
setelah memasuki sebuah bangunan yang luas dan megah, mereka telah di suguhi dentuman keras suara musik. Pencahayaan yang temaram, dengan lamu kelap-kelip dan sebuah pemandangan yang di mana pria dan wanita saling bercumbu di semua tempat di dalam ruangan ini tanpa ada rasa malu lagi, karena pemandangan seperti itu sudah biasa di tempat seperti ini.
tanpa memperdulikan orang orang yang tengah bercumbu, mereka langsung memasuki ruang VVIP yang memang telah di sediakan khusus untuk mereka. Karena tempat ini adalah milik sahabat nya yaitu William, karena selain mengelola perusahaan milik orang tuanya, William juga mempunyai bisnis club sendiri. Club milik William ini adalah yang paling mewah dan yang terbesar di negara ini, dia merintis usaha club nya sejak dia kuliah, berkat tangan dingin nya dalam berbisnis, sehingga bisa membuat club milik nya ini maju dengan pesat bahkan sudah memiliki beberapa cabang di setiap kota.
setelah sampai di depan ruangan yang telah di khususkan untuk mereka, Frans langsung membuka pintu. Saat pintu terbuka mereka lagi lagi di suguhi pemandangan yang membuat nya jengah. Bagaimana tidak, saat mereka baru saja masuk ternyata di dalam ruangan itu sudah ada sahabat nya yang tidak berakhlak sedang bercumbu dengan salah satu wanita yang berpakaian kurang bahan, bahkan pakaian yang di kenakan para wanita itu membuatnya seperti telanjang, di dalam sudah ada tiga wanita yang salah satu nya tengah bercumbu dengan sahabat nya itu.
mereka memang sudah biasa dengan pemandangan seperti itu, karena saat mereka tinggal di luar negeri hal seperti itu adalah sesuatu yang lumrah. Hanya saja, Hisyam tidak sampai berhubungan dengan lawan jenis, dia hanya minum jika datang ke tempat seperti ini. Berbeda dengan Frans, dia sesekali juga memakai jasa wanita malam, sebenarnya banyak wanita yang menyukainya dengan suka rela melemparkan tubuh mereka di ranjangnya. Bukan dari kalangan biasa, biasanya anak dari kolega bisnis mereka, bahkan sampai model ternama. Hanya saja, Frans tidak ingin memiliki hubungan dengan mereka, karena dia merasa wanita hanya merepotkan saja. Belum lagi jika wanita itu seorang model dan hanya memanfaatkan nya untuk mendongkrak popularitas mereka saja.
"Apa kau yang menyuruh nya kemari Frans?", ucapnya pada sang asisten sambil melirik jengah ke arah William
"Tidak tuan, bukan saya", ucapnya membela diri sambil berjalan di belakang tuannya
"Suruh mereka keluar Wil", ucapnya sambil mengibaskan tangannya menyuruh para wanita itu keluar, lalu mendudukkan dirinya di sofa yang bersebrangan dengan William
William yang merasa kesenangan nya terganggu hanya berdecak kesal pada sahabatnya yang sangat anti dengan wanita itu
"Ck kau itu mengganggu saja", ucapnya sambil menggerutu seperti seorang gadis, sambil melepaskan tangan nya dari gunung kembar milik wanita yang ada di pangkuan nya
Belum sempat William menyuruh wanita itu keluar, salah satu dari mereka dengan berani mendekati Hisyam dan menyentuh dada bidangnya
"Singkirkan tangan kotor mu dari tubuh ku", bentaknya dengan marah dan mata yang melotot tajam lalu menepis tangan sang wanita
"M-maaf tuan", ucapnya dengan suara terbata dan tubuh yang gemetar ketakutan karena telah di bentak dan di tatap dengan tajam
"William", teriak nya pada sang sahabat
"Suruh mereka keluar, atau akan ku buat milik mu tidak akan bisa merasakan kenikmatan lagi", ucapnya dengan marah
__ADS_1
Niat hati datang ke sini karena ingin menenangkan diri, tapi malah sahabat nya yang satu ini semakin membuat nya tidak terkontrol menahan emosi nya
William yang mendengar ancaman dari sahabat nya langsung melotot dan memegangi milik nya ketakutan, karena dia tahu betul sahabat nya itu tidak main main dengan ucapannya
"Kalian, keluar lah!", ucapnya pada para wanita sambil mengibaskan sebelah tangan nya dan tangan yang satu nya masih memegang aset berharga milik nya itu
"Bisa gawat kalau Hisyam sampai membuat si Joni tidak bisa merasakan kenikmatan lagi", ucapnya dalam hati sambil bergidik ngeri Joni adalah sebutan khusus untuk adik kecil nya
Setelah para wanita itu keluar, hanya ada keheningan di antara mereka. Di atas meja yang ada di hadapan mereka, sudah tersedia banyak minuman beralkohol dengan berbagai macam, bahkan sudah ada yang terbuka tutupnya mungkin William yang meminumnya dengan wanita tadi.
