
Setelah keluar dari kamar mandi,Arumi tidak menemukan suaminya di dalam kamar. Dia segera melangkahkan kakinya keluar kamar untuk mencari suaminya
"mas, mas,"panggil nya sambil menuruni tangga, karena kamar yang mereka masuki tadi adalah kamar di lantai dua
hingga sampai di lantai bawah, dia belum juga menemukan suaminya. Dia menyusuri ruangan demi ruangan, hingga akhirnya dia sampai di sebuah ruangan yang memperlihatkannya pada sebuah pemandangan yang membuat nya terpesona. Di depan sana, dia melihat tubuh tegap seorang pria tengah memegang spatula dan memakai Appron di depan sebuah kompor yang tengah menyala. Tanpa mengatakan apapun, dia segera mendekati pria yang tengah sibuk dengan kegiatan nya itu. Entah apa yang suaminya itu masak, tapi semakin di dekati semakin tercium bau harum dari masakan tersebut
"Mas, kenapa gak nyahut si?. Aku panggil dari tadi juga," ucapnya setelah sampai di dekat sang suami. Ia bersandar pada lemari pendingin yang ada di ruangan dapur tersebut, sembari memperhatikan suaminya yang tengah fokus memasak. Ah, suaminya itu semakin terlihat tampan setelah di lihat dari dekat, bahkan sedang memasak saja masih terlihat tampan
"Maaf sayang, mas gak denger tadi. Ada apa?," ucapnya tanpa menoleh dan hanya fokus dengan pekerjaan nya
Sedangkan Arumi yang merasa di acuhkan hanya mencebikkan bibirnya
"gak ada, nanti aja. mas masak apa?, biar Rumi bantu," ucapnya berniat membantu sang suami
"Gak usah, kamu di situ saja. ini sudah selesai kok", ucapnya lantas mematikan kompor
"sebaiknya kita makan malam dulu," ucapnya lagi sambil menoleh ke arah istrinya
saat melihat penampilan istrinya, ia sangat terpesona. Meski hanya memakai bathrobe dan handuk kecil yang di lilitkan di kepala nya, istrinya itu sangat se xy. Apa lagi saat melihat pose sang istri, dengan punggung yang bersandar pada lemari pendingin, kedua tangan yang bersedekap di depan dada, ditambah dengan satu kaki yang di tekuk kebelakang. Dengan posisi seperti itu, membuat belahan bawah bathrobe yang di kenakan istrinya otomatis sedikit tersingkap, dan memperlihatkan paha mulus sang istri. Dengan sebelah alis terangkat, lalu dia dekati sang istri
"Apa kamu sedang menggoda ku sayang?," ucapnya dengan sedikit menunduk dan mengungkung tubuh istrinya yang masih bersandar pada lemari pendingin
"Ap-apa?, menggoda apa sih mas", ucapnya dengan gugup saat wajah suaminya begitu dekat dengan wajah nya, bahkan hidung keduanya nyaris menempel sedikit lagi
Karena merasa gugup di tatap oleh sang suami, Arumi berusaha menyingkirkan sang suami dengan mendorong dada bidangnya, tetapi karena tenaga nya yang tidak sebanding, suaminya itu bahkan tidak bergeser sedikit pun
sedangkan Hisyam yang melihat wajah istrinya sudah memerah, ia segera menegakkan badannya dan sedikit melangkah mundur. Dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana, lalu ia tatap sang istri dari atas hingga ke bawah.
__ADS_1
"Kamu mencari ku dengan penampilan seperti ini, bagaimana aku tidak mengira jika kamu sedang menggoda ku hmm," ucapnya
Sedangkan Arumi yang mendengar itu lantas melihat dirinya sendiri. Dia rasa tidak ada yang salah dengan penampilan nya. Meski hanya memakai bathrobe, karena dia memang belum memakai pakaian, dari pada tidak memakai apapun kan, pikirnya. Dasar pikiran suaminya saja yang me sum
"Ada apa dengan ku?, aku masih memakai bathrobe bukan telanjang," ucapnya merasa kesal karena sudah di kira ingin menggoda sang suami
"Lagian ini salah kamu mas. Mengajak aku kesini tanpa persetujuan dari ku, jadi aku tidak membawa apapun kesini. Bagaimana dengan pakaian ganti ku?," ucapnya menyalahkan sang suami
Jika saja suami nya itu mengatakan dulu sebelum mengajak nya bepergian, pasti tidak akan seperti ini kejadian nya. Dia jadi tidak bisa berganti pakaian jika seperti ini, pakaian yang ia kenakan tadi juga sudah kotor.
