
Tak terlalu lama setelahnya kini survei telah di sudahi, kini ketiganya yaitu fynanda, zoya, dan juga Haikal asisten fynanda sudah mulai kembali melangkahkan kakinya kembali ke tempat semula. Tanpa ada pertanyaan lagi hanya hening yang mereka ciptakan seoalh tidak ada yang ingin memulai pembicaraan untuk menghilangkan suasana hening dan canggung tersebut
Di tengah-tengah perjalanan mereka, tiba-tiba saja haikal membuka pembicaraan membuat mereka berhenti dari langkah kakinya.
“eh, bos, permisi saya sebentar hendak ke kamar mandi” ucap haikal dengan ekspresi yang bisa dirasakan bahwa ia kini tengah menahan hajat nya
“hmm” balas fynanda dengan anggukan, tak menunggu lama haikal segera berlalu dari hadapan mereka.
Kini tinggallah fyanda dan zoya yang jalan berdua dan suasana pun semakin canggung dan terasa semakin hening, hanya suara alat-alat berat yang kini terdengar karena sedang beroperasi. Suasana yang canggung tersebut dilengkapi dengan tiba-tiba turunnya hujan lebat sedangkan mereka masih jauh dari tempat parkir sontak hal tersebut membuat keduanya saling menatap seolah saling tau bertanya sesame lain kemana mereka akan lari untuk berteduh
__ADS_1
Mata fynanda yang melihat sekelilingnya tentu saja segera mendapatkan ide, beberapa pohon besar yang berada di pinggiran site yang memang disengaja tidak ditebang untuk landscape desain nanti terlihat oleh fynanda, tangan fynanda menarik tangan zoya yang masih kebingungan melihat tempat untuk berteduh itu
Sedikit terkejut akan hal tersebut tetapi zoya tetap mengikuti langkah fynanda yang masih menggenggam tangannya. Cukup lama mereka berlari untuk menuju tempat tersebut, tetapi pada akhirnya pun sampai juga.
Baik zoya maupun fynanda kini tengah berada dibawah pohon tersebut, tetapi satu hal yang masih membuat zoya tercengang adalah tangannya yang masih di genggam erat oleh fynanda. Tapi segera mungkin zoya menarik tangannya dan hal tersebut membuat fynanda juga merasa canggung.
“ahh,, maaf” hanya itu yang fynanda ucapkan sedangkan zoya hanya diam tak menjawab pertanyaan itu
Suasana semakin menjadi-jadi, selain hujan yang masih setia dengan derasnya kini ditambah dengan angin yang mulai menunjukkan dirinya. Zoya merupakan tipe yang mudah kedinginan dan mungkin saja kini wajahnya sudah memerah akibat kedinginan tersebut, tapi sebisa mungkin ia menahannya seolah tak ingin menunjukkannya di depan fynanda.
__ADS_1
Tetapi lain halnya dengan fyananda, ia terlihat khawatir dengan kondisi zoya yang dilihatnya kini sudah bersandar di pohon yang mereka teduhi.
“kamu tidak apa-apa?” tanya fynanda membuka obrolan setelah melihat kondisi zoya tersebut
“apa aku boleh bertanya? Apa kita sebelumnya pernah bertemu? Atau saling mengenal?” tanya fyananda yang memang ingin sekali menanyakan hal tersebut karena tingkah zoya yang memang bebrbeda sejak awal pertemuan mereka.
Tapi lagi-lagi pertanyaan itu tidak digubris oleh zoya, hanya tatapan matanya yang terlihat berkaca-kaca, ingin menyampaikan sesuatu tetapi mulutnya terasa beku tidak ingin berbicara.
Kondisi cuaca tidak berubah sama sekali, tetapi kondisi zoya semakin menghawatirkan kini perlahan tubuh zoya merosot dari posisi dia sebelumnya yang bersender di pohon tersebut
__ADS_1
“hei kamu kenapa?” tanya fynanda yang mendekat ke arah zoya hal tersebut sontak saja membuat fynanda semakin khawatir karena bibir zoya kini bergetar menunjukkan bahwa ia sangat kedinginan.
Fynanda yang merasa cemas segera membuka jasnya yang sudah mulai mengering tersebut dan di pakaikannya ke tubuh zoya, zoya yang masih kedinginan dengan posisi jongkon tersebut hanya diam tak berkutik, ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang