Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab31


__ADS_3

Keesokan harinya, Arumi terbangun karena tubuhnya terasa sesak seperti ada yang menindihnya. Setelah ia membuka mata, ia melihat dada bidang suaminya yang masih polos di tumbuhi bulu bulu halus di sekitar nya. Dan benar saja, tangan dan kaki suaminya itu melilit tubuhnya. Ia pun mencoba melepaskan tangan suaminya dari perutnya karena ia ingin segera bangun, belum sempat tangan itu terlepas tapi dia merasa pelukan nya semakin erat


"Mas, lepasin aku mau bangun," ucapnya sambil mendorong dada suaminya


"Bentar lagi sayang, mas masih ingin seperti ini," ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri


"apa mas tidak ke kantor? Ini sudah siang," tanya nya


"Mas bos nya sayang, jadi tidak apa kalau terlambat," ucapnya sambil menggigit telinga istrinya


"jangan macam-macam ya mas, lepasin dulu ini Rumi mau ke kamar mandi. Rumi mau ke kafe pagi ini," ucapnya berusaha melepaskan diri, selain ia merasa geli karena telinga nya di gigit kecil oleh suaminya, ia juga panik saat merasakan ada yang keras di bawah sana. Tubuhnya saja sudah terasa remuk karena ulah suami nya semalam, yang seperti tidak ada habisnya energinya itu. Apalagi jika di tambah lagi pagi ini, bisa bisa ia tidak bisa berjalan sungguhan.


Melihat wajah panik istrinya, bukan nya segera melepaskan Hisyam malah semakin gencar menggoda istri nya dengan mengecupi seluruh wajah sang istri


"Massss, geli," ucapnya dengan nada kesal sambil memukul pelan dada sang suami


"maaf sayang, abisnya kamu lucu," ucapnya dengan tertawa sambil melepas kan istrinya lalu bangun dan mengecup pipi sang istri


sedangkan Arumi yang mendengar tawa suaminya sempat terpana akan ketampanan sang suami yang bertambah berkali-kali lipat. Jika itu dulu, tawa dan senyum sang suami adalah hal yang sering ia temui. Tapi tidak setelah mereka bertemu, setelah sekian lama suaminya itu pergi tanpa kabar, apa lagi setelah menikah, jangan kan mendengar tawanya, saling bertegur sapa saja mereka jarang meski tinggal serumah .


Cup


"Morning kiss," ucapnya setelah mengecup bibir istrinya, saat melihat istrinya itu malah terbengong sambil menatapnya


Arumi yang tersadar segera bangun saat suami nya itu mencuri satu kecupan di bibirnya


"Mas ih, awas," ucapnya ketus sambil mendorong dada suaminya saat suaminya itu masih mencondongkan tubuhnya


Setelah bangun, Arumi langsung menurunkan kakinya. Saat ia sudah berdiri dan menuju ke kamar mandi, ia berhenti saat suaminya itu memanggil nya


"Sayang," panggil nya

__ADS_1


"apa?," ucapnya dengan malas sambil menoleh


"Apa kamu sedang menggodaku hm?," tanya nya sambil menaik turunkan alisnya saat memandangi tubuh istrinya dari atas sampai ke bawah


Arumi yang di pandang seperti itu lantas mengikuti sang suami memandang tubuhnya sendiri. Dan saat melihat tubuh nya, betapa terkejutnya ia ternyata tubuhnya itu dalam keadaan polos, dengan wajah yang memerah karena malu ia lantas berteriak


"Aaaa, dasar mesum," teriak nya lalu berlari ke kamar mandi dan menutup pintu dengan keras. Hisyam yang melihat kelakuan istrinya semakin terbahak saat istrinya itu mengumpat dirinya .


Sedangkan Arumi yang sudah berada di dalam kamar mandi masih mengatur nafasnya yang naik turun, ia semakin malu saat masih mendengar tawa suaminya yang menggema di dalam kamar mereka


"Dasar bodoh kamu Arumi, bisa bisanya kamu melakukan hal yang memalukan seperti itu," umpatnya pada diri sendiri sambil memukul jidatnya dengan pelan


lalu setelah nya ia pun segera mandi. Selesai dengan ritual mandinya, ia pun segera memakai bathrobe yang sudah berada di dalam kamar mandi. Saat hendak keluar, ia membuka pintu lalu mengeluarkan sedikit kepalanya untuk melihat apakah suaminya itu masih ada di kamar atau tidak. Karena dia merasa sangat malu jika harus bertemu suaminya sekarang, setelah di rasa aman karena ia melihat sudah tidak ada suaminya, ia pun segera keluar dan menuju walk in closet untuk berganti pakaian.


