
Tok tok tok
"Masuk", ucap nya
"Permisi tuan, ini berkas yang harus segera anda tanda tangani.", ucap asisten pribadinya yang bernama Frans itu sambil memberikan berkas yang ia pegang
"Taruh saja di sini", ucapnya sambil melihat ke arah meja kerjanya
"Apa kamu sudah melakukan apa yang saya perintahkan tadi Frans?", tanya nya sambil memeriksa berkas yang akan dia tanda tangani
"Sesuai perintah anda tuan, mereka sudah melakukan tugas dari tuan", ucapnya
Setelah mendengar apa yang di katakan asisten pribadinya, Hisyam pun menyuruh nya keluar
"Hmmmm pergilah", ucapnya sambil mengibaskan tangannya
"Baik tuan, saya permisi", ucapnya sambil membungkukkan badannya lalu setelah nya dia pun keluar
Setelah asistennya keluar, Hisyam pun melanjutkan pekerjaannya. Saat sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya, tiba-tiba saja ada yang membuka pintu ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?",ucapnya tanpa melihat ke arah orang yang membuka pintu dengan nada marah karena orang itu sudah tidak sopan
"Woow, santai brother. Apa setelah menikah kamu jadi tukang pemarah?", ucapnya dengan nada bercanda
"Kau!, ada apa kau datang kemari?, apa waktu mu sesenggang itu, di saat jam kerja malah kelayapan di sini", ucapnya dengan sinis saat mengetahui siapa orangnya
belum sempat orang itu menjawab, Frans sudah datang lebih dulu dengan tergesa Lalu berkata
"Maaf tuan, tuan William memaksa untuk masuk", ucap nya dengan nada takut karena tuan nya itu paling tidak suka jika sedang bekerja ada yang mengganggu nya
Ya, orang yang masuk tanpa mengetuk pintu tadi adalah William. Dia adalah sahabat Hisyam dan juga Frans, William dan Hisyam sudah mengenal sejak kecil karena kedua orang tua mereka bersahabat. Sedangkan dengan Frans, mereka kenal sejak SMA dan bersahabat hingga kini. Mereka bahkan sama sama melanjutkan kuliah di luar negeri, hanya saja William kembali lebih dulu setelah lulus, karena harus menggantikan papa nya memimpin perusahaan. Sedangkan Hisyam memimpin perusahaan yang ada di Washington dengan Frans sebagai asisten nya, jadi saat Hisyam di pindah ke perusahaan inti Frans juga mengikuti tuan nya
"tidak apa Frans, seperti tidak tahu bagaimana dia saja",ucapnya pada sang asisten sambil melihat jengah pada orang yang di maksud
__ADS_1
"Ck kau itu formal sekali Frans, santai sedikit brother, ayo kita duduk", ucapnya sambil merangkul pundak Frans dan akan mengajak nya untuk duduk
"Maaf tuan, saya harus kembali karena pekerjaan saya masih banyak", ucapnya sambil melepas tangan William yang ada di pundaknya
"Apa tuan mu itu selalu membuat mu bekerja keras Frans?", ucapnya dengan nada bercanda
tanpa menjawab apa yang William katakan, Frans pun pamit undur diri. Tapi belum sempat Frans pamit, tuan nya itu sudah berkata
"Suruh asisten mu mengantar minuman kemari Frans", ucapnya pada sang asisten sebelum asisten nya itu pergi
"Baik tuan, kalau begitu saya Permisi dulu tuan", ucapnya dengan sopan sambil sedikit membungkukkan badannya lalu setelah nya ia pun keluar
"Ada apa kau kemari?", ucapnya mengulang pertanyaan nya yang belum terjawab tadi, setelah melihat asisten nya keluar dan menutup pintu
"Aku hanya mengunjungi sahabat ku yang super sibuk ini", ucapnya setelah duduk meski belum di persilahkan oleh pemiliknya
Hisyam yang mendengar perkataan sahabat nya itu hanya memutar bola matanya jengah
"Sudah lah tidak perlu di bahas, lagian sekarang juga kau sudah tahu", ucapnya dengan nada malas
"Ck kau itu tidak asik sekali, nanti malam aku akan ke rumah mu, aku ingin tahu seperti apa istri mu", ucapnya karena dia penasaran wanita seperti apa yang mau jadi istri manusia kaku seperti sahabat nya ini, saat kakak sahabat nya itu meninggal juga dia sedang berada di luar negeri dan baru pulang satu Minggu yang lalu makanya dia belum tahu seperti apa istri sahabat nya
"Ck, aku tidak menerima tamu seperti mu", ucapnya dengan nada datar
bisa gawat kalau dia sampai tahu siapa istrinya, batinnya
"Jangan bilang, kau malu mengenalkan istri mu sendiri, secara dia kan tunangan almarhum yang artinya dia lebih tua dari mu?", ucapnya menggoda sang sahabat yang menurut nya terlalu kaku
"Keluarlah jika kau hanya ingin membahas itu", ucapnya dengan nada datar
setelah mengatakan itu tidak lama pintu di ketuk dari luar
Tok tok tok
__ADS_1
"Masuk", ucapnya
"Permisi tuan, ini minuman nya", ucap annelise sambil meletakkan nya di atas meja
William yang mengetahui yang datang adalah wanita cantik dia pun bermaksud menggoda nya
"Hi cantik, boleh kenalan", goda William pada sekertaris sahabat nya itu sambil mengedipkan sebelah matanya
"Jangan macam-macam Wil", ucap Hisyam sambil memelototkan matanya
"Maaf tuan, saya permisi", ucap annelise tanpa memperdulikan teman bos nya, setelah nya dia pun keluar
"Baiklah aku tidak akan bertamu malam ini, tapi sebagai gantinya, izinkan aku mengajak kencan sekertaris mu itu", ucapnya setelah annelise hilang dari pandangan nya,
William memang terkenal paling play boy dari dulu
"Ck kau itu tidak pernah berubah, berhentilah mengganggu nya", ucapnya karena tidak ingin sekertaris nya jadi korban sahabat laknat nya ini
"Kalau begitu, aku akan tetap bertamu nanti malam", ucapnya tanpa bantahan
"Terserah", ucapnya dengan jengah
"Baiklah aku pulang dulu", ucapnya setelah menghabiskan minuman nya, saat hendak membuka pintu Hisyam pun berkata
"Apa kau tidak ingin menunggu Wil?", ucapnya saat sahabat nya itu akan keluar
"Menunggu apa?", jawabnya dengan bingung sambil menoleh ke arah sahabat nya
"Menunggu di usir", ucapnya lalu setelah nya dia pun tertawa setelah mengerjai sahabat nya itu
"Sialan kau", ucapnya dengan melempar pena yang ada di saku jas nya ke arah sahabat nya lalu setelah nya ia pun keluar
Sedangkan Hisyam masih tertawa setelah menghindari pena yang di lempar sahabat nya itu, setelah berhenti tertawa dia pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda gara gara kedatangan sahabat nya itu
__ADS_1