
Terlihat seorang pria dan wanita sedang menuruni tangga pesawat , dia adalah Hisyam bersama Arumi. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18 jam, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi telah mendarat di JFK John F Kennedy international airport. Saat ini adalah musim panas di negara ini, di musim panas seperti ini, bisa bersantai di tepi pantai sembari menyesap mocktail adalah impian sebagian orang. Tapi tidak, tujuan nya kesini bukanlah untuk hal itu.
Setelah keluar dari bandara, sudah ada sebuah mobil khusus yang menjemputnya bersama sang istri. Dan tujuannya kali ini adalah Washington DC
"Mas, apa kita mau ketempat mama dan papa?," tanya nya setelah mobil melaju meninggalkan bandara, dia baru tahu sudah berada di Amerika setelah turun dari pesawat tadi
"Tidak sayang, tapi kalau kamu mau mengunjungi mereka kita bisa ke sana nanti," ucapnya menjawab pertanyaan istrinya sembari mengelus Surai panjang sang istri
"Terus kita mau kemana?," tanyanya penasaran, dia bahkan melupakan kekesalan nya pada sang suami
"Sudah tenang saja, nanti kamu pasti bakalan suka sama tempatnya," ucapnya
"Kita mau liburan ya mas?, kenapa kamu tidak meminta pendapat ku dulu," ucapnya setelah mendengar perkataan suaminya. Hah, ingin sekali dia marah karena suami nya itu sudah berbuat seenaknya, tapi marah pun percuma juga karena mereka sudah terlanjur sampai di sini
"Maaf sayang, mas cuma ingin mengajak kamu untuk menenangkan pikiran kita, sekalian menyelesaikan masalah," ucapnya, saat melihat istrinya memalingkan wajah dia kembali berkata
"Dengar, mas tidak ingin masalah ini berlarut-larut oke. Sudah, sebaiknya kamu istirahat karena perjalanan kita masih lama," ucapnya sembari menarik pelan istrinya lalu ia sandarkan kepala istrinya di dada bidang nya
"Mas ih, aku udah tidur tadi di pesawat," ucapnya sebal sembari menjauhkan dirinya setelah tindakan tiba-tiba sang suami
__ADS_1
Sedangkan Hisyam yang melihat itu hanya membiarkan saja dari pada istrinya bertambah merajuk
Selama di perjalanan, tidak ada lagi yang berbicara di antara mereka. Arumi hanya fokus melihat kendaraan yang lalu lalang di samping mobil nya, sedangkan Hisyam sudah fokus dengan laptop di pangkuan nya. Dasarnya workaholic, jadi di manapun tempatnya selalu laptop yang jadi temannya.
Setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan pesawat lalu mobil kemudian mereka menaiki yacht untuk bisa sampai di pulau pribadi nya. Sebenarnya Hisyam bisa saja langsung ke pulau pribadi nya menggunakan pesawat, karena di sana juga sudah ada landasan nya. Hanya saja, dia sekalian ingin mengajak sang istri untuk melihat kota New York meski hanya melintasi, karena dia tahu istrinya itu belum pernah datang ke negara ini
Bahkan dalam perjalanan kali ini, istrinya itu tidak tidur sama sekali. Berbeda saat berada di pesawat yang ia habiskan waktunya untuk tidur dan bangun saat waktu nya makan. Dia bisa melihat antusias istrinya melihat pemandangan di sekitar nya, tidak jarang sang istri selalu bertanya pada nya tentang hal-hal yang ingin di ketahui nya
Dan saat ini, mereka sudah sampai di pulau pribadi nya. Setelah turun dari yacht, mereka kemudian berjalan melewati jembatan yang di gunakan untuk menepikan yacht nya.
Setelah melintasi pemandangan indah di samping kanan dan kiri nya, akhirnya mereka sampai di villa yang ia bangun di Pulau pribadi nya ini.
"villa milik siapa ini mas?," tanya nya saat melihat bangunan megah di hadapan nya itu
"Jangan ngaco deh mas, ini pasti mahal banget," ucapnya yang masih mengira suami nya itu hanya bercanda, dia bahkan tidak mengalihkan pandangan nya untuk memperhatikan bangunan megah yang memanjakan mata tersebut
"Ayo masuk," ucapnya setelah membuka pintu, tanpa menghiraukan perkataan istrinya yang tidak mempercayai nya. Apa istrinya ini belum sadar, kalau suami nya itu sangat kaya
"Mas, kamu kok bisa buka pintu nya?," ucapnya saat melihat pintu sudah terbuka. Bahkan saking fokusnya melihat lihat, dia sampai tidak tahu kapan suaminya membuka pintu
__ADS_1
"Kan mas sudah bilang, pulau ini milik mas. Jadi otomatis villa ini juga punya mas," ucapnya sambil mengusuk rambut istrinya, dia sangat gemas dengan kelakuan sang istri
Sedangkan Arumi semakin melongo mendengar perkataan suaminya. Iya, dia tahu kalau suami nya itu kaya, tapi tidak pernah terfikir di kepala nya kalau suaminya itu sampai punya pulau pribadi sendiri. Memang sekaya apa suaminya itu?, pikir nya
Melihat istrinya yang terbengong Hisyam segera mengajak istrinya untuk masuk ke dalam
"Ayo masuk, kita harus segera membersihkan diri kan," ucapnya sambil merangkul pundak sang istri kemudian mereka masuk ke dalam
Bahkan sampai di dalam, Arumi semakin terpesona dengan kemegahan isi di dalamnya. Hingga tanpa sadar mereka sudah sampai di sebuah kamar
"Mau mandi sendiri atau mandi bareng?," bisik nya sensual di samping telinga istrinya. Kemudian dia gigit kecil telinga itu, dia sengaja menggoda istrinya karena sedari tadi Arumi hanya terbengong
"Mas," dirinya tersentak kaget saat merasakan telinga nya di gigit
"Awas!. Aku dulu yang mandi," ucapnya dengan wajah yang merona, lalu segera pergi
"Eh, di mana kamar mandi nya?," ucapnya sambil menoleh saat dia sudah berjalan tapi tidak menemukan pintu kamar mandi
Sedangkan Hisyam yang melihat itu hanya terkekeh, sangat menggemaskan, pikir nya.
__ADS_1
"Di sebelah sana sayang," ucapnya menunjuk arah yang berlawanan yang di tuju istrinya.
Sedangkan Arumi yang di tertawa kan oleh suaminya, bertambah malu saja dirinya. Tanpa mengatakan apapun lagi, ia segera berlari memasuki kamar mandi. Dia bahkan tidak sadar jika mereka tidak membawa apapun saat kesini tadi