
"Aku ikut Kamu pulang ya Sis?," ucapnya saat mereka sudah berada di parkiran
"Apa sudah izin sama suami kamu?," tanya nya. Bukan nya dia melarang, tentu saja dia senang kalau sahabat nya berkunjung ke rumah nya, tapi masalahnya kan sekarang sahabatnya itu sudah bersuami
"gak usah lah, nanti juga aku pulang. Lagian nih ya, aku mau sekalian buat mastiin sesuatu," jawabnya enteng lalu membuka pintu mobil kemudian masuk
"maksud kamu?," tanya nya bingung karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan sahabat nya
"Mending masuk dulu deh Sis, aku tinggal nih," ucapnya pada Siska yang masih berdiri di luar
"Dih, tinggal gih tinggal, orang kuncinya ada sama aku juga," ucapnya kesal, ia mengitari mobil kemudian masuk lalu duduk di kursi kemudi
Arumi hanya tertawa saat melihat sahabatnya yang kesal
"apa maksud kamu tadi?," tanya nya lagi sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Arumi
"Gak usah kedekatan juga kali," ucapnya sambil mendorong jidat sahabat nya untuk menjauh
"Ck, cepetan kasih tahu," ucap nya dengan tidak sabar
"Mending kamu jalanin dulu nih mobil, nanti aku kasih tahu," ucapnya
Siska yang penasaran tentu saja tidak mendebat sahabat nya lagi, ia segera menghidupkan mobil nya lalu meninggalkan kafe
Setelah mobil nya keluar dari kafe, Arumi melihat ke spion yang ada di depannya
"Coba deh kamu lihat, mobil hitam yang ada di belakang mobil kita," ucapnya setelah melihat mobil hitam yang mengikuti mobil mereka
"Ada apa dengan mobil itu?," tanya nya heran setelah melihat mobil yang di maksud sahabat nya, mobil itu berada agak jauh dari mobilnya tapi masih terlihat dari spion
"udah kamu fokus aja nyetir nya, aku mau mastiin kecurigaan aku," ucapnya
"Kamu ini sebenarnya ngomongin apa sih Rum?," ucapnya kesal. Sedari tadi sahabatnya itu berbicara hal yang tidak dia mengerti
"Aku sebenarnya curiga, kalau orang yang di dalam mobil itu ngikutin aku," ucapnya memberitahukan kecurigaan nya selama beberapa hari ini
"Kenapa kamu bisa menyimpulkan opsi seperti itu ?," tanya nya dengan sebelah alis yang terangkat
"karena aku ngerasa, selama ini tuh ada yang ngikutin. Dan ya, setelah beberapa hari ini aku perhatikan, sepertinya benar. Mobil hitam itu selalu ngikutin aku," ucapnya dengan sesekali melihat ke arah spion
"Kamu yakin?, mobil hitam kan banyak Rum," ucapnya, dia tidak habis pikir kenapa sahabat nya bisa menyimpulkan seperti itu
"Mobil warna hitam emang banyak, tapi gak mungkin kan plat nya sama?," ucapnya sambil menoleh ke arah sahabat nya
__ADS_1
"Iya sih. Kita lihat aja, dia masih ngikutin kamu gak," ucapnya
setelah mengatakan itu, Siska langsung membelokkan mobilnya saat ada persimpangan. Ini memang bukan jalan yang sering dia lewati, karena jika ke rumah nya melalui jalan ini, rutenya akan semakin lama. Tapi demi membuktikan kecurigaan sahabat nya, mereka melalui jalan ini sekarang.
"Eh iya, tu mobil masih ngikutin," ucapnya saat melihat mobil tadi berada agak jauh dari mobilnya, padahal mobilnya sudah jauh dari persimpangan tadi
"Tuh kan bener," ucap Arumi semakin yakin
45 menit kemudian, mereka sampai di rumah milik Siska, padahal biasanya dia hanya memerlukan waktu 20 menit. Dan mereka masih melihat mobil hitam itu, bahkan sekarang mobil itu berhenti tidak jauh dari rumah nya
"Fix sih ini, kalau kamu di ikutin," ucapnya lalu keluar dari mobil, dia mengajak Arumi masuk ke rumahnya
"Bi, tolong bilangin pak Asrul buat masukin mobil ke garasi ya," ucapnya saat berpapasan dengan asisten rumah tangga nya lalu menyerahkan kunci mobil
"Baik non," ucapnya setelah menerima kunci mobil milik anak majikannya. Sedangkan Siska langsung melenggang menuju ke kamar nya yang berada di lantai atas
"Eh non Arumi, lama gak pernah ke sini non," ucapnya saat melihat sahabat nona muda nya
"Iya bi, Arumi baru sempat. Bibi apa kabar ?," tanyanya dengan tersenyum
"Kabar bibi baik non, bagaimana dengan non sendiri?," tanyanya
"Rumi juga baik Bi, Kalau gitu Rumi nyusul Siska dulu ya bi," ucapnya, karena sahabat nya itu sudah meninggalkan nya
Setelah mendengar itu, Arumi lantas melangkahkan kakinya menuju kamar sahabatnya. Dia sudah sangat hapal letak kamar sahabatnya karena dia juga sering menginap di sini dulu
Ceklek
setelah pintu terbuka, dia memasuki kamar itu dan tidak menemukan sahabat nya. Saat dirinya mendekati kamar mandi, terdengar suara gemericik air yang menandakan sahabat nya itu tengah membersihkan diri.
