Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab12


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk", ucap mas Hisyam dari dalam


Lalu setelah nya aku pun membuka pintu kemudian masuk,


ku lihat suamiku yang tengah duduk di kursi kerjanya, sambil fokus mengerjakan pekerjaan nya. Dengan kacamata yang bertengger di hidung nya yang mancung, menambah berkali kali lipat ketampanan nya. Lalu ku hampiri dia


"Ini mas kopi nya", ucapku sambil meletakkan nya di atas meja


"Hmmm", ucapnya


"Ck, bilang terima kasih kek mas", ucapku dengan kesal


Lagian siapa juga yang gak kesal, udah capek capek bawain kopi bukan nya di puji ini malah cuek bebek. Ya seenggaknya bilang "terima kasih sayang kopinya", sambil tersenyum dengan manis. Tapi apalah daya, ini adalah mas Hisyam, orang yang terkenal dengan sikap dingin dan datar nya. Yang sial nya dia adalah suami ku. Jadi lupakan soal sikap dan ucapan yang manis karena semua itu tidak akan terjadi


"Kalau gak ikhlas gak usah ngantar. Lagian saya tadi menyuruh bi sumi", ucapnya dengan nada datar


"Pengen aja nganterin kopi buat suami", ucapku yang tidak di jawab lagi oleh suami ku


Lalu terlintas ide jahil di kepala Ku untuk menggoda nya. Lagi pula meskipun dia tidak mencintai ku tapi sekarang dia adalah suami ku. Jadi tidak ada salahnya kan berusaha untuk membuat nya mencintai ku

__ADS_1


Jika kalian berfikir aku keterlaluan karena cepat sekali melupakan mas Taufik, yang notabene adalah mantan tunangan ku itu hak kalian. Karena bagiku, mas Taufik tetap lah punya tempat tersendiri di hati ku. Karena sekarang ada seseorang yang lebih berhak mendapatkan cinta ku yaitu suami ku


"ganteng banget sih suami aku", ucapku sambil menopang dagu dengan kedua tangan ku lalu ku kedip kan mataku saat mas Hisyam melihat kepada ku


"Mata kamu kenapa?, kelilipan?", ucapnya


setelah berkata demikian mas Hisyam kembali fokus dengan pekerjaan nya


"Ya ampun mas, gemes banget deh pengen tak cubit aja ginjal nya", ucapku dengan kesal


niat hati ingin mencairkan suasana biar gak kaku kaku amat yang ada malah tambah kesal.


Karena bingung mau melakukan apa, aku pun memutuskan kembali ke kamar


Sampai di kamar, aku pun merebahkan kembali tubuh ku sambil membaca novel online yang ada di handphone ku


beberapa saat pun berlalu hingga aku mendengar suara pintu yang terbuka. Aku melihat ke arah pintu untuk mengetahui siapa yang masuk, ternyata mas Hisyam


lalu ku lihat aura wajah nya yang tegang dan berjalan sambil tergesa menghampiriku


"Ada apa mas?, kenapa muka kamu tegang begitu?", tanya ku saat dia sudah sedikit lebih dekat

__ADS_1


"Bersiaplah, kita ke rumah sakit sekarang", ucapnya


Karena melihat seperti ada sesuatu yang terjadi, apa lagi setelah mendengar kata rumah sakit. Tanpa banyak bertanya lagi aku pun segera bersiap


"Ayo mas", ucapku setelah selesai bersiap


Lalu setelah nya kita pun berangkat menuju ke rumah sakit


"Sebenarnya ada apa ini mas?, apa yang terjadi?", ucapku penasaran ketika kita sudah ada di perjalanan


"kak Taufik sudah meninggal", ucapnya tanpa ekspresi. Tapi aku tahu perasaan nya sekarang sedang hancur karena telah di tinggal pergi saudara satu satunya untuk selamanya,


Begitu pula dengan ku. Perasaan ku pun sama hancur nya mendengar seseorang yang selama ini begitu berarti untuk ku kini telah pergi untuk selamanya


"ap-apa?", ucapku terbata


"Innalilahi wa innailaihi rojiun", ucapku


Tanpa terasa air mata mengalir ke pipi ku. Lalu ku genggam tangan suami ku yang berada di sebelah ku untuk saling menguatkan


Hingga tanpa sadar kita telah sampai di rumah sakit. Kita pun bergegas menuju ruangan mas Taufik di rawat

__ADS_1


__ADS_2