
"Sebaiknya kita makan dulu sayang, pasti kamu sudah lapar kan?," ucapnya setelah asistennya itu keluar
"Tentu saja aku lapar, apa lagi tenaga ku sudah terkuras semalam," ucapnya dengan nada menyindir
Hisyam yang mendengar itu lantas tertawa, lalu mengangkat istrinya ala bridal style
"Aaaaa, turunin Rumi mas, Rumi bisa jalan sendiri ," ucapnya terkejut karena tiba-tiba suaminya itu mengangkat tubuhnya, Arumi yang takut terjatuh pun langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami
"Diam sayang, bukankah kamu bilang tenaga mu sudah terkuras, jadi sebagai suami yang baik mas berinisiatif menggendong istri mas," ucapnya lalu berjalan menuju sofa
"sayang, tapi perasaan tadi malam mas yang sudah bekerja keras, kamu bahkan tidak melakukan apapun," ucapnya menggoda sang istri, dia duduk di sofa tanpa menurunkan sang istri dari pangkuan nya.
Arumi yang mendengar itu pun langsung terasa panas wajah nya
"ngomong apa sih mas," ucapnya Ketus untuk menutupi rasa malunya
"lepasin!, Rumi mau makan," ucapnya lagi sambil menyingkirkan tangan suaminya yang melingkari perutnya
"makan di sini saja, mas ingin di suapi," ucapnya tanpa melepaskan tangan nya
"Biasanya juga makan sendiri," ucapnya dengan nada malas
"Hari ini mas ingin di suapi sama istri mas." ucapnya
Tanpa membantah lagi, Arumi segera mengambil nasi beserta lauknya lalu dia makan sambil menyuapi suaminya.
Selesai makan, Arumi segera membereskan meja, sedangkan Hisyam sudah kembali ke kursi kerjanya dengan setumpuk berkas di atas meja nya
selesai beberes, Arumi bingung mau melakukan apa, melihat suaminya tengah fokus dengan pekerjaan nya dia bermaksud untuk keluar dan pergi ke kafe saja
"Mau kemana sayang?," tanya nya saat melihat Arumi yang sudah memegang handle pintu, sedangkan Arumi yang di tanya langsung menoleh ke arah sang suami tanpa melepaskan tangan nya dari handle pintu
"Rumi ke kafe saja ya, Siska sudah menelpon dari tadi, lagian di sini Rumi juga gak ngapa-ngapain," ucapnya
"Bukankah mas sudah bilang tadi, hari ini kamu temani mas di kantor," ucapnya
"Tapi mas, Rumi bingung mau ngapain," ucapnya
__ADS_1
"Kemarilah!." ucapnya sambil menggerakkan tangan nya menyuruh sang istri untuk menghampiri nya
"Mau ngapain?," tanya Arumi yang masih berdiri di tempatnya
"Kesini dulu, bukankah kamu bilang bingung mau ngapain, jadi mas kasih kamu pekerjaan," ucapnya. Rumi yang mendengar itu langsung mendekat ke arah sang suami
"Pekerjaan apa?," tanya nya setelah berdiri di samping sang suami
"Duduk sini!," ucapnya sambil menepuk pahanya meminta Arumi untuk duduk di pangkuan nya
"jangan aneh aneh deh mas, mending mas selesaikan pekerjaan mas aja," ucapnya sambil melangkah mundur
"siapa yang aneh aneh, mas cuma kasih kamu pekerjaan," ucapnya sambil menarik tangan istrinya dengan lembut lalu mengangkat istrinya untuk duduk di pangkuan nya dengan menghadap ke arah nya
"Mas, lepasin gak," ucapnya dengan berontak, dia sangat malu dengan posisi seperti ini, apa lagi wajah suaminya itu begitu dekat dengan wajah nya
"tetap lah seperti ini, mas selesaikan pekerjaan mas dulu," ucapnya tanpa memperdulikan perkataan istrinya
Arumi yang mendengar itu bukan nya diam malah semakin berontak minta di turunkan
"Diam lah sayang, jika kamu terus bergerak sesuatu di bawah sana minta di tuntaskan," bisik nya dengan suara serak dan sedikit berat
Cup
"tenang lah, mas tidak akan melakukannya nya, tapi kalau kamu terus bergerak mas juga tidak bisa menjamin nya," ucapnya setelah mengecup kening sang istri
Arumi yang di cium kening nya langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami. Lama dia di posisi itu, hingga Hisyam tidak merasakan lagi pergerakan dari sang istri, lalu mendengar nafas istrinya yang beraturan menandakan istrinya itu tertidur.
tanpa memindahkan istrinya, ia melanjutkan pekerjaannya. Setelah pekerjaan nya selesai, sang istri masih tertidur. Bahkan saat dia memindahkan istrinya ke kamar yang berada di ruangan nya, istrinya itu tidak terganggu sama sekali, mungkin istrinya itu masih kelelahan akibat ulahnya", pikir nya
Karena tidak tega membangunkan sang istri, dia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri sambil memeluk nya, lama mereka di posisi itu hingga Arumi terbangun lebih dulu
"Enghhh", lenguhnya sambil menggeliat kan badannya, lalu bangun dan bersandar pada headboard ranjang
Ia amati kamar yang terasa asing itu, dia menoleh ke samping dan mendapati suaminya yang masih tidur
"Mas," ucapnya sambil menggoyangkan badan sang suami agar segera bangun
__ADS_1
Hisyam yang merasa tidur nya terganggu, lantas membuka kedua matanya, dia mendapati istrinya itu yang sedang menatapnya
"Ada apa sayang?," ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur, lalu duduk
"Kita di mana ini mas?," tanya nya
"Kita masih di kantor sayang," ucapnya. Dia pun melihat jam tangannya lalu berkata
"Sudah sore, sebaiknya kita pulang," ucapnya
"apa pekerjaan mas sudah selesai?," tanya nya
"Sudah sayang," bohong nya. Karena yang selesai adalah berkas yang di antar beberapa hari yang lalu. setelah mengatakan itu, dia beranjak ke kamar mandi dan membasuh wajahnya di wastafel, sedangkan Arumi segera membenahi penampilan nya
keluar dari kamar mandi, Hisyam tidak mendapati istrinya
"ayo pulang," ucapnya setelah menghampiri istrinya yang tengah duduk di sofa ruang kerja nya
setelah Hisyam membuka pintu yang ia kunci, mereka melihat Frans sudah berdiri di depan ruangan nya
"Kita pulang Frans," ucapnya pada sang asisten
"Baik tuan," ucapnya
Setelah mengatakan itu, Frans segera mengikuti tuannya masuk ke dalam lift. Sesampainya di lobi, Frans segera mengambil mobilnya lalu berhenti di depan tuannya yang sudah menunggu, tanpa menunggu lama Frans segera membukakan pintu untuk majikan nya
"Apa kamu mau kita mampir ke suatu tempat sayang ?," tanya nya sambil membelai rambut istrinya setelah mobil melaju meninggalkan perusahaan
"Tidak usah mas, kita langsung pulang saja," ucapnya
"baiklah," ucapnya. Setelah itu tidak ada obrolan lagi di antara keduanya, hingga mereka sampai dan keluar dari mobil
Mereka segera memasuki rumah dengan Arumi yang membawakan tas kerja serta jas suaminya
"Sayang, mas mandi dulu ya, taruh saja tas nya di ruang kerja," ucapnya
"Iya mas," ucapnya
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Hisyam melangkahkan kakinya menuju kamar mereka, sedangkan Arumi menuju ruang kerja suaminya