
"sis, kamu mau menginap atau ku antar pulang?", tanyaku saat sudah di perjalanan
"Aku tidur di rumah kamu aja lah", jawabnya
Lalu setelah nya kami pun langsung pulang.
Setelah sampai di rumah, aku dan Siska membersihkan diri terlebih dahulu kemudian tidur.
keesokan harinya , aku terbangun karena suara handphone yang berdering
Drtttt drtttt
"Ck siapa sih pagi pagi udah nelpon?", gumamku sambil meraba-raba handphone yang ada di nakas samping tempat tidur
"Halo", sapaku dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur
"Halo sayang, apa kamu belum bangun nak?", kata mama Nisa
ternyata yang menelpon ku sepagi ini adalah calon mertua ku.
"Eh mama, Rumi Baru bangun ma, ada apa ma?", tanyaku
"Mama cuma mau ngasih kabar, Taufik sudah sadar. Sekarang mama sedang menuju ke rumah sakit bersama papa", katanya
mendengar tunangan ku sudah sadar, aku pun langsung terduduk dan membuka mataku dengan sempurna
"Benarkah ma? Alhamdulillah", ucapku dengan penuh rasa syukur
"iya sayang, mama di kabari Hisyam tadi. ya sudah kamu langsung kesini ya", katanya
__ADS_1
"Iya ma, Arumi siap-siap dulu ", jawabku
"Ya sudah mama tunggu di rumah sakit ya", ucapannya
setelah telepon di matikan, aku pun bergegas ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi aku melihat Siska yang sudah bangun
"Mandi gih sis. hari ini aku libur ke kafe", ucapku sambil berlalu untuk berganti pakaian
"Emang mau kemana jam segini udah mandi?, gak kerja lagi",katanya
"Aku mau ke rumah sakit, tadi mama mengabari jika mas Taufik sudah siuman ", jawabku
"Benarkah?, Alhamdulillah. Aku ikut senang dengernya",ucapannya
"Iya, Alhamdulillah. Makanya hari ini aku libur", kataku
"Ya sudah aku mau mandi dulu",ucapannya sambil berlalu ke kamar mandi
"sudah selesai sis?", tanya ku
"Sudah", jawabnya
"Ya sudah ayo berangkat, aku antar kamu ke kafe dulu", kataku
"Emang kamu gak buru buru?", tanya nya
"enggak apa-apa, cuma bentar juga", kataku sambil berlalu
kemudian kita pun berangkat. Setelah mengantar Siska, aku langsung menuju ke rumah sakit, sesampainya di depan ruang rawat mas Taufik aku melihat papa sedang berbicara dengan dokter, lalu ku hampiri keduanya
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mas Taufik pa?", tanyaku
"Alhamdulillah Taufik sudah sadar nak Masuklah, sedari tadi dia menanyakan mu", ucapannya
"Baiklah, Arumi masuk dulu", ucapku sambil berlalu
Setelah ku buka pintu ternyata sudah ada mama dan Hisyam di dalam
"Pagi ma", sapaku sambil mencium punggung tangan nya
"Pagi sayang. Sini nak, sedari tadi dia mencari mu", ucapannya sambil tersenyum
"Tapi kenapa mama seperti habis menangis", tanyaku dalam hati
"mungkin mama terlalu senang karena mas Taufik sudah sadar", pikirku
"pagi mas. Maaf sedikit terlambat, tadi Rumi mengantar Siska ke kafe dulu", kataku sambil menyapa tunangan ku dengan senyuman
"Pagi sayang", jawabnya sambil membalas senyum ku dengan masih berbaring
"Sini, duduk dekat mas", katanya lagi
"Bagaimana keadaan mas?", tanyaku setelah duduk di samping ranjang nya
"Mas sudah baik baik saja, bagaimana keadaan mu?, maaf sudah membuat kamu khawatir", ucapannya sambil sesekali memegangi dadanya
"Rumi juga baik. Mas tidak perlu meminta maaf karena semua ini cobaan buat kita, yang terpenting mas segera sembuh", kataku
"ma, bisakah tinggalkan kami berdua dulu, ada yang ingin Taufik bicarakan dengan Rumi", pintanya pada sang mama dengan halus
__ADS_1
"Baiklah nak, mama dan adikmu keluar dulu", ucapannya sambil tersenyum, meski senyum itu seperti di paksakan
Lalu mereka pun beranjak keluar