Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab35


__ADS_3

tok tok tok


"Masuk," ucap Siska dari dalam, sedangkan Arumi hanya fokus dengan laptop yang ada di hadapan nya.


"Permisi Bu, ini ada kiriman untuk Bu Arumi," ujar Dea sambil membawa seikat bunga aster berwarna putih


Arumi yang di sebut namanya langsung menolehkan atensinya pada Dea


"Huhhhhh, taruh saja di sini De," ujarnya menunjuk ke meja di hadapan nya, ia lantas menyenderkan punggungnya pada kursi kerjanya


"Apa kamu belum baikan sama pak bos?," tanya Siska yang sudah tahu permasalahan rumah tangga yang di alami sahabat nya


Ya, setelah pembicaraan mereka malam itu, sudah beberapa hari ini Arumi mendiamkan suaminya. Hanya sesekali saja dia menyahuti, sejak hari itu pula, setiap hari Hisyam selalu mengirimi bunga di sertai tulisan permintaan maaf. Ketika dia sedang berada di rumah pun, suaminya itu tidak berhenti untuk meminta maaf padannya.


Tanpa memedulikan pertanyaan sahabat nya, Arumi lantas mengambil bunga di hadapan nya. Ia hirup bau wangi dari bunga itu, suaminya itu tidak pernah lupa dengan bunga kesukaan nya. Ia ambil kertas yang di selipkan pada bunga itu yang bertuliskan "I love you dear, IM sorry", tulisan yang sama sejak bunga itu di kirim.


"Rumi, are you okay?," tanya Siska yang melihat sahabatnya meneteskan air mata, setelah bunga itu di letakkan kembali. Selalu seperti ini, pikirnya


"Sakit sis, di sini aku rasanya sakit banget," ucapnya sambil memukul dadanya


Siska yang melihat itu lantas menarik sahabatnya ke dalam pelukan, ia usap usap punggung Arumi yang bergetar karena tangisnya. Ia tidak mengatakan apapun, ia ingin memberi waktu sahabat nya untuk menumpahkan segala kesedihan yang ada di hati nya


"Kenapa Sis?, kenapa harus sesakit ini, padahal aku selalu berusaha untuk memaafkan nya, tapi aku belum bisa," ucapnya dengan menangis di pelukan sahabat nya


"Udah gak apa-apa, jangan di paksain kalau itu hanya menyakiti mu, pelan pelan saja hm," ucapnya menenangkan


Meski dia tidak merasakan nya, tapi dia mengerti kesakitan sahabatnya. Ya, siapa yang tidak sakit hati jika cinta dan kesetiaan nya di ragukan.


"Apa sudah lebih baik ?," tanya nya setelah tangis sahabat nya mereda


"Hmmm, terimakasih," gumamnya setelah pelukan kami terlepas


"jangan sungkan untuk berbagi cerita. Meski aku tidak bisa membantu, tapi setidaknya perasaan mu menjadi lebih lega," ucapnya sambil mengelus bahu Arumi, yang hanya di angguki oleh sang empunya

__ADS_1


sedangkan di ruang meeting, Hisyam tengah marah marah pada karyawan nya. Sudah beberapa hari ini, kesalahan sedikit saja akan memancing kemarahan nya, termasuk juga Frans yang terkena imbas dari kemarahan nya


brak


"Apa apaan ini, siapa yang membuat laporan tidak berguna ini?," teriaknya setelah menggebrak meja lalu menghamburkan berkas di tangan nya


"Ss-saya tu-tuan," ucap seorang pria paruh baya dengan menunduk dan gemetar ketakutan


"Sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini?, kenapa membuat laporan saja tidak becus?," tanya nya dengan lantang


"Jawab!." ucapnya dengan berteriak saat melihat pria paruh baya itu masih diam. Bisa ia lihat tubuh nya yang gemetar ketakutan, sampai mengeluarkan keringat dingin.


"du-dua tahun tuan," ucapnya dengan kaki yang gemetar


"sudah dua tahun, tapi laporan yang kamu buat masih seperti ini, apa kamu berniat bermain main di Perusahaan ku," ucapnya dengan nada dingin sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di meja


"Maafkan ss-saya tuan, saya berjanji akan memperbaikinya," ucapnya ketakutan


Karyawan lain yang melihat kemarahan bos mereka bahkan tidak berani hanya untuk bergerak apalagi mengangkat kepala


"Pergilah!." ucapnya sambil mengibaskan tangannya menyuruh pria paruh baya itu untuk keluar


"pak Basuki, berapa lama anda menjabat sebagai manager keuangan di perusahaan ini?," ucapnya dengan tenang setelah pria tadi keluar lalu kembali mendudukkan dirinya di kursi nya


pak Basuki yang di tanya seperti itu mulai ketakutan. Bukan hanya pak Basuki, tapi beberapa orang juga merasakan hal yang sama, apa bos nya itu sudah mengetahui perbuatan mereka, pikirnya. Karena mereka memang sudah menggelapkan dana perusahaan, apalagi pak Basuki yang memiliki dua istri, karena tuntutan dari kedua istrinya yang suka berfoya-foya itu lantas membuat nya melakukan kecurangan. Sehingga dia melibatkan beberapa orang untuk memuluskan perbuatannya. Sedangkan beberapa orang yang terlibat, awalnya mereka menolak, tetapi setelah di iming-imingi uang yang bernilai fantastis oleh pak Basuki, akhirnya mereka tergiur juga.