tanpa berkata apapun lagi Hisyam langsung meminum minuman beralkohol yang sudah tersedia dengan gelas sloki yang telah di sediakan.
sambil menenggak minuman nya Hisyam mengarahkan pandangan nya pada lantai dansa yang berada di bawah, Karena ruangan mereka berada di lantai atas sehingga memudahkan mereka melihat ke arah luar. Kaca yang di gunakan di ruangan ini adalah kaca reflektif yang di mana orang di dalam nya bisa dengan leluasa melihat ke arah luar, tetapi tidak bisa terlihat jika orang dari luar yang melihat ke dalam.
seorang wanita yang berpakaian sangat **** dengan lincahnya menggerakkan jarinya di atas DJmixer, sedangkan di lantai dansa, ada dua orang wanita penari striptis yang sudah membuka pakaian nya sedang meliuk- liuk kan badannya di ikuti oleh semua orang yang berada di lantai dansa.
Sedangkan kedua sahabat nya hanya saling melirik bertukar pandangan, melihat apa yang di lakukan sahabat mereka itu. Karena mereka tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh sahabat nya itu
"Frans, apa yang terjadi dengan tuan mu itu?", ucapnya sambil melihat ke arah sahabat nya yang masih belum memutuskan pandangan nya dari lantai dansa
"aku tidak tahu", ucapnya sambil mengedihkan bahunya tanpa menoleh ke arah William
walau apa yang dia katakan berbeda dengan kenyataan nya, karena jelas dia tahu apa yang membuat tuan sekaligus sahabat nya seperti itu. Dia hanya tidak ingin menceritakannya pada William, karena dia merasa itu bukan haknya. Biar saja, tuannya sendiri yang bercerita karena dia juga tidak mau di salah kan nantinya.
"Sudah tuan!", ucapnya sambil mengambil gelas berisi alkohol yang ada di tangan tuan nya ketika tuannya itu ingin meminum kembali alkohol dari botol ketiga nya. Bukan nya dia ingin lancang, hanya saja membiarkan tuannya melampiaskan kemarahannya ke minuman beralkohol terlalu banyak juga bukan sesuatu yang baik, karena besok pasti tuannya itu tidak akan berangkat ke kantor, sehingga dia yang harus menghandle semua pekerjaan tuannya. Belum lagi di tambah pekerjaan nya sendiri, baru memikirkannya saja sudah membuat nya pusing, apa lagi sedari pagi dia belum istirahat sama sekali, "hahhh, resiko jadi asisten", pikir nya dengan lesu
"Beraninya kau Frans", ucapnya dengan suara keras dan tatapan nyalang ke arah asisten nya, karena merasa kesenangan nya terganggu. Hanya dengan seperti ini dia merasa rileks dengan apa yang terjadi di kehidupan percintaannya yang begitu miris
__ADS_1
"Maaf tuan, tapi anda sudah menghabiskan dua botol", ucapnya mengingatkan sang tuan
"Aku bahkan masih mampu untuk menghabiskan beberapa botol lagi Frans, apa kau meremehkan ku?", ucapnya dengan sinis.
Hisyam memang sangat kuat jika meminum alkohol, akan sangat sulit jika ingin membuat nya tumbang hanya dengan alkohol, meski begitu dia tetap bisa mengendalikan diri nya meski sudah di bawah pengaruh alkohol
"Maaf tuan, bukan seperti itu. Hanya saja, besok anda ada rapat pagi dengan klien", ucapnya mengingatkan. Karena dia tahu bagaimana pengendalian tuannya itu terhadap alkohol, tetapi tetap saja bukan tuannya itu akan merasakan sakit di kepala nya saat bangun tidur jika terlalu banyak minum
"Ck, kau itu mengganggu saja Frans", ucapnya
"Lebih baik kita pulang sekarang tuan!", ucapnya pada Hisyam
"Hmm", jawabnya lalu berdiri
dia pun menoleh ke arah sahabat nya yang masih asik dengan minuman di tangan nya
"Apa kau tidak ingin pulang Will?", tanya nya saat mengetahui sahabat nya itu belum beranjak dari tempat duduk nya
"Kalian duluan saja aku masih ingin bersenang-senang", ucapnya
Setelah mendengar jawaban dari sahabat nya itu Hisyam dan Frans beranjak dari tempat duduk nya dan keluar, saat sampai di ambang pintu Frans pun berhenti lalu berkata
"Hati hati, jangan lupa gunakan pengaman. Jangan sampai mereka mendatangi mu dengan perut membuncit", teriak nya meledek sang sahabat
"Sialan kau Frans", ucapnya sambil melepas sepatu dan melempar nya ke arah sahabat nya itu
Tawa Frans pun meledak mendengar umpatan William, lalu keluar sebelum sepatu sahabat nya melayang mengenai dirinya dan segera menyusul tuannya yang sudah berjalan lebih dulu
__ADS_1