CEO AROGAN JATUH CINTA

CEO AROGAN JATUH CINTA
Video Tuntutan


__ADS_3

Akhirnya Nora bisa tidur dengan nyenyak dan merasa bebannya sudah berkurang setelah dia membuat video tuntutan untuk Daren dengan menyamarkan nama pria itu dengan sebutan 'seseorang'.


Nora tidak mempostingnya karena takut akan jadi masalah besar. Dia cuma menyimpannya di dalam ponsel dan laptop meskipun sudah diedit dan siap posting. Setidaknya, Nora bisa agak tenang setelah mengeluarkan seluruh hal yang selama ini membuatnya merasa depresi sampai tak bisa bangkit lagi.


Nora keluar dari kamarnya dalam keadaan linglung. Matanya masih membesar bekas tangisan semalam. Bagian putihnya memerah akibat kurang tidur. Tubuh Nora juga lemas karena dia kehilangan selera makan. Tetapi tidak ada satupun anggota keluarganya yang peduli. Satu-satunya orang yang seharusnya peduli padanya sibuk dengan pekerjaannya. Nora tidak mau menambah beban sang kakak dengan menceritakan seluruh bebannya.


Nora turun ke lantai dasar untuk menuju ke kolam renang di bawah balkon kamarnya. Dia duduk di tepian kolam renang, mencelupkan kakinya ke dalam air. Melihat gelombang air yang menenangkan. Berbeda dengan isis otaknya yang berkecamuk. Dia berharap perasaannya akan setengah air dan udara yang selalu bekerja sama dalam membuat arah gelombang.


Drtt ...


Nora mengerling ke arah ponsel di sakunya. Dia melihat panggilan dari Indah. Berbagai kemungkinan masuk ke dalam otaknya tentang apa yang akan dibicarakan Indah di telepon? Apakah tentang hari Minggu yang santai dan mengajaknya ke sebuah tempat wisata? Mengurus pekerjaan? Atau justru tentang pertengkaran Daren dan Nora di pinggir jalan yang pastinya tidak akan disia-siakan oleh para pejalan kaki untuk di video dan diposting ke internet.


Nora mengangkat panggilan itu dengan gerakan lemas. "Apa, Bos?"


"Apa yang kau lakukan?" tanya Indah dengan nada yang berbeda daripada nada marahnya yang biasa. Nora pernah mendengar Indah semarah ini saat perusahaannya hampir bangkrut hanya karena salah satu karyawan tak terpelajar membuat artikel menyinggung politik negara. Indah sampai memecat lima karyawan sekaligus saat itu.


"Aku? Apa maksudmu, Bos?"


Suara Indah mengecil dan mengeras tak beraturan. Nora tidak tau apa yang sedang Indah lakukan di seberang sana. Dia pasti sedang menggeram marah sambil meremas ponselnya. "Videomu terposting di media sosial. Videomu menghina Daren di depan publik. Aku tidak percaya kau akan melakukan itu, Nora!" suara Indah mengecil. Nada kecewa terselip di setiap kata-katanya.


Nora terlonjak kaget. Ponselnya nyaris terjatuh ke kolam renang seandainya dia tidak sigap menangkapnya. "A-apa?"

__ADS_1


"Aku pikir kau tidak akan bertindak keterlaluan seperti ini. Aku pikir kau bisa mengendalikan rasa tak sukamu kepada Daren. Aku tau ini adalah alternatif paling mudah, tapi tidak seharusnya kau menjelek-jelekkan nama Daren untuk menghindar darinya," jelas indah. "Sekarang satu dunia tau kalau Daren berusaha melamarmu tapi kau menolaknya. Semua orang sudah tau Daren berhubungan dengan gadis yang pernah hamil dengannya. Semua orang tau aibnya, karena video sia_lanmu itu."


Nora berlarian dari lantai satu untuk menuju kamarnya. Buru-buru membuka laptop dan memeriksa notifikasi yang berisi ribuan komentar. Bagaimana video ini bisa sampai di tangan para penonton? Apakah dia mempostingnya secara tidak sadar karena saking emosinya terhadap Daren?


Nora langsung menghapus video itu dari internet. Tetapi semuanya sia-sia. Meskipun dia menghapusnya, video itu sudah didownload oleh ribuan orang dan disebarkan ke media sosial lain.


