Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab32


__ADS_3

Mereka ke kantor dengan Frans yang mengendarai mobil nya. Setelah memarkirkan mobilnya, Frans segera membukakan pintu untuk tuan dan nyonya nya. Ini adalah kali pertama Arumi menginjakkan kakinya di perusahaan sang suami, bangunan tinggi dengan logo Lubis Royal inc tersebut adalah perusahaan terbesar di negara mereka, bahkan sudah merambah ke seluruh benua Asia. Dan sekarang suaminya itu sedang mengepakkan sayap bisnisnya ke benua Amerika, Arumi tidak heran lagi dengan kemampuan bisnis suaminya itu. Karena Hisyam adalah orang yang berambisi dalam berbisnis, bahkan saat mereka masih SMA saja potensi dalam berbisnis suami nya itu bisa ia lihat.


"Ayo," ucap sang suami dengan memberikan lengannya untuk di rangkul,


lalu mereka pun memasuki perusahaan. Saat sampai di lobi, Hisyam pun berhenti di ikuti oleh Arumi yang berada di samping nya dengan masih melingkar kan tangan nya pada lengan sang suami, dan Frans yang berada di belakang mereka


"Pagi tuan," ucap beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka sambil membungkukkan badannya


Sedangkan yang di sapa hanya acuh tanpa ada niat menjawab kecuali Arumi yang memberikan senyuman pada karyawan suaminya


"Frans," panggil nya


"Iya tuan," ucapnya


"Kumpulkan semua karyawan!. dalam waktu 30 detik semua sudah harus berkumpul di sini!," ucapnya dengan nada tegas


"Baik tuan,"


Setelah mengatakan itu, Frans pun langsung melakukan apa yang di perintahkan tuan nya. Tidak lama setelah nya mereka berdatangan.


sedangkan itu para karyawan sudah merasa deg degan akan perintah dari asisten bos mereka yang menyuruh mereka semua berkumpul, tidak sedikit dari mereka yang berbisik bisik apalagi yang berada di belakang


"Gila, pak bos makin ganteng aja," bisik salah satu karyawan wanita dengan pakaian ketat pada teman nya


"asisten nya juga gak kalah hot," Sahu temannya


"Tapi siapa wanita yang bersama pak bos itu?," tanya temannya dengan berbisik pula, saat melihat seorang wanita yang begitu cantik dengan tubuh mungil nya berdiri di samping bos mereka dengan tangan yang di lingkarkan pada lengan sang bos


"Mungkin kekasih pak bos," balas nya dengan masih berbisik


"Kira kira ada apa ya kita di kumpulkan di sini?," tanya nya


Belum sempat teman nya menjawab, suara sang bos sudah terdengar lebih dulu menginterupsi mereka


"Perhatian semuanya!," ucapnya dengan lantang sehingga membuat para karyawan yang berbisik bisik langsung terdiam, hening beberapa saat hingga ia kembali berkata


"Saya mengumpulkan kalian semua di sini karena saya ingin memberi tahu, wanita yang berada di samping saya ini adalah istri saya. Jadi kalian harus menghormati nya seperti kalian menghormati saya, apa kalian paham?," ucapnya dengan nada dingin dan tegas

__ADS_1


"Paham tuan," ucap mereka serempak


"Selamat datang nyonya," ucap semua karyawan lagi dengan sedikit membungkukkan badannya


"Terimakasih," ucap Arumi dengan tersenyum canggung, karena dia merasa tidak enak di perlakukan seperti ini


Setelah mengatakan itu, Arumi pun segera mengikuti suaminya saat tangan nya di tarik dengan lembut oleh sang suami. Lalu mereka pun menuju ruangan sang suami dengan menggunakan lift yang di khususkan untuk CEO


Setelah tuannya berjalan lebih dulu, Frans pun segera membubarkan semua karyawan untuk kembali ke tempat mereka masing masing. Setelah memastikan karyawan nya bubar, dia pun segera mengikuti tuannya yang sudah masuk ke dalam lift


"Sayang, kamu mau makan apa ?," tanya nya saat istrinya itu sudah duduk di sofa panjang yang berada di dalam ruangan nya


"Samakan saja mas,"


"Frans, pesan kan makanan untuk kami," ucapnya setelah mendapat jawaban istrinya


"Baik tuan," ucapnya. Setelah mengatakan itu, Frans pun segera keluar mencarikan sarapan untuk majikan nya


"Sayang, kemarilah!," ucapnya saat sudah duduk di kursi kerjanya sambil menepuk-nepuk pahanya, meminta sang istri untuk duduk di pangkuan nya


"Kenapa memangnya kalau ada yang lihat?, kita kan suami istri," ucapnya


"Kalau aku duduk di situ, yang ada pekerjaan kamu gak selesai selesai," ucapnya menolak permintaan Hisyam


