Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab17


__ADS_3

sedangkan di sebuah ruangan yang temaram, seorang pria tengah duduk ditemani sebotol whisky. Entah sudah berapa gelas yang telah ia habiskan sedari tadi, tapi yang jelas kesadaran nya sudah mulai berkurang meski tidak sepenuhnya


Sang pria menoleh untuk melihat ke arah jam yang ada di dinding, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Entah sudah berapa lama ia berada di tempat ini, tapi seingat nya setelah makan malam usai dia langsung datang ke tempat ini


Ya, pria yang sedari tadi duduk termenung dengan di temani alkohol itu adalah Hisyam. Entah apa yang membuat nya memutuskan untuk meminum minuman beralkohol itu, tapi yang jelas dia hanya ingin menenangkan pikiran nya yang sedang kacau


Dia mengingat kembali saat sang kakak mendatangi nya ke perusahaan nya yang ada di Washington DC, itu adalah pertemuan terakhir nya dengan sang kakak sebelum kakak nya itu mengalami kecelakaan. Ya, saat Taufik mengatakan pada tunangan nya akan melakukan pekerjaan di luar kota, sebenarnya dia menemui sang adik yang berada di luar negeri


Saat itu,,,,,


drtttt drtttt, suara handphone yang berdering


Dia pun mengambil ponsel yang ada di atas meja kerja nya, setelah mengetahui siapa yang menelpon, dia pun mengangkat nya


"Halo kak", ucap nya saat telpon sudah terhubung


"Halo, kamu ada di mana Tian", tanya nya


Tian adalah panggilan kesayangan untuk adiknya sedari kecil


"Aku ada di kantor kak, ada apa?", tanya nya sambil mengerjakan pekerjaan nya


"Baiklah, kakak akan menemui mu di sana", ucapnya


"hm", sahutnya .


lalu setelah nya ia pun memutuskan sambungan telepon nya. Dia tidak bertanya lagi pada sang kakak sudah berada di mana, karena dia sudah tahu, jika kakak nya akan menemui nya di kantor, sudah pasti kakaknya itu sudah berada di Washington DC


sedangkan Taufik yang tahu jika lagi lagi sambungan telepon nya telah di putus secara sepihak hanya bisa menghela nafas karena kebiasaan adiknya itu tidak pernah berubah


setelah sekitar 20 menit berlalu pintu ruangannya pun di ketuk


Tok tok tok


"Masuk", ucapnya


"Tuan, di luar ada kakak anda yang ingin bertemu", ucap sang sekretaris yang bernama margareth saat sudah di persilahkan masuk


"suruh saja dia masuk, dan antarkan kopi kemari", ucapnya tanpa menoleh


"Baik tuan", ucapnya


lalu setelah nya annelise pun menemui kakak dari tuannya lagi


"silahkan masuk tuan", ucap margareth dengan sopan


"Terimakasih", ucap Taufik


lalu dia pun masuk ke ruangan sang adik


Setelah kakak nya masuk, Hisyam pun berdiri menyambut kedatangan sang kakak, lalu mereka pun berpelukan

__ADS_1


"Bagaimana kabar mama dan papa?", tanya nya setelah mereka duduk


"Kabar mama dan papa baik", sahutnya


"Lalu bagaimana dengan kakak?, kenapa sepertinya lebih kurus dari saat terakhir kita bertemu", tanya nya lagi saat melihat keadaan sang kakak memang lebih kurus dari sebelumnya


"Seperti yang kamu lihat kakak baik baik saja", ucapnya dengan santai


Lalu setelah nya, margareth pun datang mengantarkan kopi pesanan tuan nya


"Kopi nya tuan", ucap margareth setelah meletakkan dua cangkir kopi di atas meja kemudian dia pun pamit keluar


"bagaimana kabar mu?", tanya Taufik pada sang adik setelah kepergian sekertaris adiknya


"Seperti yang kakak lihat, aku juga baik baik saja", ucapnya


"Ada apa kakak menemui ku tanpa mengabari terlebih dahulu?", tanya nya sembari mempersilahkan sang kakak meminum kopi nya


Karena dia merasa aneh saja, jika sang kakak yang sebentar lagi akan menikah malah menemuinya. Sedangkan dia sudah mengatakan akan datang saat hari pernikahan kakak nya


"Sebenarnya ada yang ingin kakak minta dari mu", ucap nya sambil meletakkan cangkir kopi nya setelah dia minum


"Katakan saja, jika aku bisa pasti aku berikan", jawabnya dengan nada santai sambil menerka-nerka ke arah mana pembicaraan kakak nya ini


"Apa kamu berjanji akan memenuhi keinginan kakak?", tanya nya memastikan


"Hm", sahutnya, karena pikirnya permintaan sang kakak pasti lah mudah sehingga bisa dia penuhi


"Bacalah!", ucapnya sambil memberikan kertas tersebut


Setelah mengambil kertas yang di berikan sang kakak Hisyam pun membuka kertas tersebut dan membaca nya, setelah selesai membaca kertas tersebut raut wajah nya pun berubah tegang


