
Setelah sampai di luar, papa Candra langsung pergi bersama mama Nisa. Sedangkan mas Hisyam entah kemana pria itu pergi, aku pun memutuskan untuk menunggu saja di depan ruang rawat mas Taufik .
setelah beberapa saat aku duduk, aku pun kepikiran untuk mengabari sahabat ku. aku ingin dia menjadi saksi di hari pernikahan ku. Aku pun memutuskan menghubunginya untuk memberi tahu rencana pernikahan ku
Tuuuut tuuuut
"Halo, ada apa rum?", tanya Siska dari seberang telepon
"Apa kamu lagi sibuk sis?", tanyaku
"iya sedikit, hari ini kafe sangat ramai", ucapnya
"ada apa memangnya rum?", tanyanya lagi
"bisakah kamu datang ke rumah sakit?", tanyaku
"Apa terjadi sesuatu?", tanyanya dengan khawatir
"Emmm bisakah kamu datang saja dulu, setelah sampai di sini aku akan menceritakan nya", ucapku
"Baiklah. Aku akan kesana sekarang", ucapnya sambil menutup telepon
__ADS_1
Setelah 15 menit berlalu aku pun melihat Siska yang menghampiri ku. Setelah sampai aku pun menyuruh nya untuk duduk di sebelah ku
"Apa yang terjadi rum, kenapa kamu menyuruh ku kesini?", tanyanya setelah dirinya duduk di samping ku
"Aku akan menikah hari ini. Aku ingin kamu juga menyaksikan pernikahan ku", jawabku
"Bukankah mas Taufik baru saja sadar, apa tidak sebaiknya menunggu dia pulih dulu?", tanyanya keheranan
"Aku akan menikah dengan mas Hisyam sis?", ucapku dengan lirih
"Apa???? ", Tanya Siska dengan suara tinggi
"Sis, jangan keras keras, ini di rumah sakit", ucapku sambil membekap mulutnya, setelah melepaskan tangan ku dia pun berkata
"jadi bagaimana bisa kamu menikah dengan si kulkas berjalan itu?", tanyanya dengan penasaran
ya sedari dulu Siska selalu memanggil mas Hisyam dengan sebutan kulkas berjalan. Itu karena mas Hisyam bukanlah orang yang ramah, bahkan terkesan sangat dingin dan arogan. Berbeda dengan mas Taufik yang orang nya sangat supel dan ceria, sehingga banyak orang orang yang menyukai nya.
"Dia punya nama sis", ucapku yang hanya di jawab desisan oleh siska
Lalu setelah nya aku pun menceritakan apa yang terjadi pada mas Taufik hingga membuat ku harus menikah dengan mas Hisyam.
__ADS_1
Hening beberapa saat setelah aku menceritakan semuanya pada Siska sahabat ku.
Siska yang masih shock mendengar apa yang aku katakan pun terdiam beberapa saat lalu berkata
"Apa kamu yakin dengan keputusan mu?", tanyanya memastikan
"Aku hanya ingin mengabulkan permintaan mas Taufik yang terakhir kalinya sis", ucapku
"Aku hanya khawatir dengan mu Rumi bagaimana jika ternyata Hisyam hanya ingin menyakiti mu?, kamu tidak lupa kan apa yang membuat nya memutuskan pergi ke luar negeri", ucapnya
"Lalu kenapa sekarang dia menerima untuk menikah dengan mu?", tanyanya lagi
"Entahlah, soal itu biar menjadi urusan nya ,yang terpenting aku sudah memenuhi keinginan mas Taufik", ucapku
"setidaknya aku tidak akan menyesal karena telah memenuhi keinginan terakhirnya jika mas Taufik benar benar telah meninggalkan dunia ini", sambung ku dalam hati
Setelah berkata demikian tidak ada lagi pembicaraan di antara kami. Kami sibuk dengan pemikiran masing-masing, hingga aku melihat mas Hisyam yang datang bersama mama dan papa lalu di susul beberapa orang di belakang mereka
"sayang gantilah pakaian mu, sebentar lagi kalian akan menikah", ucap mama Nisa sambil menyodorkan paper bag yang ada di tangan nya
"Iya ma", ucapku sambil mengambil paper bag itu kemudian aku berlalu untuk berganti pakaian
__ADS_1
Setelah selesai mengganti pakaian dengan kebaya berwarna putih yang di berikan oleh mama Nisa aku pun masuk ke dalam ruang rawat mas Taufik, ternyata semua nya sudah berkumpul, sudah ada seorang penghulu yang akan menikahkan kami juga di sana
"Sayang, kemari lah duduk di dekat calon suami mu", ucap mama Nisa setelah aku masuk lalu menuntun tangan ku dan mendudukan diriku di samping mas Hisyam