
Sedangkan itu, di sebuah restaurant mewah Arumi tengah duduk sambil menunggu rekan bisnis nya datang di temani oleh Siska, setelah beberapa saat menunggu, dia pun melihat dua orang pria berjalan dengan tergesa menghampiri nya
"Selamat sore nona", sapa nya setelah sampai di hadapan rekan nya
"Selamat sore juga tuan", ucapnya sambil berdiri dan bersalaman yang juga di ikuti oleh siska
"Silahkan duduk kembali nona, Maafkan atas keterlambatan kami, tadi sedikit macet di jalan", ucapnya dengan nada bersalah karena datang terlambat dari waktu yang telah di tentukan, padahal dia sendiri yang mengajak wanita di depannya ini untuk bertemu
"Tidak perlu meminta maaf tuan Rangga, karena kami juga belum lama sampai nya", ucapnya dengan nada sopan setelah duduk kembali
Ya, pria yang di tunggu sedari tadi adalah Rangga Adijaya, rekan bisnis nya dalam membangun sebuah resort yang akan mereka buka di luar kota
"Apa kalian sudah memesan sesuatu?", tanya nya pada dua wanita cantik di hadapannya ini
"tidak perlu repot tuan, karena kami masih kenyang", ucapnya dengan sopan karena telah menolak ajakan rekan nya
"Baiklah, kita pesan minuman saja", ucapnya lalu setelah nya dia pun memanggil waiter
"mau pesan apa tuan?", ucapnya dengan ramah sambil menyodorkan daftar menu makanan dan minuman yang ada di sana
"Saya pesan dua coffee americano", ucapnya setelah mengatakan itu dia pun melihat ke arah wanita yang ada di hadapan nya lalu berkata
"kalian ingin pesan minum apa?", tanya nya pada kedua wanita yang ada di hadapan nya itu
"Saya orange juice dan avocado juice", ucapnya pada sang waiter
"saya ulangi lagi ya tuan, nona, coffee americano dua, orange juice satu dan avocado juice satu", ucapnya mengulangi pesanan pelanggan yang telah ia tulis, setelah di iyakan oleh pelanggan nya dia pun berkata kembali
"Baik, mohon tunggu sebentar pesanan tuan dan nona", ucapnya lalu setelah nya ia pun pergi ke dapur
Setelah beberapa saat waiter pun kembali mengantarkan pesanan mereka
"Silahkan di nikmati minuman nya tuan, nona", ucapnya setelah meletakkan minuman pelanggan nya di atas meja kemudian dia pun kembali
__ADS_1
"Maaf sebelumnya, Jadi apa yang ingin Anda katakan sehingga mengajak saya bertemu tuan?", ucapnya to the point dengan nada ramah setelah kepergian sang waiter
"Sebelumnya, saya ingin meminta maaf karena sudah mengganggu waktu nona Arumi, pertemuan kita ini sebenarnya atas permintaan istri saya nona", ucapnya sambil menatap ke arah lawan bicara nya
"Apa maksud perkataan anda tuan?", ucapnya dengan sebelah alis terangkat karena merasa bingung dengan apa yang di katakan rekan bisnis nya tersebut
"Apa anda tidak mengingat saya nona?", tanya nya
Mendengar apa yang di katakan oleh orang di hadapannya ini membuat Arumi semakin bingung saja karena merasa tidak mengenal sama sekali rekan bisnis nya ini
"Maaf tuan, tapi saya benar benar tidak mengerti apa yang anda katakan", ucapnya bingung
"Begini nona, apa nona mengingat orang yang anda tolong di hotel beberapa tahun lalu?", tanya nya pada Arumi
setelah Rangga berkata demikian, Arumi pun terdiam berusaha untuk mengingat, saat dia mengingat kembali kejadian beberapa tahun lalu dia pun menutup mulut nya lalu berkata
"Apa anda laki laki itu tuan?", ucapnya dengan nada tidak percaya, karena sudah beberapa tahun berlalu kenapa orang ini menemuinya sekarang
"Ya nona, saya adalah orang yang telah anda tolong waktu itu", ucapnya dengan tersenyum saat mengetahui wanita itu telah mengingatnya
