Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab58


__ADS_3

pagi harinya. Arumi merasa tubuh bagian atasnya begitu dingin. Tetapi bagian bawahnya terutama di area sen sitif nya terasa geli. ia menggeliat, mencoba mengabaikan sensasi yang mulai ia rasakan di area bawah nya. Tetapi lama kelamaan rasa itu menjadi begitu nyata. Sehingga membuat nya gelisah merasakan sensasi aneh yang mulai menjalar ke seluruh tubuh nya. saat ia membuka mata. Ia melihat tubuh bagian atas nya yang masih polos sudah terekspos, karena selimut yang menutupi tubuh nya sudah melorot sebatas perut. Di bawah sana, ia melihat suaminya tengah berada di dalam selimut dan sedang asyik melahap sesuatu di sana.


" mas. apa yang sedang kamu lakukan?. Hentikan!." ucapnya sembari berusaha mendorong kepala suaminya agar menyingkir dari sana. Ia menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan desa han yang akan keluar dari mulutnya. Ia belum siap jika harus melakukannya lagi. Bahkan tubuhnya saja masih terasa lelah, karena kegiatan mereka semalam.


" sayang. Kamu sudah bangun?. Maaf!. Abisnya mas tidak tahan saat melihat kamu tadi." ucapnya tanpa rasa bersalah. Saat bangun tadi, ia melihat selimut yang menutupi tubuh mereka sudah melorot. Sehingga dia bisa melihat tubuh polos istrinya. Melihat pemandangan indah di hadapannya, tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Setelah mengatakan itu, ia segera melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda. Ia tidak memperdulikan protes dari sang istri. Kemudian mereka mengulangi kegiatan mereka semalam. Sedangkan Arumi hanya bisa pasrah di bawah kendali suaminya.


setelah selesai dengan kegiatannya. Mereka keluar dari kamar dan menuju lantai bawah. Di mana, mereka sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya untuk makan siang bersama. Karena saat sarapan tadi, mereka sudah melewatkan nya.


" siang pa, ma." sapa Arumi, pada mertuanya. saat melihat kedua mertuanya itu sudah menunggunya untuk makan siang. Ia segera mendudukkan dirinya setelah Hisyam menarik kursi untuk nya.


" siang sayang. Ayo makan!. kalian pasti sudah lapar!. Karena melewatkan sarapan tadi pagi?." ucapnya sembari tersenyum kearah menantunya.


" iya ma." ucapnya dengan tersenyum malu. Arumi siang ini sengaja memakai pakaian yang berkerah, untuk menutupi tanda kepemilikan yang di buat oleh suaminya.


Kemudian mereka makan dengan tenang. Hingga suara papa Candra menginterupsi mereka.


" kalian akan honeymoon kemana?. Biar papa yang mengurusnya!." ucapnya di sela-sela mereka makan, sehingga membuat kedua orang di hadapannya saling tatap. Arumi berdehem sebentar untuk menutupi rasa gugupnya, karena dia tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Bahkan suaminya tidak mengatakan apapun semalam.


" Rumi terserah mas Hisyam saja pa." ucapnya dengan tersenyum. Membuat mertuanya mengalihkan atensinya pada sang putra.


" kita ke Paris saja pa." putusnya. membuat Arumi menoleh ke arah suami nya. Ia tidak menyangka, jika Hisyam masih mengingat tempat yang ingin ia kunjungi bersama sang kekasih dulu.


" baiklah!. Setelah ini kalian bersiaplah!. Untuk pekerjaan, biar sementara papa yang handle." ucapnya.


" terimakasih pa." ucap keduanya.

__ADS_1


Setelah makan siang, keduanya saat ini tengah bersiap menuju bandara.


" tidak perlu membawa apapun sayang!." ucapnya, saat melihat istrinya akan memasukkan pakaian kedalam koper.


" kenapa?. Kita nanti ganti pakaian nya gimana?." tanyanya sembari menoleh pada suaminya. Mendengar hal itu, Hisyam mendekati sang istri. Kemudian berkata


" kenapa membawa pakaian?. Bukankah di sana juga tidak di butuhkan nanti?." tanyanya dengan sebelah alis terangkat, membuat Arumi mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti. Melihat ekspresi istrinya, ia kembali berkata.


