Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab44


__ADS_3

Tanpa mengatakan apapun, ia segera menahan tengkuk istrinya lalu ia lu mat bibir Semerah Cherry itu. Sedangkan tangan nya yang lain sudah bergerilya untuk mencari titik sensitif sang istri


Arumi yang menyadari tangan suaminya, ia segera menghentikan aksi suaminya dengan mendorong dada bidangnya hingga membuat ciuman mereka terlepas. Ia tidak ingin terbawa suasana dan kebablasan, dia menurunkan tubuhnya dari batu yang ia duduki. Saat akan melangkah, tangan suaminya itu lebih dulu menghentikan tindakan nya dengan menangkupkan kedua tangan nya di pipi Arumi


" Maaf, tapi aku menginginkanmu sayang," ucapnya dengan suara yang berat karena menahan gairah nya, membuat tubuh Arumi menjadi tegang setelah mendengar itu. Hisyam menempelkan dahi keduanya, mereka bisa saling merasakan napas memburu masing-masing


Setelah mengatakan itu, ia segera merapatkan tubuh keduanya dan membuat punggung Arumi bersandar pada batu besar yang ia duduki tadi. Ia belai wajah sang istri tanpa mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari wajah cantik istrinya, hingga tangannya turun menyusuri leher jenjang milik istrinya, kemudian ia mulai menekan titik titik yang menjadi daerah se nsitif sang istri.


Sedangkan Arumi yang di tatap dan di perlakukan seperti itu menjadi lebih rileks dan hanyut akan suasana yang di ciptakan oleh suaminya


Hisyam yang melihat istrinya sudah mulai gelisah dan ikut terbakar ga irah segera melanjutkan kegiatannya, saat akan sampai pada menu utama kegiatannya kembali di hentikan oleh sang istri


" kenapa?," tanya nya dengan suara serak dan dalam, ia tetap melanjutkan kegiatannya setelah menyingkirkan tangan istrinya. Ia menahan kekesalannya karena sang istri menghentikan kegiatan mereka


" i-ini di luar mas, aku takut ada yang melihat," ucapnya terbata, antara malu dan menahan gai rah yang sudah memuncak. Ia merutuki dirinya sendiri di dalam hati, kenapa tubuhnya selalu tidak bisa menolak sentuhan suaminya


" Tidak akan ada yang melihat sayang, ini pulau pribadi milik mas. Dan hanya kita berdua yang ada di sini," ucapnya


" Percaya sama mas," ucapnya lagi saat melihat masih ada keraguan di mata istri nya Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, ia segera melakukan penyatuan mereka. Ia tidak ingin istrinya berubah pikiran, sudah cukup beberapa hari ini dia menahan nya bahkan harus rela bermain sendiri. Sekarang dia tidak akan membuang kesempatan yang ada


" Ahhhh," ucap keduanya saat mereka sudah menyatu. Arumi yang semula protes karena tindakan suaminya yang tiba-tiba, tapi lama kelamaan ikut menikmati juga, ia bahkan sampai lupa jika mereka bermain di alam bebas, suara keduanya teredam oleh suara air dan terbawa angin

__ADS_1


🌼


" silahkan di nikmati sayang," ucapnya pada sang istri sembari memberikan coklat hangat untuk istrinya


" Terimakasih mas," ucapnya setelah menerima coklat hangat dari suaminya. Ia segera meniup minuman itu lantas ia meminum sedikit, kemudian ia letakkan gelas itu di atas meja


Saat ini keduanya sedang duduk di sofa panjang yang menghadap ke televisi dan tempat perapian untuk menghangatkan tubuh mereka. Entah berapa lama mereka bermain di air terjun tadi hingga membuat tubuh mereka sangat kedinginan. Mereka sampai di villa saat hari sudah petang, sesampainya di villa, mereka segera membersihkan diri kemudian menyiapkan makan malam bersama. Dan di sini lah keduanya, duduk di depan perapian sembari menikmati secangkir coklat panas.


"Mas," panggil nya


"Hmm," gumamnya


"Siapa yang menghidupkan lampu tadi?, bukankah hanya kita di sini?," tanyanya. Ia penasaran, karena saat mereka sampai di villa, keadaan nya sudah terang karena lampu yang telah di hidupkan. Bukankah mereka baru saja sampai, bahkan belum masuk kedalam. Tapi kenapa lampunya sudah menyala, pikir nya.


