Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab34


__ADS_3

"Jadi, apa yang membuat mas sadar jika selama ini mas sudah salah paham sama Arumi?," tanya Arumi. Ia mengulang kembali pertanyaan yang belum sempat di jawab oleh suaminya. Saat ini keduanya sedang berbaring sambil berhadapan di atas tempat tidur


Hisyam yang di tanya demikian, pikiran nya langsung kembali pada kejadian saat itu yang membuat dirinya berantakan


Flashback


Saat itu, Hisyam dan kedua sahabat nya mendatangi tempat yang telah di kirim oleh pengawal yang menjaga Arumi, dia menunggu di seberang jalan rumah yang di kunjungi Arumi.


lama mereka menunggu, hingga ia melihat sang istri keluar bersama sahabat nya. Tapi bukan itu yang menjadi fokusnya, dia menajamkan penglihatannya untuk melihat siapa pria yang ikut keluar bersama keduanya


"Sialan, mereka bertemu diam diam di belakangku Frans," ucapnya sambil mengepalkan tangannya


setelah melihat mobil istrinya keluar, dia meminta Frans untuk masuk ke dalam pekarangan rumah mewah itu


"Aku akan menghajar pria itu," ucapnya dengan wajah yang memerah karena marah.


"Tuan, sepertinya anda salah paham," belum sempat Frans melanjutkan perkataannya, tuannya itu sudah turun lebih dulu tanpa menghiraukan perkataan sahabat nya


"Gawat, Wil cepat cegah Hisyam!," ucapnya dengan panik, saat melihat tuannya masuk ke dalam rumah setelah sang tuan rumah membukakan pintu


Sedangkan Hisyam yang sudah di liputi oleh amarah, langsung mendaratkan Bogeman di wajah pria di hadapannya


Bugh


"beraninya kau selingkuh dengan istri ku," teriak nya


Sedangkan Rangga yang merasa tidak mengenal pria yang sudah menyerangnya, dia berusaha mengelak dari amukan pria tersebut


"Tuan, sepertinya anda salah paham," ucapnya sambil terus menghindar,


Bugh, bugh bugh


Bogeman bertubi-tubi Hisyam layangkan pada pria di hadapannya, tanpa memberi kesempatan sang pria untuk menjelaskan


Rangga yang tidak ingin dirinya di jadikan Samsak oleh pria yang tidak di kenal nya pun membalas, hingga akhirnya terjadilah baku hantam di antara keduanya.


Sedangkan Frans yang baru saja masuk dengan terburu-buru karena takut terjadi apa-apa dengan keduanya, dia malah melihat William yang sedang berdiri sambil melihat sahabat nya berkelahi


"Dasar bodoh. Apa yang kamu lakukan di sini Wil?, cepat pisahkan mereka !", ucapnya sambil memukul kepala William. Dia merasa geram pada sahabatnya itu, bukannya memisahkan temannya yang sedang berkelahi dia malah menonton nya


"aw, Frans. Kau itu kejam sekali," ucapnya sambil mengelus kepala nya


"aku menunggu mu, kalau aku yang memisahkan mereka sendiri, bisa bisa aku yang jadi sasaran keduanya," ucapnya sambil bergidik ngeri melihat kebrutalan sahabat nya


Tanpa menghiraukan perkataan William, Frans segera mendekati keduanya untuk melerai mereka

__ADS_1


Belum sempat Frans melerai keduanya, sudah terdengar teriakan seorang wanita lebih dulu


"apa yang kalian lakukan pada suamiku ?," teriak nya sambil berlari


"Stop stop, berhenti. Tuan, cepat hentikan mereka," ucapnya dengan suara melengking


Tanpa menunggu lama, Frans segera memegangi Hisyam, sedangkan William memegangi Rangga, lalu keduanya di pisahkan


"Tahan emosi anda tuan," ucapnya sambil memegangi tuannya


"ada apa ini, kenapa kalian bertengkar ?," tanya Sarah saat keduanya sudah di pisahkan


"suami anda ini sudah berselingkuh dengan istri saya nyonya," ucap Hisyam dengan nafas yang memburu


"Apa maksud mu?, aku bahkan tidak mengenal istri mu," ucap Rangga membela diri,


"Seperti nya anda salah paham tuan,"ucap Sarah. Dia paham betul bagaimana suami nya itu begitu mencintai nya, dia tidak percaya jika ada yang mengatakan suami nya selingkuh


"Sebaiknya kita duduk dulu, masalah ini bisa di bicarakan baik-baik tuan," ucapnya lagi sambil mempersilahkan tamu tak di undang nya ini untuk duduk


Setelah mengatur dirinya agar tidak emosi seperti tadi, Hisyam mengikuti suami istri itu di ikuti oleh Frans dan William


"sekarang anda ceritakan, apa yang membuat anda mengatakan suami Saya berselingkuh dengan istri anda tuan," ucap Sarah saat mereka sudah duduk di ruang tamu


"Jangan mengarang cerita tuan, aku tidak pernah memasuki kamar hotel dengan seorang perempuan selain istri ku," ucapnya tidak terima di tuduh demikian


"anda jangan mengelak tuan, aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku," ucapnya dengan marah karena pria ini masih saja berbelit


"jika boleh tahu, kapan anda melihatnya?," tanya Sarah dengan tenang


"Empat tahun yang lalu, aku melihatnya di hotel milik keluarga ku. Bahkan belum lama ini, mereka sering bertemu di belakang ku," ucapnya dengan menggebu


Sarah dan Rangga yang mendengar penjelasan dari pria di hadapannya itu lantas mengerti kemana arah pembicaraannya


"Apakah di hotel Royal inc?," tanya nya lagi


"anda tahu?," tanya Hisyam dengan heran


Mendengar jawaban pria itu lantas membuat Sarah menghela nafasnya


Huhhhhh


"apa wanita ini yang anda maksud?," tanya nya sambil mengambil handphone di saku celana nya, lalu menunjukkan foto profil Arumi di aplikasi WhatsApp. Karena tadi mereka sempat bertukar nomor ponsel


Hisyam yang melihat foto istrinya lantas menganggukkan kepala nya. Sedangkan Rangga melihat pria itu mengangguk lantas berdiri dan menghampiri nya

__ADS_1


bugh


"sialan kau," umpatnya setelah memukul rahang pria itu dengan keras


"Tenang mas," ucapnya sambil menarik suaminya agar duduk kembali


Sedangkan Hisyam yang ingin membalas perbuatan pria itu segera di tahan oleh kedua sahabat nya


"Tenang lah," ucap keduanya dengan tegas sambil menahan bahu sahabat nya agar tidak beranjak


"tenang lah tuan, masalah tidak akan selesai dengan cara kekerasan. Saya akan menjelaskan kesalahpahaman anda," ucapnya


"istri anda adalah teman kami tuan. Yang anda lihat suami saya dan Arumi memasuki kamar hotel, di dalam kamar itu juga ada saya dan anak saya yang masih bayi," ucapnya menjelaskan


"Anda jangan terlalu polos nyonya, mana ada teman saling merangkul," sanggahnya masih tidak percaya


"Arumi pasti tertekan memiliki suami seperti anda," celetuk Rangga


"Apa maksud mu?," ucapnya tidak terima


"Apa kamu sudah menanyakan pada istri mu saat itu, kenapa dia memasuki hotel bersama seorang pria?," tanya nya


Melihat Hisyam diam saja dia kembali melanjutkan perkataannya


"Sudah kuduga, komunikasi kalian sangat payah, hubungan macam apa yang kalian jalani jika tidak percaya satu sama lain," ucapnya lagi


"Jangan bertele-tele, katakan saja maksud mu," ucap Hisyam yang merasa kesal


"Asal anda tahu tuan, Arumi saat itu membantu saya yang sedang di keroyok beberapa orang tidak dikenal di tangga darurat. Saat itu kondisi sepi, sehingga tidak ada yang melihat kejadian itu. Entah apa yang di lakukan Arumi di sana, tapi beruntung karena kedatangan nya itu, membantu saya. Dia berteriak melihat Saya di keroyok sehingga orang orang berdatangan.


Setelah orang orang itu di ringkus, saya meminta Arumi untuk mengantarkan Saya sampai ke kamar. Bahkan setelah sampai di kamar, istri ku sudah dalam keadaan terikat kaki dan tangan nya, sedangkan mulut nya di sumpal dengan kain. Arumi juga membantu melepaskan Sarah, mereka sempat berbicara. Tapi tidak lama, karena setelah dokter yang di panggil istri ku datang, Arumi segera pamit," ucap Rangga panjang lebar menjelaskan kejadian di mana dia dan istrinya bisa mengenal Arumi


Sedangkan Hisyam hanya tercengang mendengar semua itu. Dia tidak menyangka, dia telah berbuat salah selama ini. Tentu saja dia tidak mendengar kejadian itu, karena setelah melihat Arumi masuk dengan pria ke dalam kamar hotel, ia lantas pergi dan melakukan penerbangan ke luar negeri.


tanpa mengucapkan sepatah katapun, Hisyam lantas bangkit dan pergi begitu saja tanpa meminta maaf terlebih dahulu.


"Maafkan sahabat kami tuan, nyonya," ucap Frans mewakili. Lantas segera mengikuti tuannya di ikuti oleh William. Setelah mengantarkan tuannya sampai ke rumah, Frans dan William juga pulang ke tempat tinggal masing-masing.


Sedangkan Arumi yang mendengar penjelasan suaminya, menatap ke arah suami nya dengan tatapan tidak percaya


"Serendah itu aku di mata kamu mas?," tanya nya dengan mata yang berkaca-kaca,


"Lantas, cinta yang seperti apa yang setiap hari kamu ucapkan saat itu?," ucapnya dengan air mata yang menetes. Hatinya begitu sakit, bahkan lebih sakit dari patah hati yang ia rasakan saat ada yang mengirim foto kekasihnya sedang berpelukan dengan wanita lain


"Maaf, maafkan mas sayang," hanya kata itu yang bisa ia ucapkan sekarang. Ia tarik istrinya kedalam pelukannya, ia merasa menjadi pria yang paling brengsek karena sudah membuat istrinya kecewa. Ini yang ia takuti, ia bahkan bisa melihat tatapan rasa sakit itu di mata istri

__ADS_1


__ADS_2