Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab50


__ADS_3

Setelah pesawat mendarat, Hisyam segera mengajak istrinya untuk turun. Arumi baru mengetahui, jika mereka sekarang sedang berada di rooftop, setelah mereka turun dari pesawat. Ia segera menghampiri mertuanya saat melihat keberadaan mereka.


" selamat datang sayang." ucap mama Nisa, sembari memeluk menantunya lalu mengecup pipinya.


" Ma. Rumi kangen banget, sama mama." ucapnya, dengan membalas pelukan mertuanya


"Mama juga sayang, bagaimana kabar kalian?." Tanya nya sembari melepaskan pelukan mereka, lalu memeluk putranya.


" Kabar kami baika ma. Bagaiman kabar mama dan papa?." ucap Hisyam menyahuti mamanya, sebelum Arumi sempat menjawab.


" kabar kami juga baik." ucapnya


" Pa," ucap Arumi sembari mencium punggung tangan papa Candra.


" selamat datang nak." ucapnya sembari mengusap pucuk kepala menantunya. Lalu bergantian memeluk putranya.


" Ayo masuk!. Kalian pasti lelah, butuh istirahat." ucapnya, mengajak menantu dan putranya, setelah temu kangen. setelah mengatakan itu, mereka segera masuk kedalam mansion.


" kenapa kalian baru datang?, padahal mama sudah menunggu sedari tadi, setelah Hisyam mengabari kalian akan kesini." ucapnya. Saat ini mereka sedang berada di ruang tamu untuk mengobrol.

__ADS_1


"ini karena ulah anak mama yang me sum itu ma." ucap Arumi, yang sayang nya hanya bisa ia ucapkan dalam hati.


" maaf ma, Arumi tidak tahu kalau mama sudah menunggu." ucapnya dengan tersenyum, ia merasa tidak enak dengan mertuanya.


"ck, mama ini seperti tidak tahu, pengantin baru saja." celetuk Hisyam, yang langsung di hadiahi cubitan di perutnya oleh sang istri. Sedangkan kedua orang tuanya, hanya menggelengkan kepalanya. Mereka tidak habis pikir dengan putranya, yang tidak tahu malu itu.


"aw, sakit sayang." ringisnya, berpura-pura sakit. Ia menoleh ke arah istrinya yang sedang melotot padanya.


"maafkan mas Hisyam ma, pa." ucapnya, sembari tersenyum kikuk. Ia malu pada mertuanya, karena mulut suaminya yang tidak terkontrol itu.


" sudahlah sayang. Maafkan anak mama yang nakal ini ya. Dia pasti sangat merepotkan mu." ucapnya, dengan tersenyum ke arah menantunya, yang duduk di hadapannya.


" Hisyam mana pernah merepotkan istri Hisyam ma?." ucapnya tidak terima. Ia menyahut, sebelum istrinya sempat menjawab.


"sudah ma." ucap papa Candra yang melihat istrinya akan melempari putranya lagi.


" Sebaiknya kita makan malam. Setelah itu, ada yang ingin papa bicarakan dengan kamu Hisyam." ucapnya.


" Baik pa." sahut Hisyam. Setelah mengatakan itu, mereka segera beranjak ke ruang makan.

__ADS_1


" Bagaimana dengan rencana resepsi kalian?." tanya mama Nisa, di sela-sela mereka makan.


" Hisyam serahkan semuanya pada Arumi ma." ucap Hisyam, yang membuat Arumi menoleh ke arahnya, dengan tatapan protesnya. Bagaimana suaminya mengatakan itu?, sedangkan Hisyam sama sekali tidak mengatakan apapun, selain keinginannya untuk mengadakan resepsi.


" Kalian tahu?. Mama dan papa senang sekali, saat mendengar kalian akan mengadakan resepsi." ucapnya pada putra dan menantunya dengan mata yang berbinar. Sehingga membuat Arumi yang sebelumnya kesal oleh sang suami, kini menjadi surut seketika. Dia turut bahagia saat melihat antusias mama mertuanya.


Melihat binar bahagia di mata mertuanya, seketika rasa bersalah menghampirinya. Ia tidak bisa membayangkan, betapa kecewanya kedua mertuanya kalau mengetahui ia sempat meminta berpisah. Ia tidak akan sanggup, mendapat tatapan kecewa dari mertuanya, yang sudah dia anggap seperti orang tua nya sendiri. Dia semakin yakin, jika keputusannya memberi kesempatan kedua pada suaminya, adalah hal yang tepat.


" Kamu ingin mengadakan resepsi di mana sayang?," tanya nya, sembari melihat ke arah menantunya. Sehingga membuyarkan lamunan Arumi.


" Arumi terserah kalian saja ma. Karena Arumi juga tidak mengerti, urusan yang seperti itu. Jadi tidak apa kan ma?, kalau Arumi meminta tolong mama saja yang mengurus semuanya?. tanya nya dengan tersenyum.


" Benarkah sayang?. Mama senang sekali, bisa ikut andil mengurus acara kalian." ucapnya dengan antusias. Senyum di wajahnya semakin mengembang. Ia bahagia sekali bisa menyiapkan resepsi untuk anak dan menantunya. Karena dia merasa seperti memiliki seorang putri.


" sebaiknya kita bahas besok saja. Biarkan Arumi istirahat dulu ma." ucapnya, setelah sedari tadi diam dan hanya mendengarkan anak dan istrinya berbicara.


" iya pa." ucap mama Nisa.


" Arumi istirahat lah nak, biar Hisyam yang mengantarmu ke kamar kalian. Dan kamu Hisyam, segera susul papa ke ruang kerja.!" ucapnya, setelah mengatakan itu, ia segera beranjak, di ikuti oleh sang istri.

__ADS_1


"baik pa." ucap keduanya.


Setelah mengatakan itu, Hisyam segera mengantarkan Arumi menuju kamar mereka, lalu menyusul papa nya.


__ADS_2