Nora kelabakan. Wajahnya memerah karena merasa bersalah. Dia sama sekali tidak berniat menjatuhkan nama baik Daren. Dia membuat video itu hanya untuk meredakan emosinya.


Nora tidak tau harus mencari pertolongan pada siapa. Saat ini pasti Daren sedang diserang ribuan fans yang kemungkinan besar akan berubah jadi haters nya setelah tau kebenaran tentang Daren. Nora tidak berhenti menjambak rambutnya sendiri.


"Semuanya kacau. Semuanya kacau!" geram Nora dengan air mata bercucuran.


"Tidak ada kata terlambat," bisik Nora dengan ekspresi optimis. Dia meraih jaket, tanpa membawa dompet atau tasnya untuk menuju ke kantor. Bahkan panggilan Andin dari pintu rumah tidak dipedulikan oleh Nora sama sekali. Gadis itu lebih dulu masuk ke dalam mobilnya dan membawa kendaraan itu keluar area rumah.


Nora sampai di kantor dalam waktu yang sangat singkat karena dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Begitu kakinya menatap di atas tanah, dia langsung masuk ke area kantor untuk menemui bagian IT dan informasi, ruangan Kenan.


Orang-orang menatap sinis saat Nora lewat di koridor. Mereka pasti adalah salah satu dari mereka yang sudah menonton video buatannya.


"Kenan!" seru Nora bahkan sebelum dia membuka pintu. "Kenan! Kau dimana?"


Nora berjalan ke lift untuk menuju ke ruangan Oki, kemana lagi Kenan pergi jika tidak ke ruangan temannya itu?

__ADS_1


Nora berjalan dalam keadaan tegang. Setelah sampai di depan pintu ruangan Oki, dia menjebaknya dengan keras.


Kenan dan Oki tidak hanya sendiri di sana, ada Indah dan beberapa karyawan lain yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu.


"Aku benar-benar tidak sengaja mempostingnya," jelas Nora, berusaha membuat mereka percaya padanya. "Aku tidak bermaksud mencemari nama baik Daren."


"Apapun maksudmu, kau sudah membuat perusahaan kita punya citra yang buruk. Kau dipecat dari kantor ini!" tegas Indah dengan nada lugas dan jelas.


Nora membeku selama beberapa detik. "Bos, aku benar-benar tidak sengaja."


"Aku salah mengira kau adalah vlogger terbaik di sini. Karena sebenarnya kau hanyalah tukang perusak reputasi orang lain."


Nora menoleh ke arah Oki, berusaha meminta pembelaan lewat tatapannya, tapi Oki mengalihkan pandangan kecewa. Nora menatap satu persatu dari mereka, tidak ada satu pun dari mereka yang terlihat ramah atau minimal menganggapnya ada.


"Maaf, Nora. Mulai sekarang, kau tidak akan bekerja di sini lagi!" Indah memberikan sebuah berkas kepada Nora. Di dalam sana ada surat pernyataan pemecatan dengan alasan pencemaran nama baik.


"Bos ... seharusnya ini jadi masalah pribadiku dengan Daren, bukan dengan kantor ini."


"Tapi masalah pribadi kalian berimbas pada kantor ini. Kau lupa siapa Daren? Dia berkali lipat lebih terkenal daripada kau. Seperti apa yang kau katakan di videomu, dia memang berhak untuk meremehkanmu. Apa yang perlu dibanggakan darimu? Menolak bekerja sama dengan seorang superstar seolah kau adalah manusia bertakhta paling tinggi. Selama ini bukan Daren yang sombong dan arogan, tapi kau!"


Nora mengalihkan pandangan ke lantai karena sudah tak tahan beradu tatapan dengan Indah. Perasaannya sakit, lebih sakit daripada setelah dia menampar Daren. Kehilangan pekerjaannya bukan masalah besar baginya, tapi hinaan orang lain? Nora tidak yakin dia bisa sembuh dari luka yang tertoreh karena hinaan barusan. Belum lagi, orang yang menghinanya adalah orang yang seharusnya percaya padanya. Kini, Nora punya siapa?

__ADS_1


__ADS_2