"Istri saya ada di rumah nona, keadaan nya juga baik bagi saja, dia baru saja melahirkan anak kedua kami. Dia juga yang menyuruh saya menemui nona, dia ingin sekali bertemu dengan nona, tapi keadaannya belum memungkinkan", ucapnya memberi tahu tujuan nya mengajak bertemu Arumi
Sedangkan Siska dan David hanya diam mendengarkan tuan dan nyonya nya berbicara, diamnya Siska karena tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan kedua orang itu berbeda dengan David yang telah tahu dengan apa yang di bicarakan oleh sang tuan
"baiklah. Katakan saja pada istri anda, jika Minggu depan saya akan berkunjung, anda beritahu saja alamat kalian", ucapnya dengan ramah
"Terimakasih nona, istri saya pasti senang sekali mendengar nya", ucapnya sambil tersenyum lalu setelah nya mereka pun membicarakan bisnis
Sedangkan di sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilat, dua orang pria tengah menatap ke arah keempat orang yang sedang berbicara sedari tadi
"siapa pria itu Frans?", tanya nya pada sang asisten setelah sedari tadi hanya memperhatikan
Ya, pria yang sedari tadi memantau keempat orang yang sedang berbincang itu adalah Hisyam. Saat ia hendak pulang dari kantor tadi, Frans mengatakan jika orang suruhan mereka yang diperintahkan mengawasi istrinya dari jauh itu memberikan informasi, jika istri nya itu sedang berada di restauran bersama asisten nya bertemu dengan dua orang pria. Dan perintah yang di katakan pada asisten nya pagi tadi adalah menyuruh salah satu pengawal mereka mengawasi istrinya karena dia tidak ingin kejadian masa lalu terulang kembali. Sehingga di sini lah dia sekarang, bersama sang asisten untuk memastikan dengan siapa istrinya itu bertemu
__ADS_1
"Dari informasi anak buah kita, dia adalah rekan bisnis nyonya Arumi tuan", ucapnya memberi tahu tuannya itu
"cih, rekan bisnis apaan sampai tertawa tawa seperti itu", ucapnya sambil berdecih saat melihat sang istri tertawa dengan pria lain
sedangkan Frans yang mendengar perkataan tuan nya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tahu tuannya itu sebenarnya tengah cemburu
"masih cinta saja sok gengsi tuan tuan", batin nya sambil menahan tawa
"Frans, suruh orang mu memotret pria itu dengan jelas", ucapnya dengan wajah memerah entah karena marah atau cemburu. Tapi yang pasti, hatinya kini tengah merasa panas melihat istrinya tertawa dengan pria lain
"Baik tuan", ucapnya menuruti sang tuan
Lalu setelah nya dia pun menghubungi pengawal yang ia tugaskan untuk menjaga istri tuan nya itu,
Setelah mendapat kiriman foto yang lebih jelas Frans pun memberitahu tuannya
"Ini tuan", ucapnya sambil menyodorkan handphone nya pada sang tuan
Setelah melihat foto yang di perlihatkan oleh asisten nya, mukanya bertambah memerah menahan amarah. Bahkan sang asisten sampai ketakutan melihat reaksi wajah tuannya itu
"Sialan", umpatnya dengan keras serta mata yang memerah karena amarah
"ada apa tuan?", ucap Frans yang terkejut karena tuannya itu tiba tiba saja mengumpat dengan keras
"Jalan Frans, kita pergi dari sini!", ucapnya dengan menahan amarah yang siap meledak
"Baik tuan, kita kemana setelah ini tuan?", ucapnya bertanya dengan sang tuan
"Diam lah Frans, jalan kan saja mobil nya", bentak nya karena asisten nya itu terlalu banyak bertanya
"baik tuan", ucapnya lalu setelah nya mobil pun melaju membelah jalanan
Sedangkan Hisyam yang masih di Landa amarah hanya menyandarkan kepalanya
__ADS_1
"mereka benar benar sialan, bahkan setelah kami menikah pun dia masih menjalin hubungan dengan pria itu", umpatnya dalam hati sambil memejamkan mata untuk meredakan amarahnya