Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab43


__ADS_3

saat ini keduanya sudah berada di luar villa untuk jalan jalan di sekitar, Arumi sedari tadi memandang takjub seluruh pemandangan yang ada di sekitar nya. Bagaimana tidak, saat dia melihat halaman di samping villa, ternyata ada taman mini yang isinya penuh dengan berbagai jenis tanaman bunga, belum lagi pepohonan rindang yang mengelilingi taman hingga villa itu. Ada kursi panjang di bawah pohon yang paling rindang di sana, terdapat juga sebuah ayunan yang berbentuk hati yang terbuat dari rotan, pasti sangat menyenangkan jika bersantai di sana, pikir nya.


"Mas, apa ada yang merawat villa serta tanaman yang ada di sini?," tanya nya penasaran. Karena saat dia datang villa itu sangat rapi dan bersih, belum lagi bunga bunga yang sangat terawat di sana, tapi dia tidak melihat orang lain selain ia dan suaminya


"Iya, ada dua orang yang membersihkan villa serta tanaman itu. mereka suami istri," ucapnya. Lalu menggandeng tangan sang istri untuk ia ajak melihat alam sekitar


" Oh, lalu di mana mereka?," tanya nya lagi sambil mendongak menatap suaminya dari samping. Karena tinggi nya yang hanya sebatas dada sang suami, sehingga membuatnya harus mendongak untuk menatap suaminya. Saat ini suaminya itu hanya mengenakan t-shirt lengan pendek berwarna hitam serta celana pendek yang senada, sangat berbeda dari biasanya yang selalu mengenakan pakaian formal. Tapi meski begitu, ketampanan sang suami malah semakin bertambah, apalagi dengan pakaian seperti ini, otot kekar suaminya itu jadi terlihat


" Mereka sedang mas liburkan, karena mas hanya ingin berdua dengan mu tanpa ada yang mengganggu," ucapnya sambil menoleh pada sang istri dan tersenyum


Mereka saat ini melewati jalan setapak yang di kanan dan kiri nya terdapat pepohonan yang besar dan tinggi. Banyak juga tanaman yang merambat pada pepohonan itu, alam di sini sungguh masih sangat asri, sehingga udara nya pun sangat sejuk di musim panas seperti ini. Mereka semakin masuk kedalam hutan, matahari pun tidak terlalu terlihat, hanya sinar nya yang masuk melalui cela dedaunan, semakin masuk kedalam hutan, banyak suara burung yang begitu merdu saling bersahutan


" apa itu rumah pohon mas?," tanya ku saat melihat pondok yang berada di pohon yang sangat besar


"Iya, kita akan kesana nanti. Tapi sekarang mas ingin mengajakmu ke suatu tempat," ucapnya. Ia berhenti dan mengambil bunga yang tumbuh di pinggiran jalan lalu ia selipkan di telinga kanan istrinya


"Cantik," ucapnya sembari menyingkirkan anak rambut agar tidak membuat bunganya jatuh. Sedangkan Arumi yang di perlakukan seperti itu tidak bisa menahan rona di wajahnya. Sebagai wanita, tentu dia sangat bahagia di perlakukan seperti itu, ia merasa sangat di cintai oleh pasangannya. Tetapi cinta saja tidak cukup bukan, jika cinta sebagai jembatan nya, maka kepercayaan sebagai landasannya agar hubungan semakin kokoh

__ADS_1


"Ayo," ucap Hisyam saat melihat istrinya malah terbengong dengan wajah yang memerah


Mereka terus menyusuri hutan melalui jalan setapak hingga mereka mendengar suara gemericik air yang semakin lama semakin terdengar dengan jelas,


"Kita sudah sampai," ucapnya saat mereka sudah sampai di tempat yang di tujunya


Sedangkan Arumi terpana melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Di depan sana, ia melihat air terjun yang begitu indah pemandangannya


"mas, bagus banget. Ayo kita kesana," ucapnya dengan antusias, ia lantas melepas tangan nya dari genggaman sang suami lalu berlari kecil untuk sampai di air terjun


