
Pagi harinya.
" sayang, di mana suami kamu nak?." tanya mama Nisa, saat melihat menantunya duduk seorang diri di depan televisi, sembari menikmati cemilan yang ada di atas meja.
" mas Hisyam tadi pamit keluar ma. Katanya ada sedikit pekerjaan." ucapnya, sembari menoleh ke arah mertuanya. Setelah mereka sarapan tadi, suaminya memang meminta izin untuk keluar.
" Mama mau kemana?." tanya nya, saat melihat penampilan mama mertuanya sudah rapi dan berbeda dari pagi tadi.
" Mama mau ajakin kamu keluar sayang. Gimana?, mumpung kamu lagi ada di sini." ucapnya, lalu duduk di samping menantunya.
" Iya deh ma." ucapnya. sedari tadi dia memang sangat suntuk, karena tidak tahu mau melakukan apa.
" Rumi siap-siap dulu ya ma." ucapnya lagi
" iya sayang. Mama tunggu di sini." ucapnya. Setelah mendengar jawaban mertuanya, Arumi segera beranjak menuju kamarnya, untuk berganti pakaian.
Setelah selesai berganti pakaian dan sedikit memoles wajahnya. Arumi mengirimkan pesan pada suaminya untuk berpamitan. Setelah selesai, Ia segera menyambar tas nya lalu keluar dan menghampiri mertuanya.
" ayo ma!." ucapnya pada mama Nisa. Hingga membuat mertuanya menoleh ke arah nya.
__ADS_1
" sayang. Kamu cantik sekali nak." ucapnya memuji kecantikan menantunya, lalu beranjak dari duduknya. Arumi terlihat begitu cantik dengan dress selutut berwarna navy yang ia kenakan.
"mama bisa aja. Ayo ah.!" ucapnya dengan tersenyum malu, lalu menggandeng lengan mertuanya. Ya, Arumi memang sedari dulu tidak sungkan dengan mertuanya, bahkan lebih terkesan manja, seperti seorang anak pada ibunya. Karena sifat mertuanya yang begitu lembut, sehingga membuatnya nyaman.
Keduanya lantas berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan. Mereka kemudian masuk setelah sang sopir membukakan pintu untuk majikannya.
" kita mau kemana ma?." tanya nya, karena dia memang tidak tahu sama sekali tempat-tempat yang bagus untuk di kunjungi di sini.
" bagaimana kalau kita belanja dulu?. Siapa tahu kamu mau membeli sesuatu." ucapnya.
" iya deh ma. Rumi ikut aja." ucapnya sembari tersenyum. Dia juga berpikir, sekalian ingin membelikan oleh-oleh untuk sahabat dan karyawannya.
" kita sudah sampai nyonya". Ucap sang sopir, lalu membukakan pintu untuk majikannya.
" terimakasih pak." ucapnya pada sang sopir, setelah keluar dari mobil.
" Sudah tugas saya nyonya." ucapnya dengan sopan, sembari membungkukkan badannya.
" Ayo sayang." ucapnya pada sang menantu. Lalu keduanya memasuki pusat perbelanjaan tersebut, dengan Arumi yang berjalan di samping nya.
__ADS_1
Tempat pertama yang mereka kunjungi, adalah butik yang menjual pakaian merek ternama. Setelah berkeliling memasuki satu toko ke toko lainnya, hingga kedua tangan mereka sudah penuh, dengan belanjaan mereka. mama mertuanya bahkan sampai meminta tolong pada sopirnya untuk membawakan belanjaan mereka dan menaruhnya di mobil.
" huhhhhh. capek banget ma." ucapnya sembari duduk di kursi. Setelah keduanya lama berkeliling dan mendapatkan apa yang mereka cari. Mereka memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu. Dan disinilah mereka, di sebuah resto terkenal yang berada di lantai dua mall ini.
" kamu itu, masa kalah sama mama. Mama aja masih sanggup buat ngabisin duit papa sama suami kamu." ucapnya bercanda menanggapi sang menantu. Dia tadi begitu antusias, saat berbelanja dengan menantunya. Yah, maklum saja, dirinya tidak mempunyai putri yang bisa di ajak berbelanja. Jadi, saat dia punya menantu yang sefrekuensi dalam berbelanja, tentu saja hal itu membuatnya senang, hingga kalap.
"Tapi ma, gimana kalau mas Hisyam marah uangnya Rumi pakai buat belanja sebanyak ini?." ucapnya. Ia merasa sangat bodoh, kenapa khawatirnya sekarang. Sedangkan tadi dia malah keasyikan belanja.
" Mana mungkin dia marah sayang. Hisyam malah senang kalau uangnya di pakai oleh istrinya. Bukankah dia bekerja keras untuk istrinya?. Sudahlah tidak perlu khawatir. Mama yakin, anak mama tidak pelit seperti itu." ucapnya, menenangkan sang menantu.
" Sebaiknya kita makan dulu. Kamu mau pesan apa nak?." ucapnya lagi, sembari melihat buku menu.
"samain aja ma." ucapnya.
Setelah itu, mama Nisa memanggil waiters dan memesan sandwich serta Apple pie dengan orange juice, sebagai minumannya.
Selesai makan siang, mertuanya itu mengajaknya memasuki salon kecantikan, untuk melakukan spa. Dan Arumi menyetujuinya, karena dia memang perlu merilekskan tubuh nya, yang beberapa hari ini di buat lelah oleh suaminya.
Lama mereka melakukan spa, hingga tidak terasa hari sudah sore. Saat ini keduanya sedang menuju ke mobil mereka. Keduanya segera masuk, setelah pintu dibuka oleh sopirnya. Setelah kedua majikannya masuk, sang sopir segera menutup pintu mobil, kemudian menuju kemudi dan melajukan mobilnya untuk pulang.
__ADS_1