
Seminggu telah berlalu, setelah kejadian di malam itu hubungan keduanya semakin dingin. Bahkan sekarang mereka semakin jarang berkomunikasi, jika Hisyam merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menahan nafsu nya. Maka lain lagi dengan Arumi, dirinya merasa hanya dijadikan bahan pelampiasan suaminya saja, karena sejak kejadian itu suami nya itu selalu menghindarinya, suami nya itu akan pulang jika dirinya sudah tidur dan sudah pergi ketika dia terbangun. Seperti pagi ini
Hari ini adalah weekend, sehingga Arumi sengaja bangun siang. Dia pikir di hari libur seperti ini suaminya akan berada di rumah, sehingga dia memiliki waktu untuk bicara berdua dengan suaminya, tapi nyatanya saat dia bangun suaminya itu sudah tidak terlihat batang hidungnya.
"Bi, apa bibi melihat suami ku?",tanya nya pada bi sumi ketika memasuki dapur dengan masih mengenakan piyama nya
"Eh non Rumi, tadi tuan pamit keluar non, katanya ada pekerjaan mendesak", ucapnya sambil menoleh ke arah sang majikan
"Oh. Wangi banget bi, bibi masak apa?", tanya nya mengalihkan pembicaraan, karena dia tidak mau ambil pusing, memang kapan suami nya itu berpamitan pada nya", pikir nya
"Ini non, bibi bikinin nasi goreng seafood kesukaannya non",ucapnya
"Non Arumi mau sarapan sekarang?", tanya nya setelah nasi goreng bikinan nya matang
"tolong siapin di meja makan dulu ya bi, Rumi mau mandi dulu", ucapnya
Setelah berkata demikian, Arumi kembali ke kamar nya lalu mandi. Setelah mandi dan berpakaian, Arumi menuju nakas di samping tempat tidurnya untuk mengambil handphone. Dia baru teringat, di hari ini dia sudah berjanji akan mengunjungi istri dari klien nya, dia berniat mengajak sahabat nya untuk menemani nya
Tuut tuut,,,,, entah sudah ke berapa kali dia melakukan panggilan, tapi belum juga di angkat oleh sahabat nya itu
"Halo", ucap Siska di seberang telepon dengan suara serak khas bangun tidur
"Nih gini nih yang bikin kamu dapat predikat jomblo, orang jam segini aja belum bangun ", omel nya pada sang sahabat saat telepon sudah terjawab
"Ada apa sih rumm?, pagi pagi udah ngomel, gangguin orang tidur aja", tanya nya dengan suara lemas
"What???? Pagi kamu bilang?, ini udah siang Siska, bangun gak kamu!", ucapnya sambil berkacak pinggang karena merasa gemas dengan sahabat nya, matahari sudah meninggi tapi masih di bilang pagi katanya,
"Apaan sih Bu bosss, ganggu orang tidur aja, lagian ini kan hari libur", ucapnya kesal karena merasa tidur nya terganggu
"Ya ampun Siska, kamu itu anak gadis, jadi bangun nya harus pagi, biar jodoh kamu itu bukan Om om", cerocosnya menasehati sang sahabat, padahal dirinya juga bangun saat hari sudah siang
"dih, ngomong sama ember", sahut Siska dengan kesal, karena dia tahu persis sahabat nya itu juga pasti belum lama bangun
__ADS_1
Arumi yang mendengar perkataan sahabat nya hanya tertawa karena sudah membuat sahabat nya kesal
"Buruan bangun, abis sarapan aku jemput", ucapnya sambil menuruni tangga, lalu menuju meja makan
"Emang mau kemana si?, ini kan hari libur. Mestinya sebagai seorang bos, kamu itu gak boleh gangguin waktu istirahat karyawan nya", gerutunya sambil mendudukkan diri dan bersandar pada headboard ranjang
"Temenin aku berkunjung ke tempat pak Rangga", ucapnya sambil memakan sarapannya
"Kenapa gak sendirian aja si, lagian kan kamu yang di tanyain sama istri nya pak Rangga", ucapnya dengan malas
"Temenin kek sis, lagian kan kamu sahabat aku yang paling cantik, ya ya please", rayu nya pada sang sahabat, lagian di sana pasti dia juga merasa canggung sama istri klien nya itu makanya dia mengajak sahabat nya
"Hm, iya deh aku siap-siap dulu", ucapnya lalu mematikan telpon secara sepihak
Sedangkan Arumi yang melihat kelakuan sahabat nya hanya menggeleng kan kepalanya
"Ck, bener bener nih anak, untung sahabat kesayangan", ucapnya, lalu setelah nya dia meletakkan handphone nya di atas meja kemudian melanjutkan sarapan nya.
Selesai sarapan, dia menuju rumah Siska untuk menjemput sahabat nya itu dengan di antarkan sopir pribadi nya. Sesampainya di rumah Siska, ternyata sahabat nya itu sudah menunggu di luar gerbang rumah nya.
"Ngapain kamu nunggu di depan gerbang????" Tanya nya saat sahabat nya itu sudah masuk ke dalam mobil karena merasa heran
"Pengen aja, siapa tahu dapet om om kaya yang kamu bilang tadi" ucapnya dengan nada bercanda sambil melepas kacamata hitamnya
"Beneran kamu mau sama Om om", tanya Arumi dengan nada serius
"Kenapa?? Apa kamu punya kandidat nya?", tanya nya menanggapi sang sahabat
"ada. Tuh mang Udin", ucapnya. Setelah mengatakan itu, Arumi pun tertawa di ikuti oleh sang sopir karena merasa lucu dengan ucapan majikan nya, mang Udin adalah tukang kebun yang ada di rumah mertua nya yang sekarang di tinggali olehnya dan suami nya
"Ngomong sama ember", ucapnya menimpali ledekan sahabat nya, lalu dia pun membuang muka ke arah jendela
"Uluh uluh, sahabat akoh marah", ucapnya dengan masih tertawa
__ADS_1
"Rumiiiiiiiii" kesal nya dengan bibir yang mengerucut
"Iya iya, minta maaf. Bercanda sis", ucapnya sambil memegang telinga saat melihat sahabat nya itu semakin menekuk wajahnya
"Gak lucu," ucapnya dengan memukul lengan sahabat nya
"Ishh, sakit sis", ucapnya sambil mengusap usap lengan nya
"makanya gak usah ngeledek" ucap Siska
"Emang kita gak beliin hadiah dulu nih rum?", tanya nya saat menyadari mereka akan berkunjung tapi tidak ada satu barang bawaan pun yang bisa di jadiin hadiah
"Bawa lah sis, kita beli dulu nanti", ucapnya
setelah mengatakan itu Arumi pun menyuruh sopir nya untuk mengantarkan mereka ke mall terlebih dahulu
"gimana hubungan kamu sama suami, udah ada kemajuan?", tanya nya setelah hening beberapa saat
"Ya gitu, malah makin dingin aja", ucapnya apa adanya, dia malas menanggapi pertanyaan sahabat nya itu
"udah lah sis, gak usah ngebahas dia, bikin badmood aja. Mungkin dia juga masih berhubungan dengan kekasih nya itu kan", ucapnya lagi sambil melihat ke arah jendela di mana motor dan mobil terlihat berseliweran
"Maaf", ucapnya dengan tidak enak hati karena sudah membuat suasana hati sahabat nya menjadi kacau,
"Gak apa apa, aku cuma belum siap cerita aja", ucapnya sambil menoleh dan tersenyum ke arah sahabat nya
"Kalau udah siap cerita aja, jangan di pendam sendiri. Meski aku tidak bisa memberikan solusi, tapi setidaknya aku selalu siap mendengarkan", ucapnya sambil memegang tangan sahabat nya sebagai bentuk menguatkan
Iya, makasih ya", ucapnya dengan tersenyum dan memeluk sahabatnya yang di balas juga oleh siska
"Kita sudah sampai non", ucap sang sopir membuyarkan kemelowan majikan nya
"Eh iya pak", ucapnya setelah melepas pelukan pada sahabatnya
__ADS_1
Tanpa menunggu sang sopir membukakan pintu Arumi dan Siska pun kemudian keluar, lalu memasuki mall terbesar yang ada di kota nya