
“KAMU JAHAT!!!” teriak zoya menghentikan langkah fynanda
“AKU BENCI PADAMU, SANGAT BENCI!!!” teriak zoya lagi dengan suara gemetarnya yang sudah menangis
“katakan padaku apa yang sudah ku lakukan padamu, sampai kamu membenciku” tanya fynanda yang kini berbalik melangkahkan kakinya dan kini berdiri di samping tempat tidur zoya berada
“apa kamu tidak mengingat sedikit saja tentangku?” tanya zoya dengan isak tangisnya yang sudah tidak terbendung lagi
Melihat zoya yang menangis tersedu tersebut ingin rasanya fyanda memeluknya tetapi ia takut dengan zoya yang akan semakin marah jika ia melakukannya, takut jika keputusannya salah dalam situasi itu.
“kenapa kamu harus datang, jika harus memberiku luka?”
“kenapa kamu memberiku harapan?”
“kenapa janji itu tidak kau tepati?”
“kenapa? Kenapa???”
Zoya dengan isak tangisnya yang semakin menjadi-jadi sembari bertanya hal yang memang sesak di dadanya. Tanpa berfikir panjang lagi fynanda kini sudsh mendudukkan dirinya ikut di atas tempat tidur dan memeluk zoya yang masih terisak itu
__ADS_1
“maaf” hanya itu yang bisa dikatakan oleh fynanda walau sebenarnya ia belum mengerti sepenuhnya dengan situasi saat ini
Zoya yang di peluk oleh fynanda tidak menolak hanya isak tangisnya yang semakin kencang membuat fynanda semakin khawatir
“katakan padaku yang sebenarnya, apa hubungan kita, aku akan berusaha mengingatnya” ucap fyanda dengan lembut sembari memegang kedua sisi wajah zoya sambil mengusap air mata zoya yang sudah sesegukan tersebut
“kenapa kamu melupakanku?” tanya zoya dengan wajahnya yang masih di tangan fyananda
Jujur saja fynanda tidak tau harus menjawab apa, setaunya ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di kota ini, fynanda hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut
“kenapa kamu tidak menjawabku, apa benar kamu tidak mengingatku?” tanya zoya lagi karena fynanda yang tidak menjawab pertanyaannya sebelumnya
“apa benar kamu komandan fynanda yang aku kenal?” lagi-lagi mereka saling melontarkan pertanyaan tanpa ada jawaban
“komandan? Komandan fynanda?” tanya fynanda lagi dengan kebingungannya yang semakin banyak
“apa kamu pernah kecelakaan sehingga tidak mengingat hal apapun?” tanya zoya kembali
setelah melihat raut wajah fynanda yang seperti orang kebingungan
__ADS_1
“ternyata benar, kamu mungkin amnesia” kepala zoya menunduk karena tidak mendapat jawaban apapun dari mulut fynanda
“bisakah kamu memberiku waktu? Aku akan berusaha mengingat semua” ucap fyanda kembali menarik zoya kedalam pelukannya setelah melihat wajah zoya yang menunduk
“aku nyaman berada di dekatmu, aku yakin kita adalah orang yang dekat sebelumnya, bisa kamu memberiku kesempatan untuk hal ini? Zoya?” tanya fynanda yang tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya sebelumnya yang ia lontarkan untuk zoya
“jangan berjanji lagi, aku tidak ingin berharap” akhirnya jawaban keluar dari mulut zoya untuk fyanda
“hmm, terima kasih” balas fynanda dengan senyum yang mulai terlihat di ujung bibirnya
“apa kamu lapar?” tanya fynanda yang menarik wajah zoya ke depan wajahnya
“hmm” jawab zoya dengan senyumannya yang menunjukkan gigi ginsulnya
Melihat senyuman zoya yang khas tersebut membuat fynanda termenung membuat hatinya terbesit sebuah ingatan, jantungnya tiba-tiba berdetak hebat seakan merasakan senyuman itu selalu ia lihat.
Melihat fynanda yang terus memandangi kea rah zoya membuat zoya sedikit kebingungan, zoya juga ikut menatap wajah fynanda yang memang benar ia rindukan.
“kak…” ucap zoya ditengah-tengah mereka sedang saling bertatapan tersebut
__ADS_1
“aku merindukanmu” lanjut zoya dalam perkataannya Saat keduanya saling dalam bertatapan dan punya pikiran masing-masing