Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab54


__ADS_3

Hisyam kembali duduk setelah memasangkan cincin di jari sang istri. Setelah itu, datang pramusaji menghidangkan beberapa makanan untuk mereka berdua.


" kamu pergi tadi pagi, untuk menyiapkan semua ini mas?." tanya nya, setelah pramusaji itu pergi.


" iya sayang. Mas ingin mengajak kamu candlelight dinner sebelum kita pulang." ucapnya menanggapi sang istri, dengan tersenyum lembut.


" Tapi mas, yang tadi itu apa gak terlalu berlebihan. usia pernikahan kita bahkan sudah dua bulan." ucapnya menanggapi lamaran romantis dari suaminya.


Sebelumnya bahkan tidak pernah terlintas di pikiran nya, jika sang suami akan seniat itu menyiapkan kejutan untuk dirinya. Jika dia di tanya, apakah dirinya bahagia?. Tentu saja dia bahagia, di lamar oleh cinta pertama nya dengan suasana romantis seperti tadi. Ya, tidak bisa ia pungkiri, bahwa masih ada cinta untuk suaminya itu. Seperti kata kebanyakan orang, jika cinta pertama itu sulit untuk di lupakan. Mungkin itulah yang selama ini dia rasakan. Dia dulu menerima pinangan dari almarhum bukan karena mereka saling mencintai, dan mereka tahu akan hal itu. Mereka memutuskan untuk bertunangan karena mereka sama-sama memiliki komitmen dan juga sudah ada rasa nyaman di antara keduanya. Tapi dia tidak pernah menyangka, jika keputusannya bertunangan dengan almarhum malah mengantarnya pada kehidupan rumah tangga, bersama cinta pertama nya. Sungguh, semua ini diluar dugaan nya.


"Tidak ada yang berlebihan, jika itu tentang kamu. Mas sengaja melakukan semua ini, karena mas benar-benar ingin memulai semuanya dari awal. Bukankah sesuatu yang di awali dengan niat baik, maka hasilnya akan baik pula. Sekali lagi, terimakasih atas kesempatan yang sudah kamu berikan pada mas. Mas berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu." ucapnya. lalu ia menyuapkan makanan miliknya untuk sang istri.


" hmmm. Mas tidak perlu berjanji untuk semua itu. Tapi berusahalah untuk membuktikan ucapan mas. Hingga aku bisa benar-benar percaya." ucapnya, setelah menelan makanan yang di suapkan suaminya.


" Itu pasti. Terimakasih sayang." ucapnya, yang di angguki oleh Arumi dengan senyuman tulus.


.


Setelah selesai makan, Hisyam mengulurkan tangannya pada sang istri, yang langsung di sambut oleh Arumi. Hisyam menuntun istrinya menuju pintu yang terdapat di ruangan itu. Setelah pintu terbuka, ternyata di sana ada sebuah balkon, yang sudah di sulap sedemikian rupa hingga menampilkan suasana romantis. Di sudut sebelah kanan balkon, sudah terdapat sebuah ranjang, yang di atasnya telah di taburi kelopak bunga mawar dengan bentuk hati di tengahnya. Hisyam melepaskan tangan istrinya, kemudian ia menghidupkan musik romantis.


" maukah nyonya cantik ini berdansa dengan saya?." ucapnya sembari sedikit membungkukkan badannya dan mengulurkan tangannya pada sang istri.

__ADS_1


Arumi yang melihat tindakan suaminya lantas tersenyum. Dengan gerakan pasti, ia menaruh tangan nya dia atas telapak tangan suaminya, sedangkan tangan yang sebelahnya ia taruh di pundak sang suami. Sedangkan Hisyam menyelipkan tangan yang satunya di bawah ketiak sang istri. Mereka berdansa dengan diiringi lagu romantis All Of Me, yang di populer kan oleh John legend.


" kamu cantik sekali sayang." ucapnya, di sela-sela mereka berdansa. Dia tidak menyangka, jika gaun yang di pilih olehnya, akan terlihat begitu anggun saat di pakai oleh istrinya. Dia sengaja memilih gaun yang elegan namun tidak menghilangkan kesan se xy nya itu untuk sang istri. Karena di tempat ini tidak terlalu banyak pria. Dia tadi juga sudah berpesan pada anak buahnya, agar tidak menatap ke arah istrinya.


" apa mas sendiri yang memilih nya?." tanya nya, tanpa menjawab pujian dari suaminya.