"Sayang, pakaian ganti mu bahkan sudah tersedia di walk in closet yang ada di kamar tadi," ucapnya
Dia tidak habis pikir dengan istrinya, dia yang salah karena tidak mencari nya terlebih dahulu tapi malah memarahi dirinya
"Kenapa tidak bilang dari tadi sih mas. Aku sudah kedinginan ini," ucapnya tetap menyalahkan sang suami
Dia bahkan baru menyadari, jika suami nya sudah berganti pakaian. Lagi pula, dia tadi baru teringat tidak punya pakaian ganti saat dirinya selesai mandi. Dia bahkan juga ingat, jika suami nya tidak membawa apapun tadi. Jadi dia berpikir mereka memang tidak memiliki baju ganti disini. Sehingga membuat nya langsung mencari keberadaan sang suami
"Baiklah. Maaf kan mas Oke," ucapnya mengalah. Karena dia yakin, jika berdebat dengan istrinya, bahkan sampai ke lebaran monyet dia yang akan tetap salah, jadi meminta maaf adalah alternatif terbaik
"ya sudah, sebaiknya kamu ganti pakaian dulu. Lalu kita makan ya," ucapnya sambil tersenyum, lalu mengeluarkan tangan nya dari dalam saku kemudian berbalik untuk menyajikan masakan yang telah ia buat ke atas meja
"Kita makan saja dulu, lagian Rumi capek kalau harus naik terus turun lagi," ucapnya, lalu ia melangkah mengambil piring kemudian ia tata di atas meja
"Nanti kamu masuk angin sayang, bukankah kamu bilang kedinginan," ucapnya sembari meletakkan makanan ke atas meja
"wah, kelihatan nya enak. Sejak kapan kamu bisa memasak mas?," tanya nya tanpa memperdulikan perkataan suaminya. Ia hanya fokus pada makanan yang disajikan oleh sang suami yang terlihat begitu menggugah selera, Suaminya itu menyajikan steak dan mashed potato untuk makan malam mereka
__ADS_1
"Sejak mas tinggal di Amerika. Mas belajar memasak sendiri saat mas kangen sama masakan kamu. Ayo makan, keburu makanan nya dingin," ucapnya lalu menarik kan kursi untuk istri nya. Kemudian dia duduk di samping sang istri
Sedangkan Arumi yang mendengar dan melihat perlakuan suaminya merasa sangat terharu. Dia jadi ragu dengan keputusan yang akan dia ambil, padahal dia sudah memikirkannya sejak berada di rumah sahabat nya. Tanpa mengatakan apapun, dia segera duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh sang suami
"Makanlah!, setelah ini istirahat, besok mas ajak kamu jalan jalan," ucapnya sembari menyodorkan sepiring steak yang telah ia potong potong ke hadapan istrinya
"terimakasih," ucap Arumi dengan mata yang sudah berkaca-kaca, kemudian ia kibas kibaskan tangan nya ke wajah berharap airmata nya tidak luruh
"Kenapa sayang?, apa masih panas?," ucapnya saat melihat istrinya mengipasi wajah dengan tangan nya
"Ah tidak mas," ucapnya kemudian memakan makanan nya, sedangkan Hisyam masih melihat sang istri yang makan dengan lahap
Sedangkan Arumi yang merasa dirinya di tatap lantas menoleh dan mendapati sang suami tengah memperhatikannya
"Kenapa, apa ada yang salah?," ucapnya dengan bingung karena di tatap seperti itu
"Tidak. Lanjutkan saja makan nya," ucapnya dengan tersenyum,Dia merasa senang melihat sang istri dengan lahap memakan makanan buatannya
"mas juga makan, ini enak banget loh mas," ucapnya sembari menikmati makanan nya
"Benarkah?, kalau begitu habis kan ya. Nanti kalau masih kurang kamu bisa memakan bagian mas," ucapnya
"Kamu mau membuat ku gendut ya mas?," ucapnya dengan menghentikan kunyahan nya, ia menoleh ke arah suaminya dengan mata yang memicing
"Salah lagi," ucap Hisyam dalam hati, padahal tadi niatnya itu baik. Tapi istri nya malah salah sangka, dia tahu jika kata gendut adalah kata yang sensitif untuk wanita. Tidak ingin memperburuk suasana, tanpa menjawab perkataan istrinya Hisyam segera memakan makanan nya
Sedangkan Arumi yang melihat tindakan suaminya hanya mengulum senyum, sebenarnya tadi dia hanya bercanda, dia mengatakan itu agar suami nya berhenti menatap nya dan segera makan.
__ADS_1
setelah itu suasana menjadi hening, hanya terdengar suara denting sendok dan garpu