Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab16


__ADS_3

"pergilah dulu ke kamar!. masih ada yang mau aku kerjakan di ruang kerja", ucapnya setelah selesai makan


tanpa menunggu jawaban dari ku dia pun berlalu. Setelah kepergian mas Hisyam, aku langsung menuju ke kamar, karena sudah tidak ada lagi yang mau aku lakukan


"Hahhhhh", sambil merebahkan tubuh ku di ranjang aku pun menghela nafas


ku ambil handphone ku lalu ku buka galeri foto. Ku pandangi foto ku dan mas Taufik ketika kami bertunangan


"Kenapa kamu meninggalkan ku secepat ini mas?", gumamku sambil mengusap foto nya


ingatan ku melayang ke masa lalu, di mana kita pertama kali bertemu di sebuah danau


Saat itu,,,,,,


"Akkkhhhhhh",,teriak ku dengan keras di pinggiran danau sambil melempar batu kerikil ke dalam danau tersebut


"dasar laki laki brengsek, beraninya kamu meninggalkan aku hanya demi wanita itu", ucapku dengan lantang


Aku pun terduduk dengan kedua lutut tertekuk. Lalu ku letakkan wajah ku diantara kedua lutut sambil menangis. Bukan, aku bukan menangisi laki laki yang sudah mengkhianati ku, tapi aku menangisi kebodohan ku. Karena aku terlalu percaya dengan apa yang dia katakan, sehingga ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan hanya kekecewaan yang aku dapatkan


Lama aku menangis, hingga saat aku mengangkat kepalaku, ku lihat tangan seseorang sedang menyodorkan sebuah saputangan


Ku arahkan pandangan ku pada orang yang memberikan saputangan itu, yang ternyata adalah seorang pria


"Ini untuk menghapus air mata mu. Lihatlah!, orang orang sedang melihat ke arah mu", ucapnya masih dengan menyodorkan saputangan nya


aku pun melihat sekitar seperti apa yang dia katakan, dan ternyata benar saja, aku sudah menjadi perhatian orang orang di sekeliling ku


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, ku ambil saputangan yang ia berikan padaku lalu ku hapus air mataku

__ADS_1


tanpa meminta izin dari ku, pria tadi ikut mendudukkan dirinya di samping ku dengan kedua kaki tertekuk dan kedua tangan menahan tubuh nya di belakang


"kenapa tuan duduk di sini?", tanyaku tanpa menoleh ke arah nya


"Apa ada larangan untuk duduk di sini?", tanyanya dengan santai


"Tidak, tapi bukan kah banyak tempat lainnya. Bahkan tuan bisa duduk di bangku yang ada di sekitar sini", ucapku dengan ketus


"Bagaimana kalau aku hanya ingin duduk di sini?", ucapnya lagi sambil melihat ke arah ku


"Terserah", ucapku dengan nada datar


lalu setelah nya pun hening


"apa perasaan mu sudah lebih baik?", tanya nya setelah lama terdiam


"apa nona menangis karena di tinggal kekasih nona?", tanyanya lagi sok tahu, tapi sialnya memang kenyataannya seperti itu


"Diam lah tuan, kau itu sudah mengganggu ku yang sedang melampiaskan emosi ku", ucapku kesal karena pria ini terus saja mengajak bicara


"Dasar SKSD" batin ku


"Ah sudahlah, aku pergi saja", ucapku lagi lalu setelah nya aku pun berdiri. Saat aku sudah akan berjalan, tangan ku di tahan oleh pria yang masih terduduk di samping ku tadi


"Apa lagi tuan?, lepaskan tanganku!", ucapku marah


Ck, lagian siapa juga yang gak marah, sedang melampiaskan emosi karena sakit hati malah di ganggu


"Nona, saputangan ku masih ada pada mu", ucapnya sambil melirik ke arah tangan ku yang sebelah, ternyata masih memegang sapu tangan nya

__ADS_1


"Sial, kenapa aku bisa lupa", ucapku dalam hati


Lalu aku pun memberikan saputangan yang ia pinjam kan pada ku


"Ini, terima kasih", ucapku sambil melepaskan tangan ku yang di pegang nya


"Nona, aku tadi meminjam kan saputangan ku pada anda dalam keadaan bersih. Jadi nona pun harus mengembalikan nya dalam keadaan bersih pula. Aku tadi hanya mengingat kan, jika saputangan ku masih bersama nona", ucap nya dengan santai


Lalu dia pun ikut berdiri


Sambil menahan emosiku, aku pun berkata


"Baiklah, aku akan mencuci nya dulu baru ku kembali kan setelah bersih. Bisakah aku pergi sekarang tuan?", ucapku dengan senyuman yang di paksakan


"Silahkan, tapi kemana anda akan mengembalikan itu jika Anda tidak tahu nama atau pun alamat ku?", ucapnya lagi sambil ber sedekap dada


"anda katakan saja di mana alamat anda, nanti saya akan mengantar nya", ucapku sambil melihat ke arah pria yang tinggi nya jauh di atas ku


"Berikan saja nomor ponsel nona, biar saya hubungi nanti", ucap nya sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana nya


Tanpa banyak berkata karena sudah tidak ingin berlama-lama berbicara dengan orang yang tidak aku kenal, aku pun langsung menyebut kan nomor ku. Tidak lama setelah nya handphone ku berbunyi


"aku hanya ingin membuktikan kalau itu benar benar nomor anda nona, itu nomor ku", ucapnya dengan wajah tanpa dosa nya karena sudah membuat ku semakin jengkel


Tanpa menjawab perkataan nya aku pun langsung pergi.


dari sana lah awal kedekatan kami


Tersadar dari kejadian masa lalu, tanpa terasa air mata ku keluar dengan sendirinya, lalu ku hapus air mata ku. Mungkin karena terlalu lama menangis hingga membuat ku menjadi mengantuk dan tertidur

__ADS_1


__ADS_2