
sesaat komadan fynanda keluar dari kamarnya menuju ruang tamu yang sebelumnya zoya berada tapi setelah ia melihat sekitarnya ia tidak menemukan keberadaaan zoya disana, ia lalu menuju kamar zoya dan melihat kamarnya yang tertutup rapat,
"zoy,,," panggil komandan fynanda sembari mengetuk pintu kamar zoya
sedangkan zoya yang mendengar ketukan pintu tersebut ssgera bangkit dari kasurnya,
"ya ampun cepat banget kak jomblo itu datang, tenang zoya kamu pasti bisa hus hus" zoya berbicara dengan dirinya sendiri sambil menarik nafas menetralkan dirinya agar terlihat tidak sedang terlalu gembira
"zoy..." komandan fynanda masih mengetuk pintunya karena tidak mendengar jawaban zoya dari dalam kamar
"iya kak" jawab zoya setelah menetralkan dirinya yang tidak tau sekarang bagaimana kondisi dirinya juga hatinya
__ADS_1
"wajahmu kenapa merah sekali?" tanya komandan fynanda sambil memegang wajah zoya yang memerah, bagaimana tidak zoya masih merasakan hal berbunga-bunga di hatinya
melihat tangan komandan fynanda yang menyentuh wajah zoya membuat zoya semakin merasa panas dingin ditambah kondisi jantung nya kini sudah tidak beraturan saat berdetak
"kamu beneran tidak mau ke dokter?" tanya komandan fynanda sekali lagi memastikan karena melihat wajah zoya yang semakin memerah, bagaimana tidak ketika tangan lembut hangat komandan fynanda mengenai wajah zoya yang membuat zoya semakin merasa nyaman
"nggak papa kak, zoya minum obat aja, sini obat nya kakak keluar aja zoya nggak papa" jawab zoya dan langsung merebut obat yang berada di tangan komandan fynanda juga mendorong komandan fynanda agar ia secepat mungkin menutup pintu kamarnya tersebut.
"bisa mati akuu,,,aaaa zoya jangan gilaaa" zoya berteiak tetapi menenggelamkan wajahnya di dalam bantal agar suaranya tidak terdengar oleh siapapun
"zoy, kalau ada apa-apa panggil kakak" teriak komandan fynanda dari luar kamar sedangkan zoya yang mendengarnya hanya menjawab kata "iya" mendengar jawaban zoya dari dalam kamar komandan fynanda pergi meninggalkan kamar zoya dan berjalan menuju ruang tamu, menyalakan tv membuang kegabutannya tetapi sesekali ia tersenyum mengingat zoya,
__ADS_1
zoya
yang lupa dengan air minumnya hendak meminum obat perlahan keluar kamarnya, tetapi terlebih dahulumemastikan bahwa komandan fynanda tidak sedang berada di luar kamar, zoya masih merasa malu dan tak bisa menunjukkan wajahnya yang sedang merona tersebut. setelah ia melirik ke kanan dan ke kiri dari dalam pintu kamarnya ia pun mencoba hendak keluar, berjalan secara per lahan agar tidak diketahui oleh komandan fynanda.
kini
zoya sudah melangkah sambil sesekali berbalik badan memastikan bahwa komandan fynanda tidak melihatnya, sudah seperti maling saja, di dalam rumah tapi dengan tingkah seperti bukan penghuni rumah. zoya melakukan nya dengan sangat teliti bahkan tidak mengeluarkan suara sedikit pun,mulai dari langkah kakinya hingga kini ia sudah berada di dalam dapur hingga mengabil gelas juga menuangkan air ke dalam nya, tapi semua tak berjalan sesuai keinginan zoya, saat zoya sedang sangat fokus menuangkan air ke dalam gelas kosongnya tersebut ia tidak sadar kini komandan fynanda sudah ada di depannya memperhatikan zoya dengan wajahnya yang sangat serius menuangkan air tersebut.
"kamu lagi ngapain zoy?lagi praktek kimia?" tanya komandan fynanda setelah tersenyum melihat wajah zoya yang sangat fokus tersebut
sontak hal tersebut membuat zoya terkejut hingga menjatuhkan gelas yang ada di meja hingga pecah dan menimbulkan suara yang menambah rasa terkejutnya.
__ADS_1
"ya ampun zoy, sebegitu seram kah wajah tampan ini sampai membuatmu terkejut seperti itu?" tanya komandan fynanda tetapi mendekatkan wajahnya mengahadap pandangan zoya membuat zoya spontan mundur karena hal tersebut