Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 100


__ADS_3

“taaddaaa,,, katanya es cream bisa mengubah mood wanita jadi baik” raldi kini menyodorkan es cream dengan porsi yang lumayan besar,


Zoya dengan sedikit keterkejutannya hanya senyum dengan tingkah laku anak SMA yang dikenal secara tak sengaja tersebut semalam.


“kakak makan ya, biar bisa senyum lagi seperti raldi nih, hehe” ucap raldi sembari menunjukkan


senyum termanisnya itu.


“hmm… iya, iya… sebenarnya aku baik-baik saja kok” ucap zoya dengan tangnnya yang mulai menerima es crem tersebut


“iya, orang dewasa memang seperti itu ya, dimulut selalu bilang baik-baik saja padahal hati dan pikirannya sangat sakit” ucap raldi dengan kata-kata yang enath ia dapat darimana


Zoya hanya tersenyum kecut dengan perkataan raldi tersebut, sebenarnya kata-kata raldi itu benar bahwa hatinya berkecambuk dengan pikirannya, tapi bagaimana lagi zoya adalah tipe orang yang tidak bisa mengatakan apa yang ia rasakan kepada orang lain dan memilih lebih menyimpannya sendiri.


“apa perasaan kakak sudah lebih baik?” tanya raldi setelah zoya kini perlahan memakan es cream yang hampir cair tersebut karena didukung dengan cuaca yang lumayan panas


“hmmm” hanya jawaban itu yang keluar dari pengucapan zoya

__ADS_1


“apa kakak menangis karena pacar?” tanya raldi menyelidik seolah sudah kenal dekat, padahal baru bertemu untuk yang kedua kalinya hari ini. Raldi menunggu jawaban zoya sembari ikut memakan es creamnya yang ia beli untuk dirinya juga


“haha” tawa canggung sekaligus jawaban dari mulut zoya untuk menjawab pertanyaan raldi yang menurutnya sedikit lucu


“tau apa kamu anak kecil tentang pacaran hah? Kamu itu harusnya belajar dengan benar” zoya mulai menunjukkan wajahnya yang tersenyum sembari mengacak rambut raldi yang membuat moodnya lebih baik itu.


“syukurlah kakak udah ketawa lagi, hehe” raldi tidak lagi mepermasalhakn kepalanya yang di acak-acak oleh zoya tetapi melihat senyum zoya yang kembali merekah itu membuat raldi ikut senang akan hal tersebut


Zoya yang melihat raldi yang ikut tersenyum tersebut pandangannya sedikit teralihkan dengan lebam yang lumayan banyak di tangan raldi,


“ini kenapa?” tanya zoya menyentuh luka raldi membuat si yang punya luka meringis kesakitakan


“ini bukan karena pukulan semalam kan?” tanya zoya mengintrogasi


“emm.. itu,,,” raldi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sembari memikirkan jawaban tepat menjadi alasan lebam ditangannya tersebut


“jawab, ini siapa yang buat? Apa anak-anak yang semalam?” tanya zoya dengan ekpresi wajahnya yang bisa dilihat menunjukkan rasa amarah

__ADS_1


“bu,, bukan kak, itu hanya luka jatuh, benar itu luka jatuh” jawab raldi secepat mungkin


“kalau kamu tidak jujur, jangan berteman denganku!” tegas zoya sambil berdiri hendak pergi


“jangan pergi kak, hanya kakak yang peduli denganku” isak tangis raldi mulai terdengar menghentikan langkah zoya yang hendak pergi tersebut


“aku tidak akan membantumu jika kamu tidak jujur” tegas zoya kembali dengan ancamannya ingin membuat raldi mengatakan apa sebenarnya yang terjadi


“aku akan mengatakannya, tapi nanti jika aku sudah siap untuk bercerita” ucap raldi kembali dengan wajahnya yang terlihat sangat menyedihkan


“baiklah, hubungi aku jika kamu sudah siap untuk bercerita” ucap zoya sambil memberikan kartu namanya


“aku pergi dulu” lanjut zoya ucap zoya setelah kartu nama tersebut sudah ditangan raldi


“benarkah aku bisa menemui kakak?” tanya raldi lagi sehingga membuat langkah zoya terhenti berbalik melihat raldi


“iya” ucap zoya dengan senyuman khasnya yang terlihat gigi ginsulnya tersebut.

__ADS_1


Setelah zoya melangkahkan kakinya meninggalkan raldi yang sendirian di taman tersebut, ia sedikit tersenyum dengan es Cream yang masih ditangannya itu tetapi sudah mulai tak berbentuk


__ADS_2