Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab29


__ADS_3

"bener pak ini rumahnya?", tanya Arumi pada sopirnya saat mobil mereka berhenti di depan gerbang rumah mewah


"iya non, bener. Sudah sesuai sama yang di GPS ", ucapnya


"Bentar, biar aku turun dulu tanya sama satpam nya", ucap Arumi


"Gak usah rum, itu pak satpam nya udah kesini", ucap Siska ketika melihat seorang satpam mendekat ke arah mereka, sehingga membuat Arumi mengurungkan niatnya dan hanya membuka kaca mobil nya


"Pak, apa benar ini rumah nya tuan Rangga?", tanya nya pada satpam yang menghampiri mereka


"Apa non teman nya tuan Rangga?", tanya seorang satpam sambil membukakan pintu gerbang untuk mereka


"Iya pak, saya Arumi klien nya tuan Rangga ", ucapnya sambil tersenyum ramah


"Oh, iya silahkan masuk non. Non udah di tungguin di dalam", ucapnya


"Terimakasih pak", ucapnya


Lalu setelah nya mobil masuk ke dalam pekarangan rumah mewah itu


"Permisi ", ucapnya sambil berdiri di depan pintu yang sudah terbuka saat dia dan Siska sudah turun dari mobil


"cari siapa ya non?", tanya seorang art wanita paruh baya setelah membuka pintu


"Apa tuan Rangga nya ada bi?", tanya nya


"Oh, non Arumi ya?. Ayo non, silahkan masuk. Nyonya sudah menunggu di dalam", ucapnya dengan ramah setelah mengetahui siapa tamu tuan nya


"Terimakasih bi", ucapnya lalu keduanya masuk mengikuti sang art


"Silahkan duduk dulu non, saya panggilkan nyonya sebentar ", ucapnya mempersilahkan tamu tuannya untuk menunggu di ruang tamu


"Iya bi, terimakasih,", ucapnya


Lalu setelah nya art tersebut masuk kedalam untuk memanggil tuan rumah


Tok tok tok,,,,,,art tersebut mengetuk pintu kamar majikan nya


"Masuk", sahutnya


"maaf nyonya, non Arumi sudah menunggu di ruang tamu", ucapnya setelah masuk ke kamar majikannya dan melihat majikannya sedang menidurkan bayi nya di dalam boks bayi


"Ah iya bi, tunggu sebentar,", ucapnya


"tolong antarkan camilan dan minuman untuk kami ya bi", ucapnya lagi setelah meletakkan bayi nya dalam boks bayi. Lalu setelah nya dia keluar untuk menemui tamu yang sudah di tunggu sedari tadi oleh nya


"Kamu sudah sampai? ", sapa nya pada tamunya


"iya nyonya, kami baru saja sampai", ucapnya

__ADS_1


sambil berdiri


"Ayo silahkan duduk", ucapnya mempersilahkan setelah mereka selesai cipika cipiki


"oh ya nyonya, kenalin ini sahabat saya Siska ", ucapnya setelah duduk kembali, lalu mereka pun berkenalan


"Maaf membuat kalian menunggu, saya baru saja menidurkan anak saya yang masih bayi", ucapnya dengan nada tidak enak hati karena tidak menyambut tamunya tadi


"Tidak apa-apa nyonya, kami mengerti", ucapnya


"Oh iya nyonya, ini kami ada sedikit oleh oleh untuk anak nyonya", ucapnya sambil memberikan paper bag yang tadi di bawanya


"Kalian ini kenapa repot repot, terimakasih ya", ucapnya sambil menerima paper bag pemberian Arumi


"Iya nyonya, kami tidak repot kok", ucapnya dengan tersenyum


Belum sempat istri Rangga menimpali, asisten rumah tangga nya sudah datang lebih dulu dengan membawakan minuman untuk mereka


"permisi nyonya, ini minum nya", ucapnya sambil meletakkan tiga minuman dan beberapa kue kering


"Terimakasih bi",


"Sama sama nyonya, permisi", ucapnya sambil membungkukkan badannya lalu kembali ke dapur


"Silahkan di nikmati minuman dan camilan nya", ucapnya


"jangan panggil nyonya lah Rumi, sepertinya umur kita gak beda jauh, panggil Sarah aja", ucapnya


"baik nyo- eh Sarah", ucapnya canggung karena belum terbiasa


"Kalian sudah datang? ", tanya seorang pria yang merupakan suami dari Sarah, yang tidak lain adalah Rangga


"Iya tuan, baru saja ", ucap Arumi lalu berdiri dan menyalami Rangga yang di ikuti juga oleh Siska


"ayo silahkan duduk ", ucapnya


setelah mengatakan itu mereka pun kembali duduk


"gimana kabar kamu Rumi?. Maaf, setelah kejadian itu kami belum sempat mengucapkan terima kasih. Karena setelah kejadian itu aku dan mas Rangga memutuskan untuk pindah keluar kota bersama anak kami untuk sementara waktu", ucapnya


"iya tidak apa-apa, kabar ku baik", ucapnya seadanya sambil tersenyum


"Kamu tahu, setelah kami kembali ke kota ini, aku langsung menyuruh mas Rangga untuk mencari mu. Dan saat mas Rangga mengatakan kalian bekerja sama, aku meminta untuk bertemu denganmu. Tapi mas Rangga tidak mengizinkan karena kondisi ku belum memungkinkan pasca operasi, makanya saat mas Rangga mengatakan kamu akan berkunjung ke sini aku senang sekali ", ucapnya panjang lebar dengan senyuman di bibirnya


"Iya Sarah, aku juga senang melihat kamu baik baik saja. Oh iya apakah pelakunya sudah tertangkap?", tanya nya


"Belum, dia sudah kabur sebelum polisi menangkap nya", ucap Rangga setelah sedari tadi hanya mendengarkan


"Apakah kalian tahu siapa pelakunya?", tanya nya lagi karena penasaran

__ADS_1


"Iya, dia adalah saudara tiri ku, entah apa motifnya kami juga tidak tahu", ucap Sarah dengan sedih


"Astaga, kenapa ada saudara yang Setega itu", ucapnya dengan menutup mulut tidak percaya, sedangkan Siska yang tidak mengerti hanya diam mendengarkan


"entahlah, tapi yang penting kami baik baik saja. Dan semua itu berkat pertolongan mu, terimakasih ya arumi. Jika saja tidak ada kamu yang menolong entah bagaimana jadinya." ucapnya dengan tulus


"Sama sama, sudah lah jangan berlebihan. Aku hanya kebetulan lewat dan melihat kejadian itu, jika orang lain berada di posisi ku pasti juga akan melakukan hal yang sama." ucapnya


"Oh iya rum, apa kamu sudah menikah?", tanya nya saat matanya tidak sengaja melihat cincin di jari manisnya


"Eh iya, aku belum lama ini menikah." ucapnya dengan tersenyum


"wah, selamat ya atas pernikahan mu." ucapnya dengan antusias


"Iya, terimakasih." ucapnya dengan kikuk karena pernikahan nya yang entah bagaimana


"Bagaimana dengan mu Siska, apa kamu sudah memiliki kekasih?." tanya nya pada Siska yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan


"Hehe belum sar, belum terpikirkan ke arah sana." jawabnya sambil menampilkan deretan gigi nya


"Tidak apa-apa, jika belum siap jangan terburu-buru. Karena pernikahan bukanlah sebuah perlombaan, jangan menuruti omongan orang, karena kita yang menjalaninya." ucapnya dengan bijak


"Iya, terimakasih." ucapnya ala kadar karena tidak tahu ingin menjawab bagaimana


Lalu setelah nya mereka pun bercerita tentang banyak hal, entah sudah berapa lama mereka bercerita hingga baby sitter nya mendatangi nya dan mengatakan jika putri bungsunya terbangun


"Maaf nyonya, non Alice menangis dan tidak mau berhenti sedari tadi." ucapnya sambil menunduk


"Apa sudah di beri susu?." tanya nya pada sang nanny


"Sudah nyonya, tapi non Alice tidak mau." ucapnya


"baiklah, aku tinggal sebentar ya, putri ku seperti nya ingin berada di gendongan mommy nya." ucapnya dengan tidak enak hati karena harus meninggalkan tamunya


"Iya tidak apa-apa, sepertinya kami juga sudah harus pulang." ucapnya karena sudah merasa lama mereka bertamu


"Aduh, maaf ya malah jadi bikin kalian buru buru pulang." ucapnya. Bertambah sungkan saja dia pada tamunya, padahal mereka sedang asyik bercerita tadi


"Iya tidak apa-apa, kapan kapan kan kita bisa bertemu lagi." ucapnya dengan tersenyum agar Sarah tidak perlu merasa sungkan


"Bener ya, nanti kita atur tempat di mana kita ketemuan lagi." ucapnya, karena dia merasa cocok berteman dengan kedua tamu nya


"Iya iya, ya udah kita pulang dulu." ucapnya, mereka pun cipika cipiki lalu setelah nya Arumi dan Siska pun beranjak untuk pulang


"Hati hati, maaf ya tidak bisa mengantar sampai ke depan." ucapnya


"Iya tidak apa-apa." lalu setelah nya Arumi dan Siska pun keluar dengan hanya di antar oleh Rangga sampai ke depan.


Setelah kepergian tamunya Rangga pun kembali ke dalam dan menutup pintu

__ADS_1


__ADS_2