
Satu Minggu telah berlalu setelah meninggal nya Taufik, kini mereka telah menjalani aktivitas pekerjaan seperti biasanya.
tiga hari yang lalu juga Hisyam telah menggantikan kepemimpinan mendiang kakak nya di perusahaan orang tua nya yang kini sudah menjadi miliknya. Tepat pada hari ini pula keberangkatan orang tua nya ke Washington. Sehingga pagi pagi sekali sebelum berangkat ke kantor, dia bersama sang istri akan mengantarkan orang tua nya terlebih dahulu ke bandara,
"Mas, ayo cepetan udah di tungguin di bawah", ucapnya sambil berdiri di ambang pintu, dia tadi sudah kebawah duluan, tapi karena suaminya ini tidak turun turun sehingga mama menyuruh nya untuk memanggil sang suami
tanpa menjawab perkataan Arumi, Hisyam berjalan dan melewati istrinya begitu saja.
Sedangkan Arumi yang merasa di acuhkan hanya bisa menghela nafas
"Hahhhhh, sabar sabar", ucapnya sambil mengusap dada lalu berjalan mengikuti suaminya
"Hisyam, kamu itu lama sekali. Nanti keburu ketinggalan pesawat nya", omel nya pada sang putra saat melihat putranya sudah turun
"iya ma, ini Hisyam juga sudah siap", jawabnya saat sudah sampai di samping mama nya
"lagian kenapa gak pakai pesawat pribadi aja si pa?, repot kan jadinya di buru waktu", ucapnya sambil melihat ke arah sang papa
"Mama kamu yang mau, katanya biar berbaur", ucapnya sambil melihat sang istri
"sudah lah, ayo kita berangkat nanti keburu pesawatnya take off", ucap mama Nisa
setelah mengatakan demikian mereka pun berangkat menuju bandara
__ADS_1
"Sayang, jaga diri kamu baik baik ya. Jika putra mama ini berbuat macam macam, kamu bilang saja sama mama, biar mama yang memberinya pelajaran", ucapnya sambil memeluk sang menantu sebelum mereka masuk ke dalam pesawat
"Iya ma, mama sama papa juga baik baik ya di sana, jaga selalu kesehatan kalian", ucapnya sambil membalas pelukan mama Nisa
"Iya sayang", ucapnya
"Dan kamu Hisyam, jaga baik-baik putri mama ini, awas aja kalau kamu sampai menyakiti menantu kesayangan Mama", ucapnya dengan nada garang pada sang putra setelah melepas pelukannya pada Arumi
"Sebenarnya yang anak kalian itu aku atau Rumi?", protes nya pada sang mama, karena lebih mengkhawatirkan Rumi dari pada dirinya
"Tentu saja kamu, tapi putri kesayangan Mama kan Arumi", ucapnya sambil memeluk sang putra
"Sudah sudah, ayo kita masuk ma sebentar lagi mau take off", ucap nya mengingatkan sang istri
"iya pa, jika sudah sampai segera kabari", ucapnya
"Iya, ayo ma", ucapnya sambil merangkul pinggang istrinya
Setelah pesawat yang di naiki orang tua nya lepas landas, Hisyam dan Arumi pun keluar dari bandara lalu berangkat ke kantor
"Mas, anterin Rumi ke kafe dulu ya", ucapnya saat sudah di dalam mobil
"Hm", sahutnya tanpa menoleh
__ADS_1
setelah nya mobil pun melaju membelah jalanan
setelah mengantarkan istrinya, Hisyam pun menuju ke kantor, karena kafe istrinya dan perusahaan kebetulan juga searah
Sesampainya di kantor, asisten pribadinya itu sudah menunggu
"Pagi tuan", sapa nya setelah membukakan pintu mobil tuan nya
"Hm", sahutnya lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam
sesampainya di dalam, banyak sekali karyawan yang menyapa nya tapi tentu saja semua itu tidak mendapat jawaban dari sang empunya, berbeda dengan pimpinan mereka yang lama orang nya sangat ramah
"Pagi tuan", sapa para karyawan
Yang di sapa hanya acuh dan berlalu begitu saja menuju ke lift khusus Presdir, setelah CEO mereka masuk ke dalam lift para karyawan wanita pun langsung heboh membicarakan CEO baru mereka
"OMG OMG, sumpah demi apa, CEO kita seganteng itu", ucap karyawan yang bernama Lidya itu dengan histeris
"Bener banget lid, walaupun yang ini sikap nya dingin banget, tapi justru itu yang membuat nya semakin terlihat rawrrrrr", ucap karyawan lainnya yang bernama Sisil sambil menirukan gaya yang sedang Viral itu
"Tapi CEO kita yang dulu juga ganteng, ramah lagi", tambah nya lagi
"jangan membicarakan orang yang udah meninggal, gak baik. Lebih baik lanjutkan pekerjaan kalian sebelum di marahi bos", tegur karyawan yang bernama Nara karena memang dia yang tidak terlalu suka bergosip meski sesekali juga ikut nimbrung
__ADS_1
"apaan sih Nara, orang kita cuma muji juga. Ayo ah gak asik banget si", ucap Lidya pada Sisil lalu mereka pun kembali ke tempat masing-masing