Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab61


__ADS_3

saat ini mereka tengah makan malam romantis di rooftop restaurant, yang menyajikan pemandangan indah. Dari sini, mereka bisa melihat keindahan kota Paris dan gemerlap nya menara Eiffel di malam hari. Di atas meja telah tersedia berbagai hidangan. Hiasan bunga dan lilin yang di letakkan di dalam gelas kristal di atas meja, menambah kesan romantis bagi mereka.


"Apa kamu pernah ke negara ini sebelumnya sayang?." tanyanya, di sela mereka makan. Sedari tadi ia memandang takjub kearah istrinya yang begitu cantik dan anggun. Ada perasaan sesal di dalam hati. Seandainya dulu ia tidak bertindak bodoh. Mungkin hal ini, sudah sejak lama mereka lakukan. Bahkan karena kebodohannya itu, ia jadi tidak mengetahui apa saja yang sudah di lalui oleh wanita yang begitu di cintai nya ini. Dalam hati, ia selalu mengucap syukur karena Tuhan telah menyatukan mereka. Dia juga sangat berterimakasih pada mendiang kakak nya, yang sudah menjadi jembatan untuk hubungan keduanya.


" Ya. Siska selalu mengajak ku, jika dirinya pulang." ucapnya,


" Tapi, merasakan hal indah seperti ini, baru denganmu!. Terimakasih." ucapnya dengan tersenyum tulus. Entah kenapa, meski dia sudah sering ke negara yang terkenal sebagai city of love ini. Ia masih menginginkan tempat ini yang akan ia kunjungi bersama orang terkasih nya. Dia tidak menyangka, jika dia akan kesini dengan pria yang menjadi suaminya ini. Padahal dia sudah mengubur keinginan nya, sejak hubungan mereka yang tiba-tiba memburuk kala itu.


Sejak dirinya di tinggalkan begitu saja, yang membuatnya merasakan patah hati yang teramat dalam. sudah tidak ada lagi rasa menggebu pada sebuah hubungan. Sehingga saat dia menjalani hubungan hanya sebagai bentuk komitmen, bukan di landasi atas dasar cinta. dan karena hal itu juga yang membuat hubungan pertunangan nya dulu begitu monoton. mereka bahkan berinteraksi layaknya sahabat, yang saling memberi saran dan masukan. Bukan sebagai sepasang kekasih.


"Maaf!." ucapnya penuh sesal, sembari mengulurkan tangannya mengelus lembut pipi istrinya.


Arumi yang mendengar itu, lantas menaikkan sebelah alisnya. Dia tidak mengerti, kenapa suaminya meminta maaf?" pikirnya.


" Maaf. karena kebodohan ku, Kita baru bisa mewujudkan impianmu sekarang. Seandainya dulu aku tidak bertindak bodoh. Pasti kita sudah melakukannya sejak lama. kita juga sudah mewujudkan impian yang pernah kita rancang sebelumnya." ucapnya menjelaskan, saat melihat raut bingung istrinya. Membuat Arumi mengangguk mengerti.


" Sudahlah!. Tidak perlu di bahas lagi. Kita hidup untuk masa depan, bukan masa lalu. Di balik kejadian itu, pasti juga ada hikmahnya. Mungkin Tuhan memisahkan kita, karena Tuhan ingin mempertemukan kita di versi terbaik diri kita." ucapnya dengan tulus. Ia mengambil tangan suaminya yang berada di pipi nya, kemudian ia genggam dan ia beri usapan untuk menyampaikan bahwa dirinya baik-baik saja.

__ADS_1


"Terimakasih." ucapnya dengan sorot mata yang teduh. Membuat Arumi mengangguk kan kepalanya.


Selesai makan malam, Hisyam mengajak istrinya menyusuri sungai Seine dengan berjalan kaki. Dia mengajak istrinya untuk memasuki sebuah kapal pesiar untuk menikmati keindahan sungai Seine dengan berlayar. Meski seharusnya akan lebih indah jika mereka melakukannya saat matahari terbenam. Tapi, baginya malam hari pun tidak terlalu buruk. Ia menyewa yacht semalaman, karena ia ingin merasakan honeymoon dengan berlayar.


Ia menggandeng tangan istrinya, untuk ia ajak ke bagian depan kapal. Mereka menikmati pemandangan indah dengan merasakan semilir angin yang menerpa wajah mereka. Kapal pesiar itu, membawa mereka ke titik-titik utama kota.


Arumi menoleh, saat merasakan suaminya menyampirkan Coat di bahunya. Ia melihat, suaminya hanya mengenakan kaos saat ini.


"Biar kamu tidak kedinginan sayang." ucapnya, seolah mengerti arti tatapan istrinya.


"Tapi kamu jadi kedinginan mas." ucapnya hendak melepas Coat milik suaminya. Tetapi tindakan nya itu di tahan oleh suaminya.


Hisyam menarik pelan kepala istrinya, untuk ia sandarkan di dada bidang nya. Saat ini posisi nya berada di belakang sang istri.


" Apa sudah mengantuk hmmm?." tanyanya lembut, saat melihat istrinya diam saja. Yang di jawab gelengan oleh Arumi.


" Mas." panggilnya,

__ADS_1


" Hmmm." sahutnya, sembari memeluk erat perut istrinya.


" Apa kamu sudah begitu menginginkan seorang anak?." tanya nya, ia mendongak untuk menatap suaminya. Bukan tanpa alasan dia bertanya seperti itu. Karena sampai saat ini, dirinya belum juga isi. Karena setelah kepulangan mereka dari pulau waktu itu, dirinya masih datang bulan.


" Ya. kenapa hmmm?. Apa kamu belum siap?." tanyanya, membuat Arumi menggelengkan kepalanya.


" Jika kamu belum siap, tidak usah di pikirkan sayang!. Mas terserah kamu saja. karena saat hamil nanti, kamu yang akan kerepotan." ucapnya dengan lembut, ia tidak ingin memaksa istrinya. Meski dirinya sudah ingin memiliki momongan.


" Bukan begitu maksudku mas. Tapi Rumi takut. Bagaimana kalau ternyata Rumi tidak bisa memberikan kamu keturunan?." tanya nya, dengan lirih di akhir kalimat.


Mendengar hal itu, kontan membuat Hisyam menjauhkan tubuh istrinya yang tengah bersandar di dada bidang nya. Ia segera membalik tubuh istrinya, agar menghadap nya.


"Kenapa mengatakan itu?." tanya nya, dengan menatap lekat wajah istrinya.


" Rumi hanya takut saja. Karena sampai saat ini, Rumi belum isi. Padahal kita sudah sering melakukannya!." ucapnya, dengan wajah yang merona saat mengatakan perkataan terakhirnya. Membuat Hisyam mengulum senyumnya. Istrinya ini ada-ada saja," pikir nya.


" Sayang. Kenapa berpikir seperti itu?. Pernikahan kita bahkan baru seumur jagung. tidak usah di pikirkan hmmm!. Mas tidak ingin kamu terbebani akan hal ini!." ucapnya. Setelah mengatakan itu, ia mengangkat dagu istrinya kemudian ia lu mat bibir ranum sang istri.

__ADS_1


" sebaiknya kita bekerja lebih keras lagi, untuk segera membuat mu hamil." ucapnya, yang membuat pipi Arumi semakin merona. Karena dia tahu maksud perkataan suaminya. Setelah melepas ciuman mereka. Ia lantas mengangkat tubuh istrinya ala bridal style, kemudian ia bawa ke kamar yang sudah di sediakan. Untuk melewati malam panas mereka, yang masih panjang.


__ADS_2