CEO AROGAN JATUH CINTA

CEO AROGAN JATUH CINTA
Menjaga Rahasia


__ADS_3

Sampai pagi hari kemudian, Nora masih overthinking dengan hubungan Daren dan Nelan. Dia masih tak menyangka Daren punya hubungan dengan seorang gadis dan ternyata hubungan mereka agak diluar kendali. Setidaknya Nora tau satu hal, jika Daren punya pacar, perhatian yang selama ini Daren perhatikan padanya bukan karena Daren suka padanya.


Apa maksud Daren membiarkan pintu ruangannya terbuka saat mereka sedang melakukan 'itu'? Untuk memanas-manasi Nora karena dia tak punya pasangan? Jika itu benar, usahanya tidak berjalan lancar. Atau mungkin iya, karena Nora tidak berhenti kepikiran dan dia terus berprasangka terhadap Daren setelah melihat peristiwa itu secara langsung.


Pagi ini dia benar-benar akan melakukan tugasnya dengan datang ke Dubai. Tak lupa mengecualikan peristiwa panas itu dari rekapan keseharian Daren, karena Daren yang memintanya untuk menjaga rahasia.


Nora sedang memakai blouse favoritnya. Sekitar lima menit lagi, dia akan turun ke lantai satu, tempat Daren sudah menunggunya bersama Juan dan Doni. Nora berharap Nelan tidak ikut.


Nora keluar dari ruangannya. Saat melewati depan ruangan Daren, dia agak melirik ke arah pintu itu. Dia belum tau sampai sekarang apakah Daren memesan satu ruangan bersama Nelan atau mereka pisah ruangan.


Nora sampai di lantai satu beberapa menit kemudian. Dia berjalan penuh percaya diri di antara puluhan orang-orang dari luar negara. Dia melihat Daren sedang menunggunya di kursi tunggu.


"Aku sudah siap," kata Nora dengan nada ceria. Berusaha melupakan apa yang ia pikirkan selama ini tentang Daren.


Namun tidak dengan Daren yang justru cemas. Sikap Nora yang kelewat ceria membuatnya takut Nora menipunya. Dia khawatir Nora memberitahukan hubungannya dengan Nelan ke depan publik.


Daren memalingkan wajahnya dari Nora selama perjalanan. Dia merasa tak nyaman bertukar pandang dengan gadis itu. Tentu saja sikapnya membuat Nora kebingungan. Namun, Nora tidak bertanya apa-apa hingga setengah perjalanan.


***


Mobil berhenti di sebuah gedung megah dan luas. Nora yakin dia akan tersesat seandainya dia disuruh pulang sendiri melewati liku-liku jalan setapak bangunan ini.


Semuanya serba mewah di sini. Nora sampai tak bisa mendeskripsikan betapa dia sangat antusias mengambil foto bangunan artistik itu.


Berbeda dengan keantusiasan Nora, Daren justru merasa tak nyaman. Untuk pertama kalinya dia risih merasa diikuti oleh Nora. Dia terus teringat tentang hubungannya dengan Nelan yang akhirnya diketahui oleh Nora, ancaman terbesar yang seharusnya tidak boleh tau tentang hubungan ini.


"Kau tunggu di sini!" perintah Daren dengan nada dingin.


Nora menatap terheran. "Aku harus masuk dan ikut denganmu."

__ADS_1


"Tidak, kau tidak boleh ikut!" sela Daren dengan nada lugas dan tajam. Nora semakin terheran melihat Daren berubah emosi padanya.


Nora tak punya jawaban atas tingkah aneh Daren. Dia bersama dengan Juan dan Doni menunggu di luar ruangan sementara Daren masuk ke dalam ruang meeting.


Nora berusaha rileks. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan hal yang ia sukai, memotret objek aesthetic di sekitarnya.


Juan dan Doni beberapa kali melirik sinis ke arah Nora yang terlalu banyak tingkah. Bahkan sampai panjat-panjat kursi hanya untuk mengambil gambar bangunan di kejauhan lewat posisinya di lantai ketujuh ini. Beberapa orang yang lewat menatap kebingungan ke arah Nora, itu yang membuat Juan dan Doni tak bisa menahan malu.


"Wow, bagus tidak?" Nora memperlihatkan hasil jepretannya ke arah Doni.


