
" Dea!. Apa Frans sudah datang?." tanyanya, setelah Dea mengantarkan pesanan pelanggan. Saat ini dirinya sudah berada di kafe.
" Tuan Frans tadi sudah datang Bu. Tapi beliau pergi lagi. Katanya ada urusan sebentar." ucapnya dengan sopan.
" Baiklah. Kalau dia sudah datang, tolong katakan padanya untuk menemui ku!." ucapnya lagi
" Baik Bu." ucapnya yang di angguki oleh Siska. ia segera kembali ke dapur setelah kepergian asisten bos nya itu.
Setelah menyiapkan berkas yang akan di bawa. Siska memilih mengerjakan pekerjaan nya sambil menunggu kedatangan Frans. Hingga ia mendengar pintu terbuka dan melihat siapa yang masuk.
" Apa sudah di siapkan berkas yang akan di bawa?." tanyanya setelah memasuki ruang kerja istri tuannya.
" Sudah!. Kamu pelajari lagi, siapa tahu ada yang salah!." ucapnya, sembari menunjuk berkas yang ada di pojok mejanya.
tanpa mengatakan apapun, Frans segera mengambil berkas itu, kemudian mendudukkan dirinya di sofa untuk memeriksa nya lagi.
" Jam berapa kita berangkat.?" tanya Siska, membuat Frans yang sedang fokus lantas melihat ke arah nya.
__ADS_1
" Satu jam lagi. Sebaiknya kita menunggu di sana saja!." ucapnya, setelah melihat arloji di tangan nya menunjukkan pukul 11:00. Dia memilih untuk berangkat sekarang saja dari pada telat. Setelah mengatakan itu, mereka segera bersiap menuju bandara. Karena pembangunan resort mereka ada di Bali.
.
Sedangkan di sisi lain.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 16 jam. Akhirnya Arumi dan Hisyam sudah sampai di hotel. Mereka menginap di hotel DR Eiffel Seine yang bergaya art Nouveau. Hotel ini dekat dengan menara Eiffel dan sungai Seine, jarak tempuhnya hanya sekitar 10 menit jika berjalan kaki dari Eiffel menuju hotel. Hotel ini bersebrangan dengan stasiun Metro Bir-Hakiem dan memudahkan akses ke semua obyek wisata.
Arumi segera membersihkan tubuhnya yang terasa lelah karena perjalanan jauh. Sedangkan Hisyam merebahkan tubuhnya, sembari menunggu istrinya selesai. Ia sengaja tidak ingin mengganggu istrinya saat ini.
" Mas. Di mana pakaian ku?." tanyanya pada sang suami yang tengah memejamkan matanya. Saat ini dirinya hanya memakai kimono yang sudah tersedia di kamar mandi. Lagi-lagi ia baru ingat tidak membawa pakaian setelah mandi.
" Sudah selesai sayang?." tanyanya yang di angguki oleh Arumi.
" Pakaian mu ada di lemari. Siapkan juga pakaian mas sayang!. Setelah ini kita keluar!" ucapnya. Setelah mengatakan itu, ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Arumi yang memang sudah kedinginan, langsung menuju lemari untuk mengambil pakaian nya. ia memilih mengenakan dress hitam selutut, di balut Coat krem. Ia juga mengambil heels berwarna merah muda, yang akan di kenakan nanti. Setelah dirinya berpakaian, tidak lupa juga ia menyiapkan pakaian suaminya. Ia menjatuhkan pilihan nya pada kaos hitam dan Coat lengan panjang yang senada. Dipadukan dengan celana jeans hitam, serta Timberland boots yang senada.
__ADS_1
Setelah meletakkan pakaian suaminya di atas ranjang. Ia melangkahkan kakinya menuju meja rias, untuk sedikit memoles wajahnya. Dari cermin di hadapannya, ia melihat suaminya keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidur. Ia lantas membulatkan matanya, saat melihat yang di lakukan suaminya.
" Dasar gila." umpatnya lirih, setelah memejamkan matanya. Jantung nya berdebar melihat pemandangan yang baru saja ia saksikan. Meski sudah sering melihat dan merasakan nya. Tapi entah kenapa, dia tetap merasa malu.
Ia pikir suaminya tadi akan berganti pakaian di tempat lain. Tapi siapa sangka, jika suaminya itu berganti pakaian di sana setelah melepas handuk yang melilit tubuhnya. Sehingga membuat nya bisa melihat sesuatu yang bergelantungan di tengah-tengah suaminya.
Setelah mata nya terpejam, bukan nya membaik tapi pikiran nya malah semakin berkelana. Karena bayangan milik suaminya tadi, malah menari-nari di kepalanya. Ia menggelengkan kepalanya berulang kali, berharap bayangan itu segera enyah dari pikirannya.
" Kenapa sayang?." tanyanya pada sang istri, saat melihat apa yang di lakukan istrinya.
" A-ah tidak." ucapnya gugup. Wajahnya terasa panas, akibat pikiran nya yang berkelana.
" Semoga suaminya tidak melihatnya yang sempat memperhatikan nya tadi." pikirnya.
" Apa sudah selesai?. Jika sudah, kita berangkat sekarang!." ucapnya
"I-iya. Sudah kok." ucapnya, berusaha menetralkan dirinya. Ia segera bangkit, kemudian menghampiri suaminya.
__ADS_1
"Ayo!." ucapnya. setelah mengatakan itu mereka segera keluar.