"mau kamu yang kesini atau mas yang kesitu?," ucapnya tanpa ingin di bantah


Ck


sambil berdecak, Arumi menghampiri suami nya karena dia tahu bagaimana suami nya yang tidak bisa di bantah keinginan nya. Lalu ia pun mendudukkan dirinya di pangkuan sang suami


"Mending kamu jelasin sekarang deh mas," ucapnya sambil duduk menyamping di atas paha suaminya


Hisyam yang mendengar perkataan istrinya hanya bisa menghela nafas panjang nya


Huhhhhh


"Maaf," ucapnya sambil meletakkan tangan istrinya dan menaruhnya di pundak. Dia bukan nya takut untuk mengakui kesalahannya, dia hanya belum siap melihat tatapan kecewa dari istrinya

__ADS_1


Ck


"aku itu butuh penjelasan kamu mas, bukan nya permintaan maaf yang gak aku tahu apa kesalahan kamu," ucapnya dengan kesal setelah melingkarkan tangannya di leher sang suami


"Berjanji lah, jangan marah dengan apa yang akan mas katakan," ucapnya sambil menatap ke dalam manik mata sang istri


Arumi yang mendengar perkataan suaminya lalu membalas tatapan sang suami


"Jangan membuat ku mengingat apa yang di lakukan mas Taufik padaku dengan alibi janji mas," ucapnya lalu memalingkan wajahnya


dia takut untuk mendengar pengakuan suaminya, setelah sang suami meminta nya untuk berjanji. Karena itu mengingatkan kejadian lalu, saat almarhum tunangan nya meminta dirinya menikah dengan sang adik. Salah jika kalian mengira dia tidak kecewa apalagi sakit dalam hatinya. Tapi semua itu ia tahan, agar ia tidak melihat tatapan rasa bersalah dari orang yang sudah begitu dekat dengan ajalnya. Dan sekarang suaminya itu juga meminta janji pada nya. Sungguh, itu membuat nya takut. Mengingat semua itu, tanpa sadar air mata nya menetes begitu saja


"jangan menangis sayang, mas tidak bermaksud menyakiti mu," ucapnya sambil mengusap air mata istrinya dengan ibu jari, dia jadi semakin merasa bersalah pada sang istri


"Katakan lah," ucapnya dengan lirih


"Maaf. Empat tahun yang lalu, mas meninggalkan kamu karena mas salah paham," ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri


Mendengar hal itu Arumi langsung mengalihkan pandangan nya pada sang suami, dengan menatap lekat suaminya ia berkata


"Apa maksud mas?," ucapnya dengan heran


Hisyam pun langsung menceritakan apa yang membuatnya salah paham pada sang istri, sehingga dia memutuskan pergi ke luar negeri, tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu. Bahkan setelah dia sampai di luar negeri, dia menutup seluruh akses yang berhubungan dengan istrinya itu


Sedangkan Arumi yang mendengar penjelasan suaminya melongo tidak percaya dengan apa yang ia dengar


"Bukankah mas meninggalkan Arumi karena mas sudah memiliki kekasih lain di luar negeri?," tanya nya setelah suaminya itu selesai bercerita. Bukankah suaminya itu yang selingkuh, kenapa di cerita suaminya malah jadi dia yang selingkuh, pikir nya


"Apa maksud kamu sayang?, mas bahkan tidak pernah memiliki kekasih lagi setelah berpisah dari mu," ucapnya bingung, kenapa malah jadi seperti ini


"Ia mas, malam itu saat mas mengatakan akan menjemput Rumi, dan mengenalkan Rumi dengan kedua orang tua mas. Rumi bahkan menunggu mas hingga tengah malam, padahal sedari sore nomor mas sudah tidak aktif. Rumi pikir pekerjaan mas banyak, tapi saat keesokan harinya nomor mas masih tidak bisa di hubungi, Rumi khawatir, takut sudah terjadi apa-apa pada mas, tapi Rumi bingung mau cari mas kemana. Saat Arumi datangi semua teman teman mas yang Rumi tahu, mereka juga mengatakan tidak tahu keberadaan mas. Seminggu dari hilang nya kabar mas, ada yang mengirim foto mas sedang berpelukan dengan seorang wanita, jadi Rumi pikir itu alasan mas meninggalkan rumi," jelasnya sambil mengingat masa itu, masa yang hingga kini sulit ia lupakan di mana itu adalah pertama kalinya ia merasakan patah hati


"Apa kamu masih memiliki fotonya?," tanya nya. Karena dia penasaran, seingatnya dia bahkan tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Dan Arumi pun hanya menggeleng menandakan dia sudah tidak memiliki nya


"Lalu apa yang membuat mas tahu jika mas sudah salah paham sama Arumi?," tanya nya


Belum sempat Hisyam menjawab, pintu sudah di ketuk lebih dulu dari luar oleh Frans yang mengantarkan sarapan untuk mereka. Setelah di persilahkan masuk, Frans segera membuka pintu lalu menaruh sarapan majikannya di atas meja, lalu dia pun pamit keluar

__ADS_1


__ADS_2