Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab41


__ADS_3

Selesai makan malam, ia segera beranjak dari tempat duduk nya, kemudian membereskan piring kotor dan hendak membawa nya ke sink atau tempat mencuci piring. Tapi baru saja dia akan melangkah, suara sang suami sudah menghentikan nya


"Mau kemana sayang ?," tanya nya dengan lembut,


"Mau beresin ini," ucapnya sembari menunjuk ke piring yang ada di tangannya. Sebenarnya dia belum terbiasa dengan panggilan sayang dan nada lembut yang di gunakan suaminya, dia merasa suami nya itu berubah setelah malam pertama mereka. Karena meski suaminya itu sempat menghindari nya, tapi justru setelah itu panggilan sayang jadi lebih sering ia dengar. Padahal saat mereka baru menikah bahkan sampai lama sekali, sikap suaminya itu sangat dingin dan acuh terhadap nya


"biar mas saja, sebaiknya kamu segera berganti pakaian," ucapnya, lalu berdiri kemudian mengambil alih piring kotor di tangan istrinya


"Tapi mas, kamu kan sudah masak. Jadi biar Rumi yang beresin ini," ucapnya dengan nada tidak enak, seharusnya kan dia yang melakukan pekerjaan itu, kenapa malah jadi suami nya


"Nanti kamu masuk angin, pergilah!," ucapnya sembari mengibaskan tangannya. Setelah itu ia segera melangkahkan kakinya ke tempat cucian piring


Arumi yang melihat suaminya melenggang begitu saja lantas melangkahkan kakinya menuju kamar dan berganti pakaian.


Setelah berpakaian, ia melangkah kan kakinya menuju sebuah pintu yang ada di kamar itu. Setelah pintu terbuka, ternyata ada balkon di sana, ia segera melangkahkan kakinya dan berdiri di atas balkon dengan tangan yang memegang besi pembatas.


Dari sini, ia bisa melihat langit yang terdapat begitu banyak bintang di sana begitu dekat dengan nya. Bahkan bisa ia dengar dengan jelas suara debur ombak, dengan kepala yang menengadah ke atas, kemudian ia pejamkan mata serta ia rentangkan tangan nya. Ia rasakan tiupan angin yang menerpa rambutnya, serta deburan ombak yang terasa begitu menenangkan baginya. Lama ia di posisi itu, hingga ia rasakan tangan seseorang memeluk perutnya. Arumi lantas membuka kedua matanya saat merasakan hembusan hangat dari seseorang di ceruk leher nya


"Sayang," ucap Hisyam sembari menikmati aroma dari tubuh sang istri yang membuat nya candu


"Mas, ngagetin aja," ucapnya sembari memukul pelan sang suami


"Ayo masuk, angin di sini sedikit kencang," ucapnya sembari menegakkan badannya. Ia hirup Surai panjang sang istri, wangi lembut dan manis dari buah strawberry yang begitu menenangkan, membuat nya ingin berlama lama berada di posisi seperti ini

__ADS_1


"Sebentar lagi. Rumi masih ingin di sini, mas masuk duluan saja," ucapnya sembari menaruh kedua tangan nya pada lengan sang suami yang tengah memeluk nya dari belakang


"mas temani saja," putusnya


Lama mereka di posisi itu hingga Hisyam mengajak nya segera masuk ke dalam


"Ayo masuk, angin malam tidak terlalu baik untuk kesehatan," ucapnya sembari mengecup sebelah pipi sang istri


"Baik lah," ucap Arumi, lalu keduanya memasuki kamar dan tidak lupa menutup pintu balkon


setelah memasuki kamar, Arumi melangkahkan kakinya menuju meja rias yang sudah terdapat begitu banyak perlengkapan makeup dengan merek yang sama yang sering di pakai oleh nya. Setelah mendudukkan dirinya, dia segera melakukan rutinitas malam nya. Ia heran, kapan suaminya itu menyiapkan segala kebutuhan mereka?. Bahkan tadi saat ia membuka lemari pakaian, ia tercengang karena terdapat begitu banyak pakaian wanita yang seperti jaring ikan dengan berbagai macam warna. Dan yang membuat nya semakin tercengang, kenapa dalaman atas dan bawah sesuai dengan ukuran nya. Ah entahlah, dia bingung memikirkan semua itu, mau bertanya pun dia sangat malu jika mengenai itu.


bisa ia lihat dari cermin yang ada di depannya, sang suami tengah membaringkan sebagian tubuhnya dengan tangan yang memegang handphone. Melihat handphone, dia baru sadar jika seharian ini dia belum mengecek handphone nya. Setelah menyelesaikan kegiatannya, dia segera beranjak untuk mengambil handphone nya.


"mau kemana sayang?," tanya nya saat melihat istrinya bukan menuju ke arah ranjang


"Mas, tas aku mana ya?," tanya nya saat tidak melihat keberadaan tas yang berisi handphone nya


"Untuk apa?," tanya nya


"Aku mau ambil handphone, aku belum melihat ponsel ku seharian ini," ucapnya sembari melangkah kesana kemari mencari keberadaan tas nya yang tidak kunjung ketemu


"Kemarilah!," ucap Hisyam

__ADS_1


"Rumi mau cari ponsel dulu," ucapnya menghiraukan perkataan suaminya


"kesini sekarang. Atau mas tahan ponsel kamu sayang," ucapnya dengan lembut tetapi penuh dengan penekanan. Dia kesal karena istrinya lebih memilih ponsel dari pada menghampiri nya


Sedangkan Arumi yang mendengar itu hanya mencebikkan bibirnya, tapi tidak urung dia juga menghampiri sang suami dari pada ponselnya di tahan


"Kemarilah," ucapnya memberi tahu agar istrinya duduk di samping nya


"Mana ponsel nya?," ucap Arumi dengan menengadah kan tangan sembari duduk di sisi ranjang


"Kesini," ucap Hisyam menepuk nepuk kasur di samping nya


Tanpa mengatakan apapun lagi, Arumi segera mendudukkan dirinya di samping sang suami dengan bibir yang mengerucut. Sedangkan Hisyam yang melihat istrinya sudah duduk di samping nya, iasegera menarik sang istri untuk bersandar di dada bidang nya


"Tidur lah. Besok mas berikan ponselnya," ucapnya sembari mengecup pucuk kepala sang istri setelah Arumi bersandar pada dada bidang nya


"Mas," rengeknya sembari menatap suaminya. Ia merasa tertipu oleh sang suami, tau begitu ia cari sendiri saja tadi


"Besok sayang, tidur ya," ucapnya dengan lembut dan tatapan yang begitu meneduhkan. Hingga tanpa sadar membuat Arumi mengangguk kan kepalanya, lalu ia sandarkan kepala nya di dada suaminya sembari memeluk sang suami. Sedangkan Hisyam yang melihat itu lantas tersenyum sembari mengelus punggung sang istri


Nyaman dengan perlakuan suaminya hingga membuat Arumi tertidur. Sedangkan Hisyam yang melihat istrinya telah tertidur segera membenarkan posisi tidur sang istri agar nyaman


"Selamat malam sayang," ucapnya setelah mengecup kening sang istri. Ia baringkan badannya sembari memeluk tubuh istrinya, kemudian dia tidur menyelami alam mimpi seperti sang istri

__ADS_1


__ADS_2