" bukankah kita akan honeymoon sayang!. Jadi untuk apa membawa pakaian?. Toh nanti kita di sana juga, lebih sering tidak memakai apapun." ucapnya dengan menyeringai. Membuat Arumi mengerti kemana arah pembicaraan suaminya.


" dasar me sum." umpatnya, dengan melemparkan pakaian yang sedang ia pegang ke arah suaminya. Membuat Hisyam terkekeh, setelah menangkap pakaian itu.


" sudahlah!. Ayo keluar!. Kita sudah di tunggu." ucapnya, kemudian merengkuh pinggang istrinya. sebelum berangkat, mereka berpamitan terlebih dahulu pada orang tuanya.


" iya ma." ucap Arumi dengan sopan. Kemudian menyalami papa Candra, setelah melepas pelukan mamanya.


" jaga putri mama dengan baik." ucapnya pada sang putra, saat keduanya akan masuk ke dalam mobil.


"mama tidak perlu khawatir!. kami berangkat dulu." ucapnya.


" pergilah!. Jangan lupa, buatkan mama cucu yang banyak!." ucapnya lagi,


" mama tenang saja. aku akan membuatkan sebelas cucu untuk kalian." ucapnya, menanggapi sang mama. Yang di acungi jempol oleh mama nya. Sedangkan sang papa hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian mobil mereka melaju menuju bandara.


" mas. Kamu ini!. Emangnya aku kucing apa?. Yang bisa beranak sebanyak itu." ucapnya mencubit perut suaminya, dengan bibir yang mengerucut. Sehingga membuat Hisyam gemas, dan mencuri satu kecupan di bibir istrinya.

__ADS_1


" mas!." ucapnya dengan mendelik sebal pada suaminya. Ia melirik ke arah spion untuk melihat supir yang mengantar mereka. Dia sangat malu, jika sampai perbuatan suaminya barusan di lihat oleh supir nya.


" apa sayang?. Abisnya kamu maju-majuin bibir kaya gitu. Jadi mas pikir kamu minta di cium." ucapnya, yang membuat Arumi segera menutup mulut suaminya.


" diamlah." desisnya kesal. " dasar tidak tahu malu." pikirnya. Ia segera melepaskan tangan yang ia gunakan untuk menutup mulut suaminya, saat merasakan telapak tangannya basah. Karena jilatan lidah sang suami.


Setelah tangan istrinya terlepas, Hisyam segera mengangkat istrinya untuk duduk di pangkuan nya. Yang membuat Arumi berteriak karena terkejut.


" mas. Kamu tuh emang suka bikin aku kesel ya!." ucapnya. lalu menggigit tangan suaminya, yang membuat Hisyam malah tertawa.


" aduh sayang!. Kamu gak sabaran banget si." ucapnya dengan tertawa. Entah kenapa, menggoda istrinya menjadi kegiatan yang menyenangkan baginya. Mendengar itu, membuat Arumi semakin menekuk wajahnya. ia terkadang heran. Kemana suaminya yang dulu begitu dingin dan acuh padanya?. Kenapa sekarang, malah berganti dengan suaminya yang me sum plus menyebalkan.


setelah itu, tidak ada lagi yang berbicara di antara mereka. Hisyam hanya membiarkan istrinya duduk di pangkuan nya, dengan kedua tangannya yang melingkar di perut istrinya. Sedangkan Arumi sudah pasrah saja. Yang terpenting suaminya itu tidak melakukan yang aneh-aneh, selama mereka di mobil.


Saat ini mereka sudah sampai di bandara, dan segera memasuki pesawat.


" istirahatlah sayang!. Perjalanan kita masih jauh." ucapnya, setelah mengajak istrinya memasuki kamar pribadinya yang ada di dalam pesawat.


" hmmm." ucapnya. Ia segera menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya, yang terasa begitu lelah. Bahkan lelahnya melebihi dia bekerja seharian.


" mas mau kemana?." tanya nya, saat melihat suaminya membuka pintu.


" mas keluar sebentar!. tidurlah!. Bukankah kamu perlu mengembalikan tenaga mu untuk kegiatan kita selam di sana." ucapnya pada sang istri.


Mendengar perkataan suaminya, Arumi segera membalikkan tubuhnya dan memunggungi suaminya. Ia kesal sekali. Kenapa di semua pembicaraan mereka, menjurus ke sana?. mungkin karena lelah, membuat Arumi begitu cepat terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2