"Oh, lalu dari mana sumber listrik di sini?," tanya nya lagi, bukankah ini adalah pulau pribadi yang sangat jauh dari pemukiman, hutan nya saja masih sangat lebat


"Di sini ada sembilan gardu yang menampung daya listrik sayang, lima gardu utama sumbernya dari alam, sedangkan sisanya menggunakan energi matahari," ucapnya sembari mengelus Surai hitam istrinya


"Oh," sahutnya karena bingung mau menimpali bagaimana lagi. Lalu setelah nya hening. Sedangkan Hisyam tidak menghentikan kegiatan nya mengelus surai istrinya, sambil sesekali ia hirup aroma menenangkan yang berasal dari rambut sang istri


Sedangkan Arumi, pikiran nya melalang buana. Ia sedang bimbang ,apa tidak apa-apa jika ia mengatakan sekarang apa yang menjadi keputusan nya. Ia ingin segera menyelesaikan masalah mereka, tapi di sisi lain ia juga ingin egois karena tidak ingin kehilangan momen seperti ini.

__ADS_1


"Mas, ada yang ingin Arumi bicarakan." ucapnya. Setelah berperang dengan pikirannya sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk mengatakannya sekarang juga, karena dia tidak ingin terjebak pada kebahagiaan yang semu ini


"Hm, katakan lah." ucapnya dengan lembut, ia menaruh dagunya di atas kepala sang istri


"Ayo kita berpisah," ucapnya dengan suara yang tercekat di tenggorokan. Setelah mengatakan itu, ia menggigit bibir bawahnya, ia berusaha menahan airmata nya yang akan luruh. Dasar perasa, umpatnya pada diri sendiri. Karena baru mengatakan nya saja sudah ingin menangis.


Sedangkan Hisyam yang mendengar itu tubuhnya langsung menegang, ekspresi wajah nya bahkan sudah merah padam, namun ia segera menetralkan dirinya agar tidak terbawa emosi


"Sayang, kamu pasti kelelahan hingga tidak sadar dengan apa yang kamu katakan. Kita istirahat sekarang ya," ucapnya masih dengan nada lembut. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan, ia berharap tidak pernah mendengar hal itu terucap dari bibir sang istri yang sudah menjadi candu untuk nya


"Tidak mas, bukankah kamu mengatakan ingin menyelesaikan masalah kita, dan itu keputusan ku," ucapnya sambil menarik diri dari dada bidang suaminya lalu memunggungi nya, ia tidak sanggup menatap suaminya


Bukan tanpa alasan dia mengambil keputusan seperti itu. Setelah pembicaraan nya dengan sang sahabat tempo hari, ia mulai memikirkan hubungan pernikahan nya.


Bisa saja dia memaafkan suami nya dan melupakan apa yang menjadi masalah mereka, entah di masa lalu ataupun sekarang. Tapi dia berpikir lagi, hubungan mereka memang sudah tidak sehat karena tidak adanya kepercayaan, belum lagi pernikahan mereka juga terjadi karena sebuah permintaan dari almarhum tunangan nya


Dan ya, dia menyadari kenapa sikap suaminya sangat dingin saat mereka baru bertemu setelah dia meninggalkan nya sekian lama, bahkan itu berlangsung sampai mereka sudah menikah


Meski sang suami mengatakan alasannya, tapi justru itu yang menjadi pertimbangan nya. Bagaimana jika hal itu terjadi lagi di masa depan. Bukan tidak mungkin kan, mengingat suaminya sangat tampan di tambah lagi dia kaya, semakin menunjang kepopuleran nya di kalangan kaum hawa. Bukan dia tidak sanggup melawan wanita wanita yang akan menjadi pengganggu hubungan keduanya, tapi ketiadaan rasa percaya dari sang suami terhadap dirinya lah yang membuat ia mengambil keputusan ini.


Ia tidak akan sanggup memikirkan semua itu, apalagi jika sampai sudah ada anak di antara mereka. Tidak-tidak, dia tidak ingin anaknya terkena imbas dari kehancuran hubungan orang tua nya. ah memikirkan hal itu airmata nya malah semakin luruh

__ADS_1


Sedangkan Hisyam yang melihat tubuh istrinya bergetar, ia segera mengangkat sang istri untuk ia bawa masuk ke dalam kamar. Ia tahu istrinya sedang menangis, ia tidak perduli saat istrinya berontak minta di turunkan, ia tetap melanjutkan langkahnya dan menurunkan sang istri dengan hati hati di atas ranjang


__ADS_2