"Sudah satu tahun tuan," ucapnya berusaha bersikap setenang mungkin, agar bos nya tidak curiga. kyarena dia memang baru menjabat setelah manager sebelumnya di pindah tugaskan menjadi direktur perusahaan cabang


"Apa gaji yang di berikan perusahaan ini sangat kecil Frans?," tanya nya pada sang asisten


"Menurut saya tidak tuan, karena gaji di perusahaan ini bahkan lebih besar dari perusahaan lain. Apalagi gaji seorang manager, tentu saja lebih besar dari karyawan biasa tuan," ucapnya menjelaskan


"Lantas apa yang membuat anda bersama kawanan anda melakukan kecurangan dengan perusahaan ini?," tanya nya dengan dingin sambil melihat ke arah manager keuangan itu

__ADS_1


Sedangkan karyawan lain sudah berbisik bisik. Mereka tidak menyangka, jika pak Basuki berani melakukan hal itu. Tapi melihat bagaimana sikap sombong dari pak Basuki mereka juga tidak heran, pak Basuki bahkan sering merendahkan karyawan lain yang berada di bawahnya, bahkan mereka juga pernah mendengar rumor jika pak Basuki memiliki skandal dengan salah satu karyawan wanita di perusahaan ini.


"Itu tidak benar tuan, saya pasti telah di fitnah," ucapnya berusaha membela diri


Hisyam yang mendengar itu hanya menyunggingkan senyum miringnya


"Frans, perlihatkan pada mereka!," ucapnya pada sang asisten. Dia tidak habis pikir, bisa bisanya almarhum kakak nya tidak mengetahui karyawan nya sudah berbuat curang selama itu


Frans yang mendengar itu lantas segera melakukan perintah tuan nya dan menghidupkan layar proyektor di dalam ruangan itu, sehingga menampilkan slide demi slide bukti kecurangan penggelapan dana yang di lakukan manager keuangan nya beserta sekutunya


Sedangkan karyawan lain langsung tercengang melihat bukti yang di perlihatkan pada layar proyektor itu. Ternyata bukan hanya pak Basuki, tapi beberapa karyawan yang berada di ruangan itu juga terlibat.


"Tidak tidak, bukan saya yang melakukan itu. Saya pasti telah di fitnah tuan," ucapnya dengan panik sehingga meninggikan intonasi nya


"Di fitnah atau tidak, tapi yang jelas bukti sudah terpampang di sana. Anda masih mau mengelak?," ucapnya dengan nada yang semakin dingin


Pak Basuki yang mendengar itu lantas segera berdiri dengan panik untuk mengeluarkan diri dari sana di ikuti oleh orang orang yang sudah terlibat. Tapi setelah pintu terbuka, ternyata banyak polisi yang sudah menunggu di depan pintu. Melihat tersangka akan melarikan diri, beberapa polisi langsung meringkus para tersangka lalu di bawa ke kantor


"Urus mereka Frans!," ucapnya


"Baik tuan," jawabnya. Setelah mengatakan itu, Frans lantas pergi ke kantor polisi mengurus para koruptor itu


"Pergilah!," ucapnya mengibaskan tangan menyuruh karyawan yang masih di sana untuk keluar


"Ingat !, jika di antara kalian ada yang berani melakukan hal yang sama, saya tidak akan segan membuat hidup kalian menderita," ucapnya lagi dengan sorot mata yang tajam


"Baik tuan, kalau begitu kami permisi." ucapnya sambil membungkukkan badan. Setelah mengatakan itu, mereka lantas keluar dari ruangan yang membuat mereka sesak nafas itu, mereka baru bisa bernafas dengan lega setelah keluar dari pembicaraan yang menegangkan itu.


Sedangkan Hisyam yang masih duduk di kursinya, dia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dengan mata yang terpejam sambil tangannya memijit pelipisnya.


Dia merasa sangat lelah, belum selesai permasalahan nya dengan sang istri, di tambah lagi dengan kekacauan di kantor nya .


"Huhhhhh"

__ADS_1


setelah menghela nafasnya Dia segera bangkit lalu menuju ke ruangannya


__ADS_2