"Apa maksud nya ini?", ucapnya sambil melempar kertas tersebut ke atas meja


"Seperti yang kamu tahu, jika umur ku sudah tidak lama lagi", ucapnya dengan tenang


"Omong kosong apa yang sedang kamu katakan", ucap nya dengan menahan emosi


Bagaimana tidak emosi, jika mengetahui keadaan sang kakak sedang tidak baik baik saja seperti yang ia katakan di awal tadi


"Aku tidak berbohong Tian, itulah tujuan ku menemui mu", ucapnya dengan wajah tersenyum karena tidak ingin menambah kekhawatiran sang adik


"Apa papa dan mama mengetahui ini?", ucapnya dengan nada yang sedikit lebih santai setelah bisa mengendalikan emosi nya


"Kamu orang pertama yang aku beritahu", ucapnya


"Ayo kita berobat, aku akan mencarikan dokter terbaik yang bisa menyembuhkan penyakit itu", ajaknya pada sang kakak


"Percuma Tian, selama ini aku sudah berobat dengan dokter terbaik dari berbagai negara, tapi hasilnya sama saja, karena saat aku mengetahui nya penyakit itu sudah menyebar", ucapnya


"kakak harus mencoba nya lagi, bukan kah sebentar lagi kakak akan menikah", ucapnya membujuk sang kakak

__ADS_1


"Justru itu tujuan ku menemui mu", ucapnya


"Apa maksud mu?", tanya nya karena tidak mengerti apa hubungannya sakit sang kakak dan dirinya


"Aku ingin, kamu menggantikan ku untuk menikah dengan tunangan ku", ucapnya


"Apa???? ", Teriak nya, bahkan karena saking terkejut nya dia sampai berdiri dari duduknya


"Aku tidak mau", ucap nya dengan tegas setelah selesai dari keterkejutan nya


"Apa sakit membuat mu menjadi tidak waras?", ucapnya lagi setelah duduk kembali


"Kamu tadi sudah berjanji akan memenuhi keinginan kakak Tian", ucapnya mengingatkan


"Karena aku tidak tahu jika keinginan mu tidak masuk akal", ucapnya mengelak


Bagaimana tidak mengelak, jika tahu permintaan kakak nya seperti itu, tentu saja dia akan menolaknya sejak awal


"please Tian, cuma kamu harapan kakak yang bisa kakak percaya", ucapnya membujuk sang Adik


"Kenapa tidak Kakak batalkan saja pernikahan kalian?", ucapnya memberi saran


"Kakak tidak ingin membuat nya malu dan kecewa jika pernikahan di batalkan", ucap nya


"Lalu apa dia tidak akan kecewa jika dia tahu yang menikah dengan nya adalah orang lain?", ucapnya


"Soal itu biar kakak yang bicara dengan nya, dia adalah wanita yang baik. Kakak yakin, dia tidak akan menolak keinginan kakak", ucap nya dengan nada yang sedikit tidak yakin, karena dia pasti akan melihat tatapan kekecewaan dari orang terkasih nya


"Kenapa kakak tidak menyuruh nya menikah dengan orang lain saja?", tanya nya lagi karena tidak siap memenuhi keinginan kakak nya yang konyol itu


"Bukankah kakak sudah mengatakan nya tadi, jika kakak cuma percaya sama kamu", ucapnya lagi


"Dan alasan lainnya, suatu saat kamu pasti tahu", sambung nya dalam hati


"Please Tian, anggap saja ini adalah permintaan terakhirku", ucapnya dengan nada memohon


Lalu setelah nya hening, mereka berdua hanya saling tatap hingga beberapa saat Hisyam memberikan keputusan nya


"Baiklah", putus nya setelah dari tadi hanya mengamati sang kakak yang menatap nya dengan wajah yang hampir putus asa


"Terimakasih", ucapnya dengan wajah tersenyum karena merasa lega keinginan nya akan segera terkabul


"Bagaimana kalau kita makan siang dulu?", ajaknya pada sang kakak setelah melihat arlojinya ternyata sudah waktunya makan siang


"Baiklah", ucapnya


Lalu setelah nya mereka makan siang bersama di restauran yang tidak jauh dari perusahaan. Selesai makan siang ,Taufik memutuskan untuk langsung pulang ke Indonesia. Dia ingin segera bertemu tunangan nya dan mengatakan semuanya. Sedangkan Hisyam, dia tidak kembali lagi ke kantor karena ingin mengantarkan kakak nya sampai di bandara.


Saat tersadar dari lamunannya, Hisyam pun hanya bisa menghela nafas, apa lagi saat tahu siapa tunangan kakak nya itu


"Hahhhhhh, Kenapa sepertinya takdir sedang mempermainkan ku", gumamnya

__ADS_1


lalu setelah nya dia pun memutuskan untuk keluar dan kembali ke kamar


__ADS_2