"Huhhhhh," ucapnya saat menghembuskan nafas, lalu keluar dari walk in closet setelah berpakaian


Saat dia keluar, dia melihat suaminya itu masuk ke dalam kamar dengan keadaan yang sudah segar. Sepertinya suaminya itu mandi di kamar lain saat melihat rambut suaminya yang masih basah


Arumi pun menghampiri suami nya. Saat sudah berada di hadapan suaminya, ia pun mengambil alih handuk kecil yang di gunakan suaminya untuk mengeringkan rambutnya ketika sang suami menyodorkan handuk kecil itu


"Kamu masih punya hutang penjelasan ya mas sama Rumi," ucapnya mengingatkan sambil tangan nya mengusuk rambut sang suami dari depan


"Iya sayang, tapi kamu ikut mas ke kantor ya," ucapnya sambil memeluk pinggang istrinya yang sedang berdiri dan mengerikan rambutnya


"Mana bisa mas, Rumi kan juga harus ke kafe," ucapnya keberatan dengan permintaan sang suami. Arumi juga sebenarnya merasa geli saat tangan suaminya itu masuk ke dalam pakaian yang ia kenakan sambil mengelus pinggang nya, tapi ia biarkan saja agar pekerjaan nya cepat selesai


"gak ada bantahan sayang, pilih ikut mas ke kantor atau kita seharian di kamar," ucapnya sambil mengelus pinggang ramping istrinya dan kadang juga merambat ke perut


"ya gak bisa gitu dong mas, pilihan macam apa itu," protesnya


"Apaan sih mas, geli," ucapnya sambil mencoba menyingkirkan tangan sang suami, tapi tidak diindahkan oleh pemiliknya

__ADS_1


"Bisa sayang, kamu kan istri mas," setelah mengatakan itu, ia pun membalik tubuh sang istri lalu ia duduk kan di pangkuan nya


"Mas," teriaknya terkejut dengan tindakan tiba-tiba suaminya


"Diam sayang," ucapnya sambil meniup pelan telinga sang istri, lalu mengecupi leher jenjang itu


"Mas apaan si, geli," ucapnya sambil berusaha melepaskan diri


"Kasih mas kiss dulu, baru mas lepaskan. Kalau gak mau ya sudah, kita seperti ini saja sepanjang hari," ucapnya sambil memeluk tubuh istrinya yang terus berontak


Arumi yang mendengar ucapan suaminya langsung menghentikan tindakan nya


"Bener ya tapi, abis ini lepasin," ucapnya yang hanya di sahuti deheman oleh sang suami


tanpa menunggu lama, Arumi segera mencium bibir suaminya agar cepat keluar dari keadaan mereka yang sangat intens. Tapi saat ia akan menyudahi ciuman itu, suaminya malah menahan tengkuknya dan mengambil alih ciuman mereka. Ciuman yang tadinya biasa saja, kini jadi lebih terasa menuntut. Mau melepaskan diri pun tidak bisa, karena tubuh nya di tahan oleh sebelah tangan suaminya. Sedang kan tangan yang satu menahan tengkuknya, Arumi memukul mukul dada suaminya saat dia sudah merasa kesulitan bernapas


"Huh huh huh," Arumi mengambil napas sebanyak banyaknya saat ciuman itu terlepas


"Mas mau membunuh ku ya," kesalnya pada sang suami


"Manis," ucap Hisyam sambil mengusap bibir istrinya yang sedikit bengkak karena ulahnya, ia tidak memperdulikan perkataan istrinya


Arumi yang kesal pun segera bangkit dari pangkuan suaminya, tapi tangan suaminya itu malah mencekal lengan nya


"Tunggu lah sebentar, mas ganti baju dulu," ucapnya. Setelah mengatakan itu, dia pun segera melepaskan tangan istrinya lalu masuk ke walk in closet


Sedangkan Arumi segera menuju pintu dan hendak keluar saat melihat sang suami sudah masuk ke dalam walk in closet


"Sial," umpatnya saat mengetahui pintu telah di kunci oleh suaminya, sehingga mau tidak mau dia pun kembali duduk di sofa menunggu sang suami


"Ayo," ajak Hisyam saat sudah berada di dekat istrinya sambil mengulurkan tangannya

__ADS_1


Lalu setelah nya mereka pun keluar, dan mau tidak mau Arumi pun ikut ke kantor suaminya


__ADS_2