Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku

Calon Adik Ipar Ku Menjadi Suami Ku
bab15


__ADS_3

Setelah sampai di depan kamar, aku pun membuka pintu kemudian masuk. Ku lihat suamiku ternyata sudah selesai mandi dan berpakaian. Hanya dengan mengenakan celana pendek dan kaos berwarna hitam, serta rambut nya yang masih basah sama sekali tidak mengurangi ketampanan nya. Justru aku merasa jika suami ku terlihat semakin tampan.


Ku hampiri dia yang tengah duduk di sofa, dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, sambil memijit pelipisnya dan memejamkan mata


"Kopi nya mas", ucap ku sambil meletakkan minuman kami di atas meja yang ada di samping sofa


"Hm", sahutnya tanpa membuka matanya


"Apa mau di pijit mas?", tanyaku menawarkan


"Tidak perlu", ucapnya sambil membuka mata dan melihat ke arah ku


"Pergilah mandi!, tidak baik mandi terlalu malam", ucapnya lagi


"Baiklah, aku mandi dulu. Setelah itu temani aku meminum teh ya", pintaku yang tidak di jawab lagi oleh nya


Karena jika tidak mengatakan itu, pasti setelah aku selesai mandi dia sudah tidak ada di sana .


setelah berkata demikian aku pun masuk ke dalam kamar mandi.


setelah selesai mandi dan berpakaian, ku lihat ternyata mas Hisyam masih duduk di sofa. Ku kira dia tidak akan mau menuruti keinginan ku yang ingin minum bersama. lalu aku pun ikut duduk di samping nya sambil meminum teh ku. Selama kami meminum minuman kami, tidak ada dari kami yang berbicara hingga saat teh ku tinggal sedikit aku pun berkata

__ADS_1


"Mas makan dulu yuk, aku laper banget", ucapku sambil memegang perut ku yang sudah keroncongan


Gimana gak laper, dari siang tadi aku tidak sempat makan. Sebenarnya bukan hanya aku, tapi mas Hisyam juga belum makan sama sekali dari tadi siang, makanya aku mengajak nya untuk makan malam.


Tanpa menjawab perkataan ku, mas Hisyam pun beranjak menuju ruang makan.Aku mengikuti di belakang nya sambil membawa nampan yang berisi cangkir kopi dan teh ku tadi yang sudah habis


Setelah meletakkan nampan di dapur aku pun menyusul suamiku yang sudah duduk di meja makan


"Sebentar ya mas, aku mau mengambilkan nasi dan lauk nya untuk papa dan mama", ucapku


"Apa papa dan mama tidak ikut makan bersama kita?", tanya nya sambil melihat ke arah ku


"Tapi jika membiarkan mereka tidur dengan perut kosong juga bukan hal yang bagus. Jadi Rumi mau meminta tolong bi Sumi nanti buat ngantar ini ke kamar mama", ucapku lagi


setelah nya aku pun mengambil kan nasi dan beberapa lauk dengan tempat terpisah. Lalu ku letakkan di atas nampan bersama piring dan sendok nya. Untuk minum nya, biasanya di kamar selalu ada air minum. Setelah selesai menata semua nya lalu ku panggil bi Sumi


"Bi", panggil ku yang langsung di sahuti oleh bi Sumi


"Iya non, ada apa?", tanya nya setelah menghampiri ku


"Bi, Rumi minta tolong lagi ya, tolong antarkan ini ke kamar mama", ucapku sambil melihat ke arah nampan

__ADS_1


"Oh, iya non. Kirain ada apa, ya sudah sini biar bibi antarkan", ucapnya


"Iya bi, apa bibi sudah makan?", tanyaku sambil memberikan nampan nya


"Bibi nanti biar makan di belakang sama yang lainnya non", ucap bi Sumi sambil menerima nampan nya


"Ya sudah bibi, mau nganterin ini dulu ya non", ucapnya lagi


"Iya bi, terimakasih ya bi", ucapku lalu setelah nya bi Sumi mengantarkan makanan ke kamar mama


Setelah kepergian bi Sumi aku pun mengambil kan nasi untuk suami ku


"Mau makan sama apa mas?", tanyaku setelah mengambilkan nasi di atas piring untuk mas Hisyam


"Ini sama ini saja", ucapnya sambil menunjuk gurame asam manis dan capcay


Setelah berkata demikian, aku pun mengambilkan lauk yang di tunjuk nya tadi. Lalu ku berikan pada suami ku


"Ini mas", kataku sambil memberikan piring nya yang sudah berisi nasi dan lauk


aku pun mengambil nasi untuk diriku sendiri, lalu kita pun makan tanpa ada yang berbicara lagi setelah nya

__ADS_1


__ADS_2