
Setelah selesai di makam kan, semua orang pun pulang satu persatu dan Kini hanya tinggal kami ber empat yang masih berada di sini
"Ayo kita pulang. Hari sudah mulai petang, langitnya juga sudah mendung. Sepertinya tidak lama lagi akan turun hujan", ucap papa pada kami
"Papa dan mama duluan saja, Hisyam masih ingin di sini sebentar lagi", ucap mas Hisyam
"Ya sudah, papa dan mama menunggu di mobil. Jangan lama-lama nanti keburu hujan", ucap papa lalu mengajak sang istri untuk menuju ke mobil
"Ayo ma, kita menunggu di mobil saja", ucap papa, lalu setelah nya mereka pun beranjak menuju mobil yang berada di luar area pemakaman
Setelah beberapa saat kedua mertua ku pergi, aku pun mendekat ke arah suamiku. Ku pegang pundak nya lalu berkata
"Mas, ayo kita pulang. Kasihan mama dan papa terlalu lama menunggu", ucapku yang tidak di jawab sama sekali oleh mas Hisyam
"Aku tahu mas masih berduka. Bukan hanya mas, tetapi aku mama dan papa juga tapi sekarang kita harus pulang, hari sudah mulai petang, sebentar lagi juga akan turun hujan kita bisa ke sini lagi besok", ucapku lagi lalu setelah nya aku pun ikut berjongkok lagi di samping makam mas Taufik
"Mas Taufik, kita pulang dulu ya. Kita pasti akan sering sering berkunjung", ucapku lalu setelah nya aku pun memegang tangan suami ku untuk ku ajak berdiri agar segera beranjak
"Hisyam pulang dulu kak", ucap mas Hisyam lalu setelah nya kita pun keluar dari pemakaman menuju mobil
setelah sampai di mobil kita pun langsung pulang, saat di perjalanan hujan pun mulai turun
__ADS_1
"Pelan pelan saja pak jalan nya", ucap papa pada sang supir Karena jika hujan jalanan jadi sedikit licin
"Baik tuan", jawab nya
Lalu setelah nya pun hening hingga tanpa terasa kita sudah sampai di rumah. Setelah sampai di rumah hujan pun belum kunjung reda yang ada malah tambah semakin deras
setelah turun dari mobil kita pun langsung masuk ke dalam rumah
"Rumi ke kamar dulu ma, pa", ucapku pada kedua mertua ku
"Iya nak", jawab keduanya
Lalu setelah nya aku pun menyusul mas Hisyam yang sudah berlalu lebih dulu
"Mungkin mas Hisyam sedang mandi", pikirku
Sambil menunggu mas Hisyam selesai mandi, aku memutuskan pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk nya agar bisa sedikit menghangatkan badan
"Mau bikin apa non?", tanya bi sumi
"Rumi mau bikinin mas Hisyam kopi bi", ucapku sambil mengambil gelas dan kopi
__ADS_1
Karena mas Hisyam tidak suka jika kopinya di masukkan gula meski hanya sedikit
"Sini non, biar bibi saja. Non pasti lelah habis pulang dari pemakaman", ucap bi Sumi
"Gak apa apa bi, biar Rumi aja. Rumi mau sekalian bikin teh", ucap ku lagi
"Oh ya bi, apa mama dan papa sudah turun?", tanya ku pada bi Sumi yang masih setia menemani ku membuat kopi
"Tuan dan nyonya tidak turun non katanya, jadi kalau non Rumi sama den Hisyam mau makan malam tidak usah menunggu beliau. Begitu pesan nyonya non", ucap bi Sumi memberi tahu
"Oh, iya bi", ucapku
Setelah selesai membuat dua cangkir kopi dan dua cangkir teh aku pun memberikan dua pada bi Sumi untuk di antarkan ke kamar mertuaku
"Bi, tolong antar kan ke kamar papa dan mama ya", ucapku
"iya non", ucap bi Sumi sambil menerima nampan yang ku berikan
"Ya sudah bi, Rumi ke kamar dulu", ucapku lagi
"Silahkan non", ucap nya
__ADS_1
Lalu setelah nya aku pun kembali ke kamar