Sedangkan Hisyam hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah istrinya yang seperti itu, ia lantas berjalan untuk mengikuti sang istri


"Tidak. Aku takut tenggelam," ucapnya. Karena dia memang tidak bisa berenang, ia hanya ingin menikmati keindahan nya saja sembari menikmati rasa dingin dari air ini


Hisyam yang mendengar itu lantas melepas pakaian yang ia kenakan dan hanya menyisakan CD nya, ia lalu berjalan dan mencelupkan kakinya kedalam air. Dia berjalan hingga ketengah dan menenggelamkan diri nya, lalu muncul ke permukaan sembari mengibaskan rambutnya yang basah, ia lantas menghampiri istrinya


Sedangkan Arumi langsung memalingkan wajahnya saat melihat suaminya berjalan ke arahnya dengan keadaan polos seperti itu. Bisa ia lihat tubuh sang suami yang begitu gagah dan se xy saat terkena pantulan cahaya dalam keadaan basah seperti itu, wajah nya sudah memerah karena malu, tapi ia juga seperti tidak rela jika harus melewatkan pemandangan seperti ini

__ADS_1


"Ayo turun," ajak Hisyam pada istrinya sembari mengulurkan tangannya, senyumnya tersungging melihat wajah istrinya yang malu malu seperti itu


"tidak mau, aku disini saja. Mas saja yang berenang," ucapnya sembari menunduk tidak berani menatap sang suami


"Ayolah, jangan takut. Mas akan menjaga mu," bujuknya pada sang istri, ia pegang dagu sang istri untuk menghadap ke arah nya


"Air nya dingin mas," ucapnya mencari alasan. Tapi memang benar, airnya terasa sangat dingin di kakinya.


"Tidak sayang, yang dingin hanya di pinggiran, kalau kamu ke tengah airnya hangat," ucapnya sembari menatap istrinya yang pipinya penuh dengan rona merah. Melihat istrinya menggeleng, Hisyam lantas mengangkat tubuh istrinya ala bridal style tanpa persetujuan sang istri


"Mas, turunkan Arumi. Arumi takut," teriak nya saat tubuhnya tiba-tiba melayang karena ulah suami nya. Tapi terlambat, karena suaminya itu langsung membawanya ke tengah kolam yang ada di bawah air terjun. Arumi yang takut tenggelam segera melingkarkan kedua kakinya di pinggang sang suami, dan kedua tangan yang melingkar di leher suaminya.


Sedangkan Hisyam yang melihat itu hanya membiarkan saja, ia malah menyukai kein timan mereka saat ini. Dia lantas menaruh tangan nya di bawah bok ong istrinya untuk menyangga agar istrinya tidak jatuh. Ia mengajak berendam istrinya dengan keadaan seperti itu. Dia belum terlalu ke tengah, airnya hanya sampai pada dada bidang nya saja, tapi jika istrinya sudah pasti tenggelam


Lama mereka di posisi itu dan tidak ada satupun di antara mereka yang berbicara. Hanya suara gemericik air yang berjatuhan dari atas yang menjadi pengiring melodi untuk mereka. Hingga membuat mereka larut dalam keadaan seperti itu, entah siapa yang memulainya, tapi kini mereka tengah berci uman, ciuman yang begitu menuntut


Entah terbawa suasana atau bagaimana, tetapi Arumi tidak menolak ciuman itu dan malah menyambutnya dengan hangat. Ia segera melepas ciuman mereka saat merasa pasokan oksigen nya hampir habis, ia segera menghirup udara sebanyak banyaknya lalu menelusupkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Napas mereka saling memburu, jika Arumi karena malu tapi tidak dengan Hisyam, ia sudah sangat bernaf su

__ADS_1


ia lantas berjalan menuju bebatuan dan mendudukkan istrinya di atas batu itu, sedangkan dirinya masih berada di dalam air setengah tubuhnya. Ia tatap lekat mata sang istri, dengan jarinya menahan dagu istrinya saat istrinya itu hendak memalingkan wajah


__ADS_2