
"kamu langsung pulang saja Frans" ucapnya lalu membuka pintu mobil tanpa menunggu di bukakan oleh asisten nya, setelah mobil yang di naiki nya sudah berhenti di depan rumah yang begitu luas nan megah berlantai dua dengan gaya eropa, halaman yang luas di lengkapi dengan berbagai macam tanaman hias dan juga air mancur yang berada di tengah tengah taman mini di halaman rumah megah itu
"Baik tuan", ucapnya
Setelah memastikan tuannya sudah masuk ke dalam rumah, Frans pun melajukan kembali mobil nya menuju apartemen yang sudah lama sekali ia tinggalkan. Sejak dia memutuskan melanjutkan kuliah di luar negeri, atau lebih tepatnya ia melanjutkan kuliah di negara tempat tinggal sekaligus tempat kelahiran nya sebelum ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan SMA nya di negara ini. Dan baru ia tempati lagi setelah ia kembali lagi ke negara ini sebagai asisten sahabat nya itu, ia ingin segera mengistirahatkan tubuh nya yang benar-benar lelah karena besok masih banyak sekali pekerjaan yang menantinya di kantor, apartemen miliknya adalah apartemen elit yang berada di tengah kota, apartment itu adalah pemberian dari orang tua nya saat dia memilih melanjutkan pendidikan SMA nya di negara sang ibu. Ya, Frans adalah blasteran, ayahnya berasal dari Perancis sedangkan sang ibu orang Indonesia, namun mereka menetap di Amerika. Sebenarnya orang tua nya menyuruh nya untuk tinggal bersama kakek dan neneknya, tetapi karena tempat kakek dan neneknya tinggal di desa dan tidak mau ikut ke kota, sehingga dia memutuskan untuk tinggal di apartemen dan sesekali mengunjungi mereka,
Sedangkan Hisyam yang sudah memasuki kamarnya langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Selesai membersihkan diri dan memakai piyama, dia pun menuju ranjang bersiap untuk mengistirahatkan tubuh nya yang terasa lelah. Lelah di tubuh nya tidak sebanding dengan lelah hati dan pikiran nya yang sangat kalut. Tubuhnya pun terasa panas, mungkin karena efek alkohol pikir nya
"Hahhhhhh"
setelah menghela nafasnya Dia pun menaiki ranjang nya dengan hati hati agar tidak membangunkan istrinya yang tengah terlelap,
dia memiringkan tubuhnya dengan satu tangan menyangga kepala nya lalu menghadap sang istri yang juga tidur menghadap nya, dia amati dengan seksama wajah sang istri yang begitu cantik, wajah nya terlihat begitu damai dan teduh ketika ia tidur.
dia angkat tangan nya yang sebelah lagi menuju wajah istrinya, dia usap dengan lembut pipi istrinya yang begitu terasa halus,
"Kenapa kamu melakukan semua itu padaku dear", tanya nya dengan lirih
"Apa kamu tahu?????" Tanya nya
"hati ku sakit sekali, saat mengetahui pengkhianatan mu. Marah, kecewa dan kebencian itu aku rasakan dalam satu waktu", ucapnya lagi sambil menghentikan usapan jarinya di pipi sang istri
"ingin sekali aku menghabisi pria yang bersamamu saat itu, tapi aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan mu hanya karena penghianatan yang kamu lakukan sehingga aku memutuskan untuk pergi", ucapnya dengan menatap tajam istrinya yang tengah terlelap
__ADS_1
"Tapi yang membuat ku lebih sakit adalah, dari semua luka yang aku rasakan dan seberapa jauh aku pergi, ternyata cinta itu masih ada. Aku kecewa pada diriku sendiri yang bahkan tidak mampu untuk melupakan mu", ucapnya dengan sebelah tangan yang terkepal
"Dan sekarang, saat kita sudah bersama pun aku tidak mampu untuk membalaskan rasa sakit hati ku pada mu", ucapnya lagi sambil mengusap bibir mungil milik sang istri
Arumi yang merasa terganggu dalam tidur nya pun menggeliatkan tubuhnya membelakangi sang suami tanpa sadar. Dan karena pergerakannya itulah yang membuat selimut yang di kenakan nya melorot sampai ke kaki, membuat piyama yang di kenakan nya tersingkap, sehingga memperlihatkan belahan kakinya. Karena Arumi memang memakai piyama rok pendek tanpa lengan berwarna putih
Melihat pemandangan yang ada di hadapan nya, kontan saja membuat tubuhnya semakin panas dingin. alApa lagi setelah melihat tubuh istrinya yang putih dan begitu kontras dengan piyama yang di pakai nya, sehingga membuat nya semakin kesusahan untuk menelan saliva nya.
