Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab57


__ADS_3

Hari yang di tunggu, akhirnya tiba. tepat hari ini, resepsi Arumi dan Hisyam di selenggarakan di ballroom hotel Royal inc milik keluarga Lubis. Saat ini keduanya sudah berada di pelaminan. Arumi begitu anggun mengenakan gaun pengantin dreamy gown berwarna putih, dengan bagian bawah yang mengembang. Sehingga membuatnya tampak seperti putri di negeri dongeng. Gaun ini adalah gaun impiannya sejak dia remaja. Dan hanya sahabat nya yang mengetahui nya.Dia tidak menyangka, jika sang mertua sampai mengetahui tentang gaun yang ia impikan ketika menikah. Dia baru mengetahui gaun ini, saat ia dan suaminya mencoba gaun pengantin. Karena memang mereka memesan gaun yang sudah jadi. Mengingat acara yang mereka gelar di lakukan dadakan. Hisyam juga terlihat begitu tampan, dengan kemeja putih dan tuxedo hitam yang ia kenakan, serta dasi kupu-kupu yang terpasang di lehernya menambah kesan gagah dalam penampilan nya. Arumi sudah merasa begitu lelah. Karena sudah seharian, menyambut tamu berdatangan, yang kebanyakan adalah rekan bisnis suami dan mertua nya. Bahkan di saat hari sudah malam, tamunya malah semakin banyak.


" apa kamu lelah sayang?." tanya nya, saat melihat istrinya sudah mulai gelisah. Ia segera mengajak istrinya untuk duduk terlebih dahulu, sebelum ada tamu yang menyalami mereka lagi.


" kaki aku pegel banget mas. Apa masih lama acaranya?." bisiknya. Takut terdengar orang lain


Belum sempat Hisyam menjawab. istrinya itu sudah berdiri lagi saat melihat sahabatnya menaiki pelaminan dengan seorang pria. Dan pasangan paruh baya di belakang mereka.


" Arumi. Selamat ya!. Semoga pernikahan kalian langgeng dan segera di berikan momongan." ucapnya, setelah menyalami sahabat nya, kemudian mereka berpelukan.


" terimakasih. Kamu itu kemana aja?." ucapnya menggerutu pada sang sahabat. Sahabat nya itu menghilang entah kemana setelah dirinya dirias pagi tadi.


" maaf sayang. Aku tadi buru-buru ke bandara. Buat jemput tuan muda kita ini." ucapnya, menggoda pria di sebelah nya. Saat Arumi akan menjawab, tetapi kalah cepat dengan perkataan wanita paruh baya di belakang sahabat nya.


" hei, cepatlah!. Kami juga ingin memberikan selamat pada pengantin nya." ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat anggun dan cantik. ia kesal saat melihat mereka malah mengobrol, sehingga membuat antrian di belakang mereka memanjang.


" ck, sabarlah mom!." sahutnya, sembari menoleh, lalu segera beralih menyalami pengantin pria dan segera turun. Sedangkan pria yang di sebelah Siska, hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian segera memberikan selamat kepada pengantin nya. Sebelum bergantian dengan kedua orang tua nya. Ya, pasangan paruh baya yang datang bersama Siska tadi adalah orang tuanya, yang baru saja tiba di negara mereka beberapa hari yang lalu. Sedangkan pria yang di gandeng nya tadi adalah kakak nya.


" selamat ya sayang." ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah mendekati lima puluhan. sembari mencium kedua pipi Arumi


" terimakasih tante. Terimakasih juga gaun nya. Rumi suka sekali" ucapnya dengan tersenyum. mama nya Siska adalah seorang desainer, dan salah satu pemilik butik terkenal di Paris. Dan gaun yang ia kenakan saat ini, di buat oleh beliau. Mungkin saja mertuanya tahu tentang gaun ini, dari sahabat nya itu. Karena saat ia bertanya pada Tante Audi, yang notabene adalah mamanya Siska. Gaun itu sudah lama ia buat.


" sama-sama sayang." sahutnya dengan tersenyum. Setelah dia dan suaminya memberikan selamat pada kedua mempelai, mereka segera turun.


setelah para tamu yang memberikan selamat sudah turun. Hisyam segera menghampiri orang tua nya untuk berpamitan.


" ma, pa. Kita duluan ya. istri ku sudah kelelahan." ucapnya

__ADS_1


" iya nak. Pergilah!. Ajak istri mu untuk istirahat. biar kami yang menghandle semua tamu." ucap papa Candra pada sang putra.


" terimakasih pa." ucapnya dengan tersenyum, yang di angguki oleh keduanya. Setelah mengatakan itu, ia segera menggendong istrinya ala bridal style, turun dari pelaminan. Kemudian mereka masuk ke dalam lift, yang membawa mereka kelantai teratas di hotel ini. Yang sudah di siapkan untuk mereka.


Sedangkan para tamu yang melihat tindakan pengantin pria, mereka bersorak karena melihat keromantisan dari sang pengantin.


" gila!. Ternyata si kulkas berjalan bisa romantis juga." ucap Siska, saat melihat tindakan Hisyam barusan. Saat ini ia tengah duduk dan bergabung dengan keluarga Sarah. Sedangkan kedua orang tuanya, bergabung dengan dua orang asing yang ia sendiri tidak tahu. Mungkin rekan bisnis mereka," pikirnya.


" cih. Romantis apanya?. Itu dianya aja yang udah gak sabaran." Sahut Rangga, sembari berdecih. Ia masih kesal dengan suami Arumi itu.


"mas." desis Sarah, yang tidak suka dengan jawaban suaminya. Sedangkan Siska hanya memutarkan bola matanya, mendengar hal itu. Karena dia sudah tahu cerita nya, dari kedua sahabatnya.


" Biarin aja Sar. Mungkin suami kamu ini masih punya dendam kesumat sama Hisyam." ucapnya sembari tertawa. setelah mengatakan itu, ia segera beranjak dari tempat duduk nya.


" loh. Mau kemana Sis?." tanya Sarah, saat melihat sahabatnya itu sudah berdiri.


malam ini ia tampak begitu anggun, mengenakan gaun panjang berwarna hitam, tanpa lengan. yang juga memperlihatkan punggung mulusnya nya yang terekspos. Sedangkan di samping kirinya, terdapat belahan memanjang, hingga memperlihatkan pahanya. Siska berjalan dengan anggun, hingga tanpa sadar jika ada yang memperhatikannya sejak tadi.


Ia segera mengambil hidangan, yang menurutnya menggugah selera. Hingga saat ia berbalik, ia tanpa sengaja menabrak bahu wanita paruh baya.


" aduh tante!. maafin saya ya. Saya tidak sengaja tadi." ucapnya dengan panik, ia segera meletakkan makanan yang ia ambil tadi. Lalu memeriksa orang yang ia tabrak. Untung saja, makanan nya tidak mengenai wanita paruh baya di depannya ini. Jika iya, dia akan merasa sangat bersalah.


" Enggak apa-apa nak. Tante juga bersalah tadi." ucapnya dengan tersenyum, saat melihat raut khawatir dari wanita muda di depannya ini.


" Tante beneran gak apa-apa?." tanyanya memastikan.


" iya nak. Ya sudah, tante duluan ya. Kamu lanjutin aja makannya." ucapnya

__ADS_1


" sekali lagi, maafin saya ya Tan." ucapnya dengan nada bersalah. yang di angguki oleh wanita itu. Setelah kepergian wanita paruh baya tadi, Siska mengambil kembali makanannya tadi, kemudian mencari tempat duduk.


Jika di tempat pesta masih ramai dengan tamu yang berdatangan. Maka lain lagi, di kamar yang di tempati oleh sepasang pengantin ini.


" Rumi mandi dulu ya mas. Gerah banget." ucapnya setelah mereka sampai di kamar. Suaminya tadi bahkan tidak menurunkannya sama sekali, hingga mereka sampai di kamar.


" iya sayang. Mau mandi bareng?." tanyanya dengan alis yang ia naik turun kan.


" gak usah aneh-aneh deh mas!. aku sudah capek banget ini." keluhnya. Ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi, ia segera membersihkan tubuhnya. ia ingin memberi kejutan pada suaminya setelah ini.


Hisyam segera mendudukkan dirinya di sofa sembari menunggu istrinya selesai membersihkan diri. Setelah beberapa saat menunggu, ia mendengar pintu kamar mandi yang terbuka. Hingga ia mengangkat kepala nya dan memusatkan atensinya pada sang istri.


saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi, ia begitu shock depan penampilan istrinya. istrinya itu terlihat begitu se xy mengenakan lingerie berwarna merah menyala. Ia bahkan sampai menganga saat melihat istrinya berjalan dengan gaya sensual ke arah nya. Ia sampai tidak menyadari, jika sang istri sudah berada di hadapan nya. Karena saking fokusnya.


" mas." bisiknya dengan sen sual di telinga suaminya. posisi nya saat ini, tengah berdiri di hadapan suaminya. dengan satu kaki ia letakkan di sofa, sedangkan tangan yang satunya membelai dada suaminya.


" sayang." ucapnya tersentak, dengan suara berat, Saat menyadari jika istrinya sudah berada tepat di hadapannya. Hisyam susah payah, berusaha menelan salivanya yang seperti tersangkut di tenggorokan. Ia sungguh terkejut melihat istrinya berpenampilan se xy seperti ini. tanpa berpikir panjang, ia segera menarik sang istri, lalu ia dudukkan di pangkuan nya.


" Dari mana kamu mendapatkan ini?. Apa kamu sengaja mempersiapkannya untuk ku hmmm?." tanyanya dengan suara beratnya. Hingga membuat Arumi meremang, merasakan hembusan nafas suaminya. Yang berada tepat di lehernya.


" A-apa kamu tidak menyukai nya?." ucapnya dengan terbata karena gugup. Entah keman keberanian yang sudah ia kumpulkan sejak tadi. Kenapa saat bersentuhan langsung dengan suaminya, ia malah menjadi gugup seperti ini?.


" kata siapa hm?. mas sangat menyukainya." ucapnya, kemudian melanjutkan


" kamu berpenampilan biasa saja mas sudah tergoda. Apalagi dengan penampilan kamu yang sangat se xy seperti ini?." ucapnya lagi. Setelah mengatakan itu. Ia segera mengangkat istrinya, kemudian ia rebahkan di atas ranjang.


" m-mas, sebaiknya kamu membersihkan diri terlebih dahulu!." ucapnya. " ah sial. Kenapa dia jadi gugup seperti ini sih." pikirnya.

__ADS_1


" tidak!. Mas sudah tidak tahan, jika harus menunggu lagi. Siapa suruh, kamu memancing singa yang sudah kelaparan ?." ucapnya. Setelah mengatakan itu, ia segera menerkam istrinya. Ia ingin menciptakan malam yang indah dan mengesankan untuk istrinya. sehingga malam ini, akan menjadi malam yang selalu mereka ingat. Di mana, di malam ini. Istrinya dengan suka rela menyerahkan diri padanya.


__ADS_2