Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab38


__ADS_3

merasa tidak nyaman dalam tidur nya, Arumi mencoba menggerakkan kakinya yang terasa kebas seperti ada yang menindih kakinya. Karena tidak berhasil, akhirnya Arumi terbangun dengan membuka mata nya secara perlahan


Dan benar saja, saat dia sudah terbangun. Bisa dia lihat, kaki besar dan panjang yang berada di atas kakinya. Saat dia menoleh ke samping, dia melihat wajah suaminya yang tengah terlelap


"Bukan nya tadi aku tidur sama Siska ya?," gumamnya pada diri sendiri, lalu dia edarkan pandangan menyapu seluruh ruangan yang terasa asing baginya


"Di mana ini?," ucapnya yang masih berbicara pada diri sendiri. Setelah mengatakan itu, dia segera menyingkirkan kaki suaminya dengan hati hati karena takut membangunkan si empunya


Setelah turun dari ranjang, dia segera membuka pintu kamar yang menjadi tempat tidur nya. Saat pintu sudah terbuka, dia langkahkan kakinya keluar dari kamar. Dia baru tahu, jika sekarang dirinya sedang berada di dalam pesawat. Tanpa berpikir panjang dia segera masuk kembali ke dalam kamar kemudian membangunkan suaminya


"Mas, mas," panggil nya sambil menggerak gerakan lengang suaminya, sedangkan Hisyam yang merasa tidur nya terganggu hanya menjawab dengan gumaman


"Emmmm," ucapnya dengan mata yang masih terpejam, dia belum sadar jika yang memanggil adalah istrinya


"Mas, bangun dulu!." ucap Arumi lagi masih dengan menggerak gerakan lengan suaminya


Sedangkan Hisyam yang seperti mendengar suara istri nya mencoba membuka mata dengan perlahan


"Ada apa hmmm?," tanya nya dengan suara serak saat melihat istrinya sudah bangun dan sedang duduk menyamping di atas ranjang


"Mas, kita ada di mana ini?," tanya nya

__ADS_1


"Kita ada di pesawat sayang," ucapnya dengan gamblang


"Maksud aku bukan itu mas. Kita mau ke mana?, bangun dulu mas", ucapnya lagi setelah melarat pertanyaan nya. Dia memukul pelan lengan suaminya, saat melihat suaminya kembali memejamkan mata


"Kejutan sayang," ucapnya. Lalu bangun dan mendudukkan dirinya sambil bersandar pada headboard ranjang. Dia melihat jam yang di pergelangan tangan nya waktu baru menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Berarti mereka baru terbang selama satu jam, dan masih memerlukan waktu berjam-jam untuk sampai ke tempat tujuannya


"Mas, yang bener. Kita mau kemana ini?," tanya nya lagi yang merasa tidak puas dengan jawaban suaminya


"Kan mas sudah bilang, kejutan. Kalau di kasih tahu bukan kejutan namanya sayang," ucapnya dengan nada santai nya


"Tau ah," kesalnya lalu memalingkan wajah


"Mas," teriaknya saat suaminya itu tiba tiba mengangkat tubuhnya


"Aku masih marah ya sama kamu," ucapnya dengan kesal. Lalu memukuli dada suaminya, Hisyam yang melihat itu segera menangkap tangan istrinya


"Sayang, jangan lakukan itu nanti tangan kamu sakit. Kamu bisa lampiasin kekesalan kamu sama mas, asal jangan menyakiti dirimu sendiri. Oke," ucapnya dengan lembut, lalu mengecup tangan istrinya yang tadi di gunakan untuk memukulinya


Sedangkan Arumi yang mendengar itu lantas menangis dengan keras. Suaminya itu tidak pernah berubah sedari dulu, selalu menjaga dirinya, dan memperlakukan nya dengan lembut. Dia merasa sangat di cintai, saat suaminya itu bersikap arogan dan juga dingin pada orang orang di sekitar mereka, tapi tidak dengan dirinya. Dulu dia sering menduga, apa suaminya itu punya kepribadian ganda?, sehingga bisa berubah saat memperlakukannya dan orang lain. Tapi itu dulu, sebelum masalah menghampiri mereka, di tambah lagi saat dia mengetahui alasan kenapa suaminya itu dulu meninggalkan nya.


"Jahat kamu mas," lirih nya, karena suaranya yang tenggelam oleh tangisannya

__ADS_1


Hisyam yang melihat istrinya semakin kencang menangis, dia segera menarik tubuh mungil itu ke dalam dekapannya, ia usap dengan lembut punggung sang istri untuk menenangkan nya


"Shuuut, berhenti sayang. Nanti dada kamu terasa sesak jika menangis seperti itu," ucapnya tanpa menghentikan usapan pada punggung sang istri


"Maafin mas ya, mas yang salah. Saat itu mas sedang di liputi oleh kecemburuan,"ucapnya berusaha menjelaskan agar masalah mereka segera selesai


"Dan fatal nya, mas tidak menanyakan dulu kebenarannya sama kamu," ucapnya lagi, dia lepaskan pelukan nya pada sang istri, ia tatap mata istrinya yang banjir oleh air mata kemudian dia usap pelan dengan ibu jari nya


"Mas mengakui mas salah oke. Sudah jangan menangis lagi, karena itu semakin membuat hati mas sakit karena sudah membuat luka yang begitu dalam pada wanita yang paling mas cintai", ucapnya sambil terus mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya


Karena tidak mendapat tanggapan apapun dari istrinya, ia peluk kembali sang istri sambil mengusap punggung nya. Lama dia melakukan itu, hingga terdengar dengkuran halus dan nafas yang teratur menandakan sang istri sudah kembali tertidur. Wajar saja, karena waktu juga baru menunjukkan dini hari


setelah memastikan istrinya sudah benar benar pulas, ia baringkan istrinya dengan hati hati, kemudian dia turun dari ranjang dan keluar kamar nya


"Anda membutuhkan sesuatu tuan?," tanya seorang pramugari setelah menghampiri tuannya yang duduk termenung sambil melihat ke luar jendela. Tadi dia dan temannya sedang ada di belakang sehingga tidak tahu jika istri tuannya sempat keluar kamar


"pergilah!," ucapnya sambil mengibaskan tangan nya tanpa menoleh pada pramugari tersebut


Sedangkan sang pramugari yang sudah mengetahui bagaimana sikap tuannya, segera pergi dari sana sebelum dirinya di lempar keluar pesawat


Setelah menenangkan diri nya, Hisyam segera bangkit kemudian menyusul sang istri yang sudah berada di alam mimpi

__ADS_1


__ADS_2