Glekk
Ingin sekali ia sentuh tubuh istri nya yang telah membuat nya tergoda itu, tetapi lagi lagi logika dan pikirannya menahan nya untuk melakukan semua itu. Setelah hati dan pikiran nya yang berkecamuk, pada akhirnya nafsu lah yang menjadi pemenang nya.
Dengan hati hati, ia balik kan tubuh istrinya agar telentang. setelah tubuh istrinya telentang lalu ia kecup bibir sang istri, yang tadinya hanya sebuah kecupan lama lama menjadi sebuah ciuman yang begitu menuntut.
"Enghhh" lenguh nya dengan mata yang terpejam karena bermimpi Hisyam tengah mencumbunya
Tetapi lama kelamaan mimpi itu terasa begitu nyata, saat ia merasakan bibir nya di ***** dengan sedikit kasar, saat merasa ada yang menggigit bibirnya kesadarannya pun di paksa untuk kembali. Dengan mengerjap-ngerjapkan matanya, ia pun mulai sadar bahwa yang di alami nya bukan lah mimpi
Saat matanya benar benar telah terbuka dan kesadarannya telah terkumpul, betapa terkejutnya ia saat mengetahui suaminya tengah berada di atasnya dan mencumbunya
belum sempat ia berteriak karena rasa terkejut nya, bibirnya telah di bungkam kembali dengan bibir suaminya
"Aakkk-emmh" ucapnya tertahan sambil menepuk-nepuk dada sang suami saat bibirnya kembali di ***** dengan kasar
__ADS_1
"Diamlah, aku menginginkanmu", ucapnya dengan suara serak dan berat karena menahan gairah, lalu mengigit kecil telinga istrinya setelah bibir mereka terlepas
"**-tapi mas", ucapnya terpotong saat Hisyam lebih dulu menyahuti nya
"Aku suami mu Arumi, aku berhak atas dirimu", ucapnya dengan dingin dan tatapan mengintimidasi
"Tapi a-aku b-belum siap mas", ucapnya dengan takut tanpa berani menatap suaminya
"tatap aku", ucapnya sambil menahan dagu istrinya agar menatap ke arah nya, dengan tatapan mata nya yang sayu karena sudah di kuasai oleh gairah dia pun berkata
"Aku suami mu, dan sekarang aku menginginkanmu", ucapnya dengan lembut sambil menatap dalam ke arah mata Arumi, tanpa menunggu jawaban dari istrinya dia ******* kembali bibir sang istri dan mencumbunya.
kali ini dia melakukannya dengan lembut hingga membuat Arumi ikut terbakar akan gairah,
"Aku akan memulai nya", ucapnya sambil memposisikan diri, belum sempat ia melakukan nya tindakan nya itu di hentikan oleh sang istri dengan menahan dada bidangnya menggunakan telapak tangan istrinya
"Apa lagi Arumi?!", ucapnya kesal, gairah nya sudah mencapai ubun ubun tetapi istrinya ini malah menghentikannya
"Hati hati mas, aku takut terasa sakit", ucapnya tanpa memandang suaminya dengan pipi yang merona karena malu,
dia sadar itu adalah kewajiban nya sebagai seorang istri, dia tidak tega menolak keinginan suami nya meski dirinya belum siap, dia hanya terus meyakinkan hatinya selama suaminya mencumbunya tadi, dia mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua pasti baik baik saja, entah sekarang atau besok, cepat atau lambat suaminya itu pasti akan meminta haknya, jadi dia pikir apa bedanya sekarang dan nanti, tidak di perlakukan kasar oleh suami nya seperti yang ada di novel yang pernah ia baca saja, dia merasa lega. Apa lagi hubungan mereka juga tidak bisa di katakan baik, dia berpikir hitung hitung sebagai bentuk baktinya sebagai seorang istri
"Aku akan pelan pelan", ucapnya meyakinkan sang istri saat melihat ketakutan di wajah istrinya, setelah mengatakan itu, mereka pun melakukan malam pertama mereka yang sudah tertunda begitu lama. Lalu setelah nya hanya ada keheningan dan suara lenguhan yang saling bersahutan
__ADS_1