
gelas yang sedari di tangan komandan fynanda jatuh ke lantai hingga pecah, menegjutkan dua insan yang berada di dalam kamar tersebut
"kakak?" panggil zoya memastikan setelah masuk ke dalam kamarnya yang melihat seseorang tengah berdiri di depannya membelakanginya,
setelah mendengar suara zoya dari belakangnya, tangan komandan fynanda tiba-tiba saja tidak benyawa hingga menjatuhkan gelas yang sedari tadi ia genggam. setelah komandan fynanda berbalik ia segera berlari ke arah zoya dan langsung memeluknya membuat zoya sedikit terkejut dan heran
"kakak kenapa?" tanya zoya dengan polosnya karena benar-benar tidak atau apa yang tejadi
"diam, jangan bergerak" jawab komandan fyanda lalu mengeratkan pelukannya tak lupa air matanya sesekali ia hapus agar tak terlihat oleh zoya
"kak, aku sesak" ucap zoya setelah beberapa saat komandan fynanda yang memeluknya sangat erat
komandan fynanda yang mendengar ucapan zoya tersebut melonggarkan pelukannya, lalu menatap zoya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
"kamu baik-baik saja?" tanya komandan fynanda sambil memadang wajah zoya dengan sangat dekat sambil memegang kedua pundak zoya
__ADS_1
"kakak kenapa? aku baik-baik saja" jawab zoya yang memang merasa heran dengan tingkah komandan fynanda
"syukurlah" lanjut komandan fynanda dan kembali memeluk zoya, sekali ia mencium puncak kepala zoya dengan perlahan
"kamu darimana?" tanya komandan fynanda tetapi masih memeluk zoya
"aku dari dapur, mau.."
"yasudah kamu tidur lagi, jangan sampai telat besok ke kampus" ucap komandan fynanda sambil melepaskan pelukannya
zoya hanya mengikut, melangkahkan kakinya menuju kasurnya, tanpa disadarinya tadi pecahan gelas ada di sekitar kasurnya membuat ia meringis kesakitan setelah menginjaknya sontak membuat komandan fynanda kembali masuk ke dalam kamar zoya melihat keadaan zoya
"astagah, kakak minta maaf, kaka lupa dengan gelasnya" ucap komandan fynanda lalu mengangkat tubuh zoya membawanya keluar dari kamar tersebut
"maaf" ucap komandan fynanda kembali setelah mendudukkan zoya di atas sofa ruang tamu tersebut
__ADS_1
komandan fynanda lalu mengambil kotak p3k yang ada di apartemen mereka, benar saja, salah satu pecahan gelas itu tengah menusuk kaki zoya an kini tengah lenget di kaki zoya membuat darahnya belum berhenti mengalir
"aww, sakit kak" rengek zoya setelah pecahan gelas yang lengket di kakinya di cabut oleh komandan fynanda membuat darahnya semakin keluar
"tahan yah" komandan fynanda mencoba menenangkan zoya karena akan menghentikan pendarahan di kakinya dengan akohol
"aaa" rengek zoya kembali setelah merasakan kesakitan karena terkena alkohol tersebut
setelah beberapa saat komandan fynanda berkutik dengan luka zoya kini ia sudah selesai dengan mengobati kaki zoya hingga diperban, bagaimana komandan fynanda tau cara mengobati zoya padahal dia bukan dokter? ya tentu saja komandan fynanda tau, di dalam kemiliteran mereka harus bisa melakukam apa saja apalagi komandan fynanda sudah mendapat setifikat medis dari kelompok pramukanya terdahulu
"sudah selesai" ucap komandan setelah selesai mengobati luka zoya
"gimana masih sakit?" tanya komandan fynanda kembali
"sedikit" jawab zoya sambil melihat kakinya yang kini sudah diperban dengan rapi
__ADS_1
"maafin kakak yah, kakak lu.." zoya tiba-tiba menutup mulut komandan fynanda dengan tangannya
"kakak jangan minta maaf lagi" ucap zoya dengan tangannya yang masih menutup mulut komandan fyananda