Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab8


__ADS_3

"Sudah sayang, nanti mata kamu memerah kalau terlalu lama menangis", ucapnya dengan lembut


Dengan masih sesenggukan ku lepas pelukan ku pada nya lalu berkata


"Kenapa mas tidak pernah cerita dengan Rumi?", tanya ku


"bukan cuma dengan Rumi, mas juga tidak menceritakannya pada mama dan papa. Mas hanya tidak ingin kalian mengkhawatirkan mas", ucapnya sambil menghapus air mataku yang sesekali masih menetes


"Sayang, bisa tolong panggilkan Hisyam dan mama papa", ucapnya setelah aku lebih tenang


"Tapi mas, bagaimana jika mas Hisyam sudah punya kekasih?, Rumi tidak ingin menghancurkan hubungan mas Hisyam dan kekasihnya", ucapku dengan lirih. Ya, aku memutuskan untuk mengikuti keinginan mas Taufik, meski berat, tapi aku bisa apa jika di tatap dengan penuh permohonan oleh tunangan nya yang sudah tidak lama lagi umurnya


"Kamu tenang saja, sebelum kamu datang ke sini mas sudah membicarakan nya dengan Hisyam, dan dia bersedia", ucapnya sambil mengelus punggung tangan ku seakan memastikan bahwa semuanya baik baik saja


"Sekarang tolong panggilkan mereka ya", pintanya lagi yang di jawab anggukan oleh ku


Dengan langkah gontai, aku pun keluar dan memanggil mereka


"Ma, pa di panggil mas Taufik. Sama Hisyam juga", ucapku

__ADS_1


"Baiklah nak, apa kalian sudah selesai bicara?", tanya mama Nisa


"Sudah ma", jawab ku


"Ya sudah, ayo kita masuk", kata mama Nisa sambil menarik tangan ku dengan lembut


Setelah semuanya masuk, kami pun duduk di samping ranjang pasien yang ada di ruangan mas Taufik di rawat. Hening beberapa saat sebelum akhirnya mas Taufik pun berkata


"Ma, pa, ada yang ingin Taufik sampaikan pada kalian", ucapnya


"Ada apa nak?", tanya papa Candra dengan tatapan sendu. ya, dia sudah mengetahui penyakit putra pertama nya ini sejak Taufik mengalami kecelakaan, tetapi dia masih merahasiakan nya dari istri dan juga calon menantunya. Dan baru mengatakan nya pada sang istri saat putranya sudah siuman


"Sebelumnya, Taufik ingin meminta maaf pada kalian semua. Karena apa yang akan Taufik katakan pasti akan membuat kalian kecewa", ucapnya


"Taufik ingin Arumi menikah dengan Hisyam", ucapnya yang membuat mama dan papa terkejut


"Apa?, tapi kenapa nak?? ", tanya mama Nisa lagi


"Tenang lah ma, Taufik pasti punya alasan melakukan semua itu", ucap papa Candra menenangkan istrinya

__ADS_1


"maaf ma, tapi Taufik sudah membicarakan ini dengan Hisyam dan Arumi dan mereka bersedia. Dan untuk alasannya, kalian pasti sudah tahu jika umur ku tinggal menunggu waktu", ucapnya dengan tersenyum agar mereka tidak terlalu bersedih dengan keadaannya


"Tapi nak, apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan mereka sayang?", tanya sang mama dengan lembut


"Ma, jangan mendesak mas Taufik. Aku sendiri yang telah menyetujui permintaan nya", ucap Hisyam tanpa menunggu kakak nya menjawab sang mama


"Maaf jika permintaan ku memberatkan kalian", ucap mas Taufik dengan sedih, dia hanya ingin ketika dia meninggal kan dunia ini, kekasihnya bersama orang yang tepat.


"Jika itu keputusan kalian, papa akan merestui nya", ucap papa Candra setelah diam mendengarkan sang istri dan anaknya yang berbicara


"Kapan kalian akan menikah?", tanya mama Nisa pada akhirnya sambi menoleh ke arahku


Ditanya soal itu, aku pun menoleh ke arah mas Hisyam yang langsung di jawab olehnya


"Terserah kak Taufik saja ma", ucapnya,


Setelah menjawab demikian kami semua langsung menatap ke arah mas Taufik


"hari ini. Sebelum aku pergi, aku ingin melihat kalian menikah", ucapnya dengan tersenyum

__ADS_1


"baiklah. Papa akan mempersiapkan segala sesuatunya, kalian akan menikah disini agar di saksikan oleh Taufik", ucap papa Candra dengan tegas lalu beranjak dari tempat duduk nya


Lalu setelah nya kami semua pun keluar untuk mempersiapkan pernikahan ku dan mas Hisyam yang akan di laksanakan dalam waktu singkat


__ADS_2