Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab46


__ADS_3

Entah sudah berapa lama dia tertidur, Hisyam bangun dengan kepala yang terasa pusing dan berat akibat alkohol semalam. Setelah melihat jam yang berada di dinding, ternyata hari sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dia segera bangkit dan membersihkan diri di dalam kamar mandi di lantai bawah. Dia bahkan tidak sadar, jika meja di depan nya sudah bersih dari bekas alkohol semalam. Setelah membersihkan diri dan hanya memakai kimono, dia segera melangkahkan kakinya menuju kamar tempat dimana istrinya berada. Setelah pintu terbuka, dia tidak melihat sang istri di atas ranjang nya, tapi kemudian dia melihat pintu balkon yang terbuka, dengan langkah lebarnya dia segera menuju balkon dan mendapati istrinya tengah berdiri di sana.


"Pagi sayang," sapanya dengan memeluk istrinya dari belakang dan menaruh kepalanya di ceruk leher sang istri, seolah-olah tidak terjadi apapun di antara mereka tadi malam


Sedangkan Arumi yang mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu sempat tersentak, karena dia tidak mendengar langkah kaki suaminya. Tapi setelah nya dia tidak bereaksi apapun, dia bahkan enggan menanggapi sapaan suaminya, dia masih kesal apalagi saat bangun dia tidak mendapati suaminya di sisi nya. Dan saat dia turun, dia melihat suaminya tergeletak di sofa dengan kaki yang menjuntai dan botol alkohol yang berserakan. Melihat semua itu, dia lantas membereskan kekacauan yang di sebabkan oleh suaminya dengan hati hati, dia sengaja tidak membangunkan suaminya karena masih marah, setelah membereskan semuanya dia lantas kembali ke kamar nya.


Hisyam yang melihat istrinya tidak bereaksi apapun segera menegakkan tubuhnya dan membalikkan tubuh sang istri agar menghadap nya


"Lihat mas sayang," ucapnya lembut sambil menahan dagu istrinya saat sang istri ingin memalingkan wajah


"Apaan sih mas," ucapnya menepis tangan suaminya dari dagunya


"kenapa hm?," ucapnya. Dia maju dan merapatkan tubuh mereka sehingga tubuh istrinya bersandar pada pembatas balkon

__ADS_1


Arumi yang ditanya seperti itu semakin kesal saja dia, apa suaminya ini amnesia sehingga pura pura lupa dengan kejadian semalam. Dengan perasaan yang dongkol, ia mendorong suaminya dan ingin pergi dari sana. Tetapi lengannya di tahan sang suami lalu ditarik nya hingga dia menubruk dada bidang suaminya


"Lepasin mas!," ucapnya dengan nada sedikit keras


"Tidak akan. kalau kamu masih marah seperti ini, mas tidak akan melepaskan nya," ucapnya sembari mengeratkan pelukannya


"Lebih baik aku pulang saja jika kamu seperti ini mas, lepasin." ucapnya dengan dada yang naik turun karena emosinya mulai terpancing, dia berusaha melepaskan belitan tangan sang suami yang berada di perutnya.


"kenapa kamu begitu bersikeras ingin berpisah dari mas?, apa mas tidak layak mendapatkan kesempatan kedua dari mu?," ucapnya dengan sendu


Hisyam yang mendengar itu rahang nya lantas mengeras, tanpa mengatakan apapun ia segera mengangkat tubuh istrinya seperti karung beras, ia tidak perduli saat istrinya memukuli punggungnya sembari berteriak meminta di turunkan, ia lantas membanting tubuh sang istri di atas kasur dan mengungkungnya


"sudah cukup aku mendengar kata cerai dari mulut mu sejak semalam," ucapnya dengan mata yang memerah, ia lantas merobek pakaian yang dikenakan istrinya lalu mencumbunya dengan kasar.

__ADS_1


" apa yang kamu lakukan mas?", ucapnya ketakutan, ia berusaha melepaskan diri dari suaminya namun sia-sia, ia hanya bisa menangis saat suaminya itu melakukan penyatuan, meski dilakukan dengan pelan, namun tetap saja terasa sakit karena tidak adanya pemanasan


Hisyam yang melihat istrinya menangis seolah tuli akan kesakitan istrinya. Dengan amarah yang masih menyelimuti hatinya, ia tetap melanjutkan kegiatannya, dia bahkan melakukannya dengan kasar sebagai bentuk emosional nya hingga tanpa sadar jika tindakan nya melukai Arumi.


Entah berapa lama mereka melakukannya hingga suara Arumi sampai serak karena terus menangis di sela desahannya. Melihat gurat kelelahan di wajah istrinya, Hisyam lantas mengakhiri penyatuan mereka setelah dia mendapat pelepasan nya, sedangkan Arumi jangan di tanya, dia bahkan tidak tahu sudah berapa pelepasan yang ia dapatkan.


" itu sebagai hukuman jika kamu masih berpikir meminta cerai dari ku," ucapnya setelah menyingkirkan dirinya dari tubuh sang istri. Ia segera bangun untuk mengambil handuk kemudian ia lilitkan di pinggangnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Hisyam keluar dengan memakai kimono nya setelah membersihkan diri, ia menghampiri istrinya dengan sebuah baskom berisi air hangat di tangan nya.


dengan telaten ia membasuh **** ********** sang istri yang sudah memerah dan sedikit bengkak, kemudian ia olesi salep seperti yang ia berikan pada sang istri saat itu.


" ingatlah!, kita tidak akan keluar dari villa ini sebelum kamu berubah pikiran, dan hal seperti tadi akan terus berlangsung selama kamu tetap pada keputusan mu." ucapnya setelah selesai membersihkan area milik istrinya, ia kemudian bangkit setelah menyelimuti tubuh istrinya dan keluar untuk membuat sarapan

__ADS_1


Sedangkan Arumi yang melihat punggung suaminya sudah tidak terlihat, ia lantas memiringkan tubuhnya dan menangis tanpa suara, ia sudah tidak tahu harus bereaksi seperti apa, suaranya seperti sudah habis sedari tadi


__ADS_2