
Sedangkan di kantor, Frans hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan atasannya itu, yang sedang senyum senyum sendiri sambil melihat laptop nya. Setelah tadi pagi bos nya itu membuatnya kesal dan rasanya Frans ingin sekali menendang bos sekaligus sahabat nya itu, yang sayang nya itu hanya bisa menjadi keinginan nya saja karena dia masih menyayangi nyawanya sendiri.
Flashback
Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 09:00 dan dia sedang melakukan rapat dengan para karyawan. Saat di tengah rapat, handphone nya berbunyi dan ternyata tuannya yang menelpon
Drtttt drtttt,,,,,, suara handphone nya yang bergetar
Setelah melihat siapa yang menelpon, dia menyuruh karyawan nya untuk diam sejenak, selagi dia mengangkat panggilan dari bos mereka
"Halo tuan", ucapnya dengan sopan
"Jemput saya sekarang Frans", ucapnya dengan nada datar
Belum sempat Frans menyahuti , telepon sudah di matikan lebih dulu oleh tuannya, sehingga dia menunda rapat yang tengah berlangsung dan bergegas untuk menjemput tuannya .
Saat dia baru sampai di lobi kantor, handphone nya kembali berbunyi menandakan pesan masuk. Frans mengambil handphone di saku celana nya, lalu melihat isi pesannya yang ternyata juga dari tuannya
"Frans, kalau sudah berangkat mampir dulu ke tempat dokter Risa" isi dari pesan tersebut
"baik tuan", balas nya
Setelah membalas pesan tuannya, Frans segera menuju mobilnya yang berada di parkiran dan bergegas ke rumah dokter Risa. Dokter Risa adalah dokter pribadi keluarga Lubis.
Ting tong Ting tong,,,,,,bunyi bel ketika Frans menekan nya, saat ini dia sudah berada di depan pintu rumah dokter Risa
setelah beberapa kali membunyikan bel pintu itu pun terbuka
"Frans, silahkan masuk", ucapnya dengan tersenyum saat melihat siapa yang datang. Ya Risa sudah mengenal Frans karena mereka menempuh pendidikan di sekolah yang sama saat SMA. Selain itu, ayah Risa sudah sedari dulu menjadi dokter pribadi keluarga Lubis
"Tidak perlu dok, saya hanya ingin mengambil pesanan tuan", ucapnya dengan nada datarnya sambil melihat ke arah wanita di depan nya yang sudah berpakaian rapi, seperti nya sudah akan berangkat ke rumah sakit
"Kau itu kaku sekali Frans", ucapnya saat mendengar ucapan Frans yang selalu dingin
"Baiklah, tunggu sebentar saya ambilkan dulu obatnya", ucapnya. Setelah mengatakan itu, dokter Risa kembali ke dalam dan tidak lama kemudian dia keluar dengan kantong plastik di tangan nya
"Ini Frans, cara pemakaian nya sudah aku tulis di sana", ucapnya sambil memberikan kantong plastik di tangan nya
"kalau boleh tahu, untuk siapa obat ini Frans?, kenapa tuan Hisyam meminta obat seperti ini?", ucapnya lagi dengan kepo
"Bukan urusan anda", ucapnya ketus
setelah mengatakan itu, dia pun segera pergi tanpa memperdulikan dokter Risa
Setelah mengambil pesanan tuan nya, Frans segera melajukan mobilnya menuju rumah tuannya
__ADS_1
"Apa tuan sudah turun bi?", tanyanya pada bi sumi saat sudah berada di dalam rumah
"Eh den Frans, kata den Hisyam di suruh tunggu sebentar den", ucapnya memberi tahu asisten pribadi tuan nya itu
"Baiklah, saya tunggu di sini saja bi", ucapnya sambil duduk di sofa yang berada di ruang tamu
"Mau bibi buatkan kopi den?", tanyanya menawarkan
"Tidak usah bi, saya tadi sudah ngopi di kantor", ucapnya dengan sopan
"Ya sudah, kalau begitu bibi tinggal ke belakang dulu ya den", pamitnya
"Iya bi, silahkan", jawabnya lagi
Setelah bi Sumi ke dapur, terdengar suara sepatu yang menuruni tangga. Sebenarnya di rumah ini juga tersedia lift, tapi entah kenapa tuannya itu memilih menuruni tangga, mungkin hitung hitung olahraga
saat tuannya sudah sampai di lantai bawah dan berada tidak jauh dari nya, Frans segera berdiri lalu menyapa sang tuan
"Pagi tuan", ucapnya sambil membungkukkan badannya
"Hm, mana pesanan saya Frans?", ucapnya saat sudah berada di hadapan asisten nya
"ini tuan pesanan anda", ucapnya sambil menyodorkan kantong plastik yang berada di tangan nya
Setelah mengambil kantong plastik yang di sodorkan asistennya, dia pun memanggil bi Sumi.
