
assalamualaikum gaiss sebelumnya maaf yah, sudah lama banget nggak upload ada alasan yang nggak bisa di beritahukan, maaf banget udah buat para readers kecewa karna lama up nya, Insya Allah nantik up nya bakal sering-sering kok hehe... terima kasih juga yang udah mau baca dan nunggu kelanjutannya. oh iya jangan lupa masuk group yah hehe biar bisa lebih dekat dengan autornya hehe...
selamat membaca,,, sayang kalian para readers...
"kapan kita belanjanya" ucap zoya membuka percakapan karna mereka tengah asik tersenyum satu sama lain karna baper
"yaudah ayokk" komanda fynanda menarik tangan zoya sambil berjalan
setelah beberapa waktu, mereka akhirnya selesai berbelanja tangan zoya sudah dipenuhi dengan plastik yang berisi banyak bahan makanan
kini mereka berjalan menuju tempat parkir hendak menaiki mobil
"sudah nggak ada yang kurang lagi kan?" tanya komandan fynanda
"sudahh semua udah kebeli, tinggal masak go go... " ucap zoya dengan semangat
mereka pun memasukkan belanjaan mereka terlebih dahulu ke dalam mobil, setelah selesai di masukkan mereka pun masuk ke dalam mobil dan komandan fynanda segera melajukan mobil nya.
setelah memasuki mobil tak ada suara atau perbincangan,keheningan tiba-tiba menghampiri mereka, suara tenggorokan komandan fynanda bersuara sekan ingin membuka percapakan, tapi tak ada lanjutan akhirnya mereka terdiam selama perjalanan hingga sampai di i di basement apartemen tersebut,
"kamu tidak usah angkat barangnya biar saya suruh orang untuk mengantarnya" ucap komandan fynanda saat melihat zoya membuka pintu belakang mobil hendak mengambil belanjaan mereka.
"biar aku, aku kuat kok " ucap zoya sambil mengambil satu per satu plastik besar yang berisi belanjaan tersebut.
"dasar keras kepala" desis komandan fynanda sekecil mungkin agar zoya tak mendengarnya
__ADS_1
"apa kata kakak?" zoya berkomentar yang ternyata mendengar perkataan komandan fynanda
"ehh.. nggak nggak papa kok, sini kakak bantuin" komandan fynanda menawarkan bantuan seperti sedang mengalihkan pembicaraan
"udah nggak usah, tangan kakak sakit, biar zoya aja" zoya merebut sebuah kantong plastik dari tangan komandan fynanda
mereka pun akhirnya berjalan menuju apartemen komandan fynanda, zoya yang sudah mulai keberatan mengangkat beban belanjaan mulai berjalan tak normal. komandan fynanda sesekali melihat kebelakang melihat zoya tapi segera mungkin zoya memperbaiki cara berjalannya agar tak terlihat merasa keberatan membawa belanjaan tersebut.
"huhh akhirnya nyampai juga" ucap zoya seraya meletakkan semua barang belanjaan tersebut
"berat ya? makanya jangan keras kepala" ucap komadan fynanda sambil menyodorkan segelas air putih
"aku nggak keras kepala yaa?" komentar zoya tetapi menerima gelas yang berisi air minum tersebut
komandan fynanda duduk di samping zoya, sambil menidurkan kepalanya diatas sofa dan menghembuskan nafas panjang
"nggak knapa " jawab komandan fynanda dengan mata tertutup tetapi tiba-tiba suara perut momandan fynanda berbunyi seperti sedang demo minta di isi.
"hahaha,,, kakak lapar?" suara tawa zoya pecah setelah mendengar bunyi perut komandan fynanda
"ehhh ituu" wajah komandan fynanda memerah malu, sambil memegang perutnya
"yaudah zoya masak dulu bentar oke, kakak tunggu disini" zoya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur sambil membawa belanjaan tersebut
"butuh bantuan tidak?" tanya komandan fynanda seolah menawarkan diri untuk membantu
__ADS_1
"kakak emang masih kuat? hahaha" tanya zoya seraya mengejek
"yaudah kalo nggak mau dibantu" komandan fynanda merasa kesal karna mendapat tawa zoya yang seakan mengejek dirinya.
zoya tak mendengarkan keluhan komandan fynanda ia kini sibuk dengan kegiatan memasaknya, komandan fynanda yang merasa tak tenang zoya mengerjakan sendiri ia pun menghampiri zoya.
"ada yang bisa dibantu nggak?" tanya komandan fynanda sembari menyenderkan diri nya di meja sambil melipat kedua tangannya di dadanya
"kalo mau bantuin nggak lipat tangan doang kak" jawab zoya singkat yang melihat wujud komandan fynanda muncul di sampingnya
" apa yang bisa kubantu hehe" tanya komandan fynanda senang karan akhirnya zoya membutuhkan bantuannya
"kakak kupas bawang ini sekalian iris oke," zoya memberikan beberpa siung bawang merah dan bawang putih
"okee siappp, ini mah gampang" jawab komandan fynandan yang langsung mengambil pisau hendak mengupas bawang tersebut
zoya tersenyum melihat tingkah komandan fynanda, lalu ia fokus ke pekerjaan nya menggoreng udang
"bawang udah siap belum kak?" tanya zoya setelah selesai mengangkat udah yang baru ia goreng
"kakak knapa?" tanya zoya yang melihat komandan fynanda menundukkan pandangannya
"hahahaha" suara tawa zoya pecah sekuat mungkin setelah melihat komandan fynanda terlihat seperti seorang yang sedang menangis yang ternyata di sebabkan ia mengiris bawang
"ini perih bangett" komandan fynanda merengek seperti seorang anak kecil
__ADS_1
"hahahah sini sini zoya tiupin matanya" zoya memegang kepala komandan fynanda dan mengarahkan mulutnya kemata komandan fynanda seraya ingin meniup mata komandan fynanda yang terasa perih
komandan fynanda terdiam dan tak bergerak, ia hanya melihat perlakuan zoya yang sedang menghembuskan nafasnya ke mata komandan fynanda, zoya dan komandan fynanda tiba-tiba terdiam dan saling menatap satu sama lain, mereka terlihat saling tak sadarkan dengan padangan masing-masing