
"Apa sudah siap untuk kedua mempelai nya?", ucap sang penghulu
"Sudah pak", jawab mas Hisyam dengan suara tegas nya
"Baiklah, kalau begitu kita mulai sekarang", ucap sang penghulu
Sambil menyodorkan tangannya yang langsung di sambut oleh mas Hisyam
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Saya nikah kan dan saya kawin kan engkau saudara Hisyam Sebastian Lubis bin Candra Fabian Lubis dengan saudari Arumi Prameswari binti Adam Prameswari dengan mas kawin berupa logam mulia 100gr dan uang tunai senilai 1M di bayar tunai",
"Saya terima nikah dan kawin nya Arumi Prameswari binti Adam Prameswari dengan mas kawin tersebut tunai", ucap mas Hisyam dengan lugas dan lantang
"Bagaimana para saksi, sah?", ucap sang penghulu
"Sah", jawab semua orang yang ada di dalam ruangan, kecuali kedua mempelai
"Alhamdulillah", ucap semua orang
Setelah acara ijab kabul selesai, sang penghulu pun meminta izin untuk pulang terlebih dahulu.
"Selamat ya sayang, kamu sudah menjadi menantu mama sekarang", ucap mama Nisa sambil memeluk ku
"Terimakasih ma", ucapku sambil membalas pelukan nya
__ADS_1
"Hisyam, jaga putri mama dengan baik. Jangan sekali kali kamu menyakiti nya, karena jika kamu sampai menyakiti putri mama ini sama saja kamu sudah menyakiti mama", ucap mama
"Iya ma", jawab nya
Aku begitu terharu dengan ucapan mama, aku bersyukur karena begitu di terima di keluarga ini. Tanpa sadar air mataku menetes, aku tidak menyangka jika aku sudah menjadi seorang istri sekarang. Lalu cepat cepat ku usap air mata ku sebelum ada yang menyadari nya
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, jalani lah pernikahan ini sebagaimana mestinya. Jangan jadikan sebuah pernikahan sebagai permainan, jadi mulailah untuk menerima keberadaan masing-masing", ucap papa
"Baik pa", ucap kami bersamaan
Setelah kedua mertua ku selesai kini gantian sahabat ku
"selamat atas pernikahan kalian", ucap Siska sambil memeluk ku
"Dan untuk kamu kulkas berjalan, jangan sekali kali menyakiti sahabat ku. Karena jika itu sampai terjadi, aku sendiri yang akan menghajar mu", ucap Siska dengan nada galak nya tanpa melihat sekitar
"Sis", ucapku mendesis untuk mengingatkan Siska jika di sini masih ada kedua mertua ku
"Eh ma-maaf om Tante Siska kelepasan", ucapnya sambil tersenyum canggung
"Tidak apa-apa nak. Tante baru tahu jika anak Tante ini punya julukan unik", ucap mama Nisa sambil tersenyum agar Siska tidak merasa begitu bersalah
"Selamat untuk pernikahan kalian. Dan terimakasih, kalian sudah mau mewujudkan keinginan mas", ucapnya tulus dan sedikit tersenyum dengan masih berbaring
"Iya kak", ucap mas Hisyam, sedangkan Arumi hanya diam tidak tahu harus bereaksi seperti apa
__ADS_1
"Hisyam, sekarang Arumi adalah istri mu. Jaga dan sayangilah dia karena sekarang dia adalah tanggung jawab mu", ucapnya lagi
"Iya kak. Kakak tidak perlu khawatir", kata mas Hisyam
"Kakak percaya padamu, itu sebabnya kakak menyerahkan nya padamu", ucapnya sambil tersenyum
Lalu setelah nya pun hening hingga mas Taufik pun berucap
"sebaiknya kalian pulang dulu. Aku lelah ingin istirahat", ucapnya
Setelah mengatakan itu Tanpa menunggu jawaban dari kami mas Taufik pun memiringkan tubuhnya membelakangi kami.
"Baiklah. Sebaiknya kita keluar dulu, biarkan Taufik beristirahat", ucap papa
Lalu setelah nya kami semua pun keluar. Setelah sampai di luar Siska pun berpamitan untuk pulang lebih dulu
"Sebaiknya kalian juga pulang dulu untuk istirahat. Nanti kalian bisa kesini lagi", ucap papa setelah Siska pergi
"Apa papa sama mama tidak ikut pulang?", tanya ku
"Tidak nak, kalian pulang saja dulu lalu istirahat. Nanti jika kalian sudah kesini lagi baru kami pulang, kita bergantian saja", ucap mama
"Baiklah ma, kalau begitu kami pulang dulu", ucap mas Hisyam
Lalu setelah nya kami pun pulang
__ADS_1