" hmmm. Bagaimana menurut mu?." tanyanya dengan pandangan yang lurus kepada istrinya. Ia menatap teduh ke arah sang istri.


" not bad." jawabnya singkat.


Hisyam mendekatkan wajahnya pada sang istri, kemudian dia menyambar bibir yang sudah menjadi candu nya itu. Arumi pun tidak menolak, karena dia tidak ingin menghancurkan suasana romantis yang di ciptakan oleh suaminya. Lama mereka berpagutan, hingga tidak ada yang menyadari, jika musik telah berhenti sedari tadi.


Ia angkat sejenak wajahnya, lalu ia tatap lekat wajah sang istri.


" manis." ucapnya sembari jarinya mengusap bibir sang istri yang sudah basah terkena Saliva keduanya.


Tanpa memberikan kesempatan istrinya untuk berbicara, Hisyam kembali menyambar bibir istrinya. Saat ini, bukan hanya bibirnya saja yang aktif, tetapi tangannya juga sudah bekerja menelusuri lekuk tubuh sang istri.


Puas dengan bibir sang istri, Hisyam menurunkan sapuan lidahnya menyusuri leher jenjang istrinya, dan sedikit menghisapnya. Hingga meninggalkan jejak kemerahan di leher sang istri. Arumi yang sudah terlanjur terbakar gai rah, ia bahkan tidak menyadari, jika saat ini dirinya sudah polos, tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh nya.


Hisyam yang sudah tidak bisa menahan diri nya, lantas menghentikan kegiatan nya, lalu melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan.

__ADS_1


" m- mas kita ada di luar. Bagaimana jika ada yang melihat." Ucapnya terbata, karena gai rah yang sudah memuncak. ia berusaha mewaraskan pikiran nya, jika saat ini mereka sedang berada di balkon. Sehingga bisa saja seseorang melihat kegiatan mereka dari lantai gedung di sebelah nya. Ia bahkan bisa merasakan hembusan angin yang menerpa kulitnya yang sudah tidak terlapisi oleh apapun.


" tidak akan ada yang melihat sayang". Ucapnya meyakinkan. Karena meski mereka berada di balkon, tapi yang mereka tempati saat ini adalah lantai tertinggi di gedung ini. Dan juga masih ada pembatas balkon yang menghalangi pandangan seseorang untuk melihat keduanya. Dia ingin merasakan sensasi ber cinta di suasana terbuka dengan sang istri, dan di saksikan oleh ribuan bintang yang bertabur di langit. Mengingat hal itu, semakin membuat lib ido nya semakin naik.


mendengar hal itu, Arumi hanya pasrah ketika suaminya kembali menyerangnya, dengan menyentuh titik titik sensitif nya. Meski masih ada ketakutan di dalam hati nya, bagaimana jika ada yang melihat kegiatan mereka?. Tetapi karena dia juga sudah berada di puncak, akhirnya tidak bisa menolak kenikmatan yang di berikan oleh suaminya. rasa was-was di hatinya malah memberikan sensasi tersendiri, saat mereka ber cinta di tempat terbuka seperti ini.


Setelah puas melakukan pemanasan, Hisyam segera menyatukan milik keduanya karena tidak tahan jika harus menahan nya lagi.


.


Entah sudah berapa lama mereka melakukannya. tetapi yang pasti, pinggang Arumi saat ini terasa ingin patah. Meski tidak ia pungkiri, jika dirinya begitu menikmati sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


" semoga mereka lekas hadir di sini". Ucap Hisyam sembari mengelus perut istrinya dari belakang. Karena posisi Arumi yang membelakangi dirinya. Saat ini kondisi keduanya sama-sama polos di balik selimut.


" apa kita tidak pulang mas?." tanya Arumi dengan sisa tenaganya. Matanya bahkan sudah terasa lengket ingin segera tidur.


" Tidak sayang. Kita akan menginap di sini malam ini." ucapnya dengan memeluk istrinya. Tetapi tangannya tidak juga diam, dengan memainkan benda kenyal milik istrinya.


" mas. Rumi sudah lelah sekali." ucapnya dengan lemas, sembari menyingkirkan tangan suaminya dari gunung kembar milik nya. Hingga membuat Hisyam terkekeh.


" tidur lah sayang." ucapnya, lalu mengecup punggung polos sang istri. Kemudian menurunkan tangan nya dan menaruhnya di perut istrinya. Ia sebenarnya masih ingin, tetapi melihat istrinya yang sudah begitu kelelahan, ia mengurungkan niatnya dan membiarkan istrinya istirahat.

__ADS_1


__ADS_2