Laki-laki berotot itu hanya melirik sekilas. Tidak menjawab apa-apa.


"Oke, aku lupa kalau kalian tidak diperbolehkan bicara kecuali dari perintah bos kalian." Nora kembali mengambil gambar yang lebih sempurna. Gambar itu akan segera dia pamerkan di media sosial. Para penggemarnya sudah menunggunya memposting foto langit Dubai.


Lama kelamaan, Nora mulai bosan dengan pemandangan di sana. Selebihnya, dia bosan menunggu Daren yang masih belum keluar sejak dua jam lalu. Akan lebih baik kalau dia duduk di dalam sana untuk mendengarkan meeting, tetapi Daren tidak memperbolehkannya masuk.


"Kapan bosmu akan keluar?" tanya Nora setelah dia menghabiskan sepuluh menit untuk melamun.


"Aku akan menerobos masuk kalau kalian tidak mau menjawabku."


"Berikan kami satu pertanyaan, hanya satu!" sahut Juan akhirnya.


Nora tidak lekas bicara. Dia punya satu pertanyaan lebih penting daripada menunggu Daren kembali. Ini adalah kesempatan emasnya untuk mencari tau. "Ada hubungan apa antara Daren dan Nelan?"


Raut Juan berubah lebih datar daripada sebelumnya. Laki-laki berotot itu saling lempar pandang dengan Doni.


"Kau bilang hanya satu pertanyaan. Kau harus jawab pertanyaanku."


"Itu privasi," sahut Juan.

__ADS_1


Nora mengulum senyum. "Kau harus menjawabnya!"


"Mereka berpacaran," sahut Doni membuat senyum puas terbit di bibir Nora.


"Oh ... terima kasih atas jawabannya," sahut Nora sambil mengalihkan pandangan. Sekarang dia semakin yakin hubungan dua orang itu memang bukan sekedar sahabat.


"Jangan bagikan informasi ini kepada publik, atau kau akan dapat masalah!" ancam Doni.


Nora menaikkan sebelah alisnya. Terlihat menganggap enteng masalah itu. "Tenang saja, semua akan baik-baik saja!" sahutnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Setidaknya, aku tidak akan menuduh mereka dengan tuduhan buruk kalau sudah tau hubungan asli mereka," gerutu Nora. "Setelah ini, aku akan pulang dengan hati tenang. Daren tidak suka padaku," katanya sambil menghirup udara segar seolah tak pernah bernapas sebelumnya.


"Kau pernah berpikir bos suka padamu? Kepada gadis aneh sepertimu?" tanya Juan. Nada datarnya membuat Nora tersinggung.


"Tidak ada alasan lain kenapa dia menyuruhku satu ruangan dengannya, dan dia perhatian padaku padahal orang-orang tau bahwa dia tidak suka dekat dengan gadis."


Juan dan Doni saling menatap beberapa detik. Lalu gelak tawa pecah keluar dari mulut mereka. Untuk pertama kalinya Nora melihat dua orang berwajah datar itu akhirnya menunjukkan raut wajah kemanusiaan. Dia tidak tau apakah harus ikut tertawa atau justru kesal.


"Sepertinya kau kurang berpengalaman dengan laki-laki, Nona. Bos tidak pernah sedikitpun tertarik dengan gadis aneh, dan itu adalah benar," jelas Juan terus terang.


Nora mengalihkan pandangan sinis. Bukan cuma Daren yang ia benci sekarang, melainkan juga dua antek-anteknya ini.


Beberapa saat kemudian, penantian Nora berakhir. Daren keluar dari ruangan meeting dengan ekspresi lebih baik daripada saat dia masuk. Beberapa orang menyusul keluar beberapa saat kemudian.


"Meeting sudah selesai, waktu yang tersisa akan kita gunakan untuk liburan," kata Daren kepada Juan dan Doni. "Kalian bebas mau kemana saja. Aku tidak butuh penjagaan selama di sini."


Juan dan Doni mengangguk hormat.


"Aku akan pergi dengan Nelan dan kau ..." Daren melirik ke arah Nora. "Kau bisa ikut denganku kalau kau mau."

__ADS_1


Nora mengerjapkan mata.


__ADS_2