"Iya tuan", ucapnya dengan menunduk saat sudah berada di dekat tuan nya
"Berikan ini pada istri ku saat dia sudah bangun, jangan di bangun kan Arumi, karena dia kecapekan. Suruh dia sarapan lalu meminum ini nanti", ucapnya dengan panjang lebar memberi tahu Art nya
"Baik tuan", ucapnya setelah menerima kantong plastik yang di berikan tuannya
"kita berangkat sekarang Frans", ucapnya sambil berlalu
"Baik tuan" ucapnya
Lalu dengan buru buru dia mengikuti langkah tuannya lalu membuka kan pintu mobil untuk sang tuan
setelah nya, mereka berangkat menuju perusahaan. Sesampainya di kantor, mereka menuju ke lantai paling atas di perusahaan ini menggunakan lift yang di khususkan untuk Presdir
"Frans, jangan ganggu saya dulu. Saya mau tidur", ucapnya dengan santai sambil membuka pintu ruang kerja nya.
di ruang kerja nya ini memang di buat kamar khusus untuk nya istirahat jika merasa lelah
"Tapi tuan, sebentar lagi anda ada meeting dengan klien dari Turki", ucapnya dengan buru buru mengikuti sang tuan yang sudah masuk ke ruang kerja nya
__ADS_1
"Kamu saja yang handle Frans", ucapnya tanpa rasa bersalah lalu masuk ke kamar pribadi nya
setelah pintu kamar tertutup, Frans hanya melihat ke arah pintu di mana tuannya masuk dengan pandangan nanar
"Aakhhhhh", teriaknya dalam hati sambil kakinya menendang-nendang udara
Ingin sekali dia menendang tuannya itu. Setelah tadi pagi tuannya itu membuat meeting bulanan dengan para karyawan di tunda, hanya karena dia harus menjemput tuannya. Tapi sesampainya di kantor, tuannya itu dengan entengnya mengatakan ingin tidur. Dia benar benar tidak habis pikir dengan tuannya, kalau cuma mau tidur kenapa harus jauh jauh ke kantor.
"nasib sebagai bawahan, selalu di tindas", pikir nya
Dengan menghela nafas berat nya, dia pun keluar dari ruangan tuannya
"Hahhhhh", rasanya kepala nya sudah mengepul karena ulah tuannya itu
Flashback end
setelah selesai mengerjakan pekerjaan nya, lalu meeting bersama klien mereka yang berasal dari Turki. Disinilah dia sekarang, setelah beberapa kali mengetuk pintu ruangan tuannya tapi tidak ada yang menyahut, akhirnya dia memutuskan untuk masuk saja. Tapi setelah masuk, apa yang dia lihat membuat nya geleng geleng kepala. Bagaimana tidak, setelah melimpahkan pekerjaan tuannya itu pada dirinya, sang tuan malah sedang senyum senyum sendiri dengan laptop yang ada di hadapan nya.
Bahkan setelah dia berada di hadapan tuannya dan memanggil beberapa kali, tuannya itu tidak menyahut sama sekali. Sehingga dia memutuskan untuk tetap berdiri di hadapan tuannya yang hanya tersekat oleh meja.
Sedangkan Hisyam yang sedang fokus melihat rekaman cctv yang berada di kamarnya, hanya senyum senyum sendiri bahkan kadang terbahak melihat kelakuan istrinya saat bangun tidur. Ya, di kamar nya memang dipasang cctv yang hanya bisa di akses oleh nya. Karena saking fokusnya, hingga ia tidak menyadari saat asisten nya itu masuk ke ruangan nya, dia langsung terkejut saat mengangkat kepala nya dan melihat asisten nya itu sudah berada di depan nya
"Frans, sejak kapan kamu di situ?", ucapnya dengan nada terkejut lalu buru buru menutup laptop nya
"Sudah dari tadi tuan", ucapnya dengan sopan tapi bernada datar
"ada apa kamu kemari?", tanya nya setelah menetralkan wajah nya dari rasa terkejut
"Saya hanya mengantar berkas yang harus segera anda tanda tangani tuan", ucapnya
"Taruh saja di situ" ucapnya
"Bagaimana meeting nya?", tanyanya lagi
"Semuanya berjalan lancar dan sudah mencapai kesepakatan tuan, hanya tinggal menunggu tanda tangan anda saja", ucapnya sambil meletakkan berkas ke atas meja
"Hm, keluar lah", ucapnya sambil mengibaskan tangannya
"apa masih ada lagi?", tanya nya lagi saat melihat asisten nya tidak kunjung keluar
"tidak ada tuan, kalau begitu saya permisi", ucapnya sambil membungkukkan badannya
Sebenarnya dia penasaran, apa yang membuat tuan nya itu senyum senyum sendiri seperti orang gila. Karena setahu nya, terakhir tuannya senyum seceria itu saat tuannya itu masih berpacaran dengan Arumi. Tapin setelah kejadian di hotel beberapa tahun lalu, tuannya itu berubah menjadi orang yang sangat dingin dan arogan.
sebenarnya dia tidak tahu pasti apa yang terjadi karena saat itu dirinya sudah kuliah di luar negeri, dia hanya mendengar cerita dari sahabat nya saja.
__ADS_1
dan saat melihat tuannya senyum secerah tadi dia pun penasaran, tapi rasa penasaran nya ia urungkan dari pada dia di gantung oleh tuannya karena sudah kepo dengan urusan nya.