Arumi memutuskan menuju balkon yang ada di kamar sahabatnya. Dari sini dia bisa melihat banyak kendaraan yang berlalu lalang, dia bahkan bisa melihat, jika mobil yang mengikuti mereka tadi masih terparkir di tempat nya
"Mandi dulu gih Rum!," ucapnya sambil berdiri di depan pintu yang menghubungkan dengan balkon kamar nya
Arumi yang mendengar itu lantas menoleh dan melihat sahabatnya sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai nya
"iya," ucapnya sambil berlalu ke kamar mandi
Selesai membersihkan diri dan memakai pakaian sahabatnya, Arumi segera menyusul Siska yang sudah berbaring di atas ranjang nya
"kamu tidur di sini aja lah Rum, mobil itu belum pergi dari sana, aku takut kamu kenapa kenapa," ucapnya mengutarakan kekhawatiran nya pada sang sahabat
"iya deh, aku juga takut. Lagian kalau benar orang itu ngikutin aku apa motifnya?," tanya nya dengan bingung sambil tangan nya yang sebelah menyangga kepala nya. Saat ini mereka sedang tengkurap dan bersisian
__ADS_1
"Entahlah, apa itu stalker kamu?," ucapnya menebak nebak
"Ngaco kamu," ucapnya sambil mendorong bahu sahabat nya hingga Siska hampir terjatuh
"Arumi," teriak nya kesal. Hampir saja dirinya mencium lantai, yang di sambut gelak tawa oleh Arumi
"Ya udah bilang sama suami kamu dulu gih, kalau kamu nginep di sini," ucapnya setelah membenahi posisi berbaring nya
"Gak usah lah, biarin aja," ucapnya dengan nada malas, lagian sahabat nya itu ada ada saja, dia kan lagi marah dengan suami nya masa di suruh pamitan segala
"Rum," panggil nya
"Hmmm," sahutnya
"Apa kamu gak ngerasa aneh sama masalah kalian?," ucapnya, lalu menghadap sepenuhnya ke arah sang sahabat
"Maksudnya?," tanya nya dengan sebelah alis terangkat
"Aku kok ngerasa ada yang sengaja memanfaatkan kerenggangan hubungan kalian ya," ucapnya mengutarakan pendapatnya
Melihat Arumi yang masih belum mengerti arah pembicaraan mereka, Siska kembali melanjutkan perkataannya
"Nih ya. Kalau emang si kulkas berjalan, eh maksudnya suami kamu gak pernah dekat dengan wanita manapun, buat apa coba orang itu ngirim foto seperti itu ke kamu, iya kan," ucapnya
"Ya mungkin aja Hisyam nya bohong, kita mana tahu kan," sahutnya menyangkal pemikiran sahabat nya,
karena menurut nya, Hisyam saja meragukan kesetiaan nya. Lalu apa salah, jika Arumi juga meragukan ucapan suaminya tentang tidak pernah berhubungan dengan wanita lain. Lagian dia berpikiran seperti itu juga karena ada bukti nya, jelas jelas di foto itu Hisyam berpelukan dengan seorang wanita
Tapi Rumi, apa kamu gak ada niatan untuk memaafkan suami kamu. Kalau menurut aku nih ya, okelah kita anggap Hisyam berbohong soal itu. Tapi masalahnya, sekarang kan kalian sudah menjadi suami istri, apa kamu tidak ingin memberikan kesempatan kedua," ucapnya panjang kali lebar
"itu kalau suami kamu beneran bohong, gimana kalau ternyata ada yang memanfaatkan kerenggangan hubungan kalian, apa kamu bakalan biarin dia menang dengan rencananya," ucapnya lagi, Dia berharap sahabat nya mau berbaikan dengan sang suami
"Kamu gak sakit kan Sis?," ucapnya sambil menempelkan punggung tangan nya di dahi sang sahabat, untuk mengecek sahabatnya itu panas atau tidak
"Apaan sih Arumi," ucapnya sambil menyingkirkan tangan sahabatnya dari dahinya
"Ya abisnya aku curiga, kenapa kamu jadi bijak gini bicara nya," ucapnya dengan nada bercanda
"Tau ah," ucapnya sambil memalingkan muka karena merasa kesal. Dia sudah bicara sebanyak itu, malah sahabat nya bercanda. Tapi sebenarnya dia juga membenarkan ucapan sahabatnya, sejak kapan aku bisa bicara bijak soal hubungan sahabat nya, sedangkan dirinya saja tidak pernah pacaran, ah entahlah.
"Iya iya. Makasih ya nasehat nya, nanti aku pikirin lagi," ucapnya sambil memeluk sahabatnya dari samping. Tadi dia hanya bercanda, dia sangat bersyukur karena punya sahabat seperti Siska yang selalu bisa mengerti dirinya dan tidak mengenal lelah selalu menasehati nya
"Hmmm. Aku yakin, kamu adalah wanita yang kuat. Semoga hubungan kalian kembali baik lagi," ucapnya sambil membalas pelukan sang sahabat
__ADS_1
Setelah bercerita tentang banyak hal mereka pun tertidur