berasap.


Deg


Bentuk tubuh, warna rambut, Tristan segera mengenali sosok itu, tapi ada rasa tidak yakin dalam dirinya jika itu memang adalah sosok yang begitu dinantinya. Ia mencoba memanggil.


"E-la..." panggilnya terbata.


Tak disangka, si perempuan menoleh dan saat itu juga Tristan tak bisa lagi menahan diri untuk tidak langsung menerjang tubuh kekasih yang sangat dirindukannya itu.


Si perempuan, yang tak lain adalah Stela, terperanjat kaget saat Tristan, yang entah datang dari mana, menerjang, hingga tubuhnya terdorong ke belakang.


"Miss you too, Baby. Merindukanmu sampai mau mati rasanya," balas Tristan. Ia mengecup pucuk kepala Stela berulang kali.


Asyik melepas rindu, tiba-tiba pelukan mereka dilerai paksa oleh seseorang.


"Apa-apaan ini? Lepaskan Tristanku, dasar wanita genit!" jerit wanita yang ternyata adalah si penggemar yang ikutan turun mengejar saat Tristan keluar dari mobil tadi.


Tristan mengumpat karena lagi-lagi makhluk halus satu itu mengganggu kesenangannya. Sementara Stela menatap wanita yang sudah lancang memisahkannya dengan kekasih tercinta dengan mata memicing. Wanita sexy dengan pakaian super ketat dan riasan wajah mencolok.


"Darling... Who is she?" tanya Stela sembari menatap wanita yang sudah berdiri di samping kekasihnya, menyelidik.


"Kau yang siapa, kenapa memanggil Tristanku dengan darling-darling segala, huh?" sengit si wanita yang tidak diketahui namanya itu. Kebetulan... Tristan sudah lupa siapa namanya karena memang tidak penting juga untuk diingat.


Stela menyeringai melihat reaksi wanita di depannya, tiba-tiba timbul niat jahil untuk mengerjai si wanita yang dapat ia tebak sebagai penggemar sang kekasih.


"Darling... bisakah kau jelaskan pada wanita ini siapa diriku?" Stela sengaja merapatkan tubuhnya pada Tristan, merangkul mesra lengannya dan menyenderkan kepala di bahu lebar sang kekasih dengan manja.

__ADS_1


Si wanita yang melihat adegan itu langsung panas membara, wajahnya memerah terbakar api cemburu.


"Dia kekasihku..." beritahu Tristan cepat sebelum si wanita membuka suara dan marah-marah.


Si wanita melotot, sementara Stela mendelik ke arah Tristan. Ia tidak senang dengan jawaban yang diberikan pria itu.


"Kekasih, ya...?" desis Stela sembari mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin cantik yang bertengger di jari manisnya.


Tristan terdiam, ia mencoba mencerna maksud Stela yang memperlihatkan cincin pemberiannya beberapa tahun lalu di padang Bunga Matahaari.


Bosan menunggu Tristan yang terlalu lama berpikir, Stela segera mengambil langkah. Ia menghampiri si wanita dan berdiri tepat selangkah di hadapannya.


"Auristela, calon istri Tristan." Stela memperkenalkan diri.


Si wanita terbelalak, ia beralih menatap Tristan dengan mata berkaca-kaca. Beberapa langkah ke depan, ia sudah berdiri tepat di hadapan si pria tampan yang begitu digilainya.


PLAKK


"Dasar pria brengsek, pemberi harapan palsu!" Setelah menjerit melampiaskan kemarahan, si wanita langsung berlari pergi dari hadapan Tristan dan Stela.


Tristan mengusap pipinya yang nyeri. Demi apa dia ditampar oleh makhluk halus itu? Dan sejak kapan ia memberi harapan pada wanita itu? Benar-benar menjengkelkan!


"Di mana mobilmu?" tanya Stela datar.


Tristan menunjuk sebuah mobil yang terparkir di jalan depan sana. 


"Tolong kau bawa semua barang-barangku yang ada di dalam mobil," titahnya lalu melenggang pergi meninggalkan Tristan yang masih meringis memegangi pipinya.


Deg


"Apa dia marah?" batin Tristan begitu melihat sikap berbeda yang ditunjukkan sang kekasih. "Sial... Ini pasti karena makhluk halus itu!" umpatnya kesal.


Dengan mulut menggerutu, Tristan masuk ke dalam mobil Stela dan mengambil semua barang bawaannya yang lumayan banyak, ada dua koper besar dan satu tas tangan. Ia membawa semua itu menuju mobilnya.


...Bersambung...


Jangan lupa